Gandeng Angkutan Lokal Sebagai Feeder, Dishub Jateng Siapkan 14 Armada untuk Rute Magelang-Temanggung

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 13:35 WIB
Sekda Jateng Sumarno beri arahan pada Diklat Pemberdayaan Masyarakat Pengemudi Angkutan Barang Berkeselamatan di Aula Kantor Dishub Jateng, Semarang, Rabu (29/7/2026). (DOK.PEMPROV JATENG)
Sekda Jateng Sumarno beri arahan pada Diklat Pemberdayaan Masyarakat Pengemudi Angkutan Barang Berkeselamatan di Aula Kantor Dishub Jateng, Semarang, Rabu (29/7/2026). (DOK.PEMPROV JATENG)

RADARSOLO.COM - Pemprov Jawa Tengah terus mematangkan rencana perluasan jaringan layanan angkutan massal Trans Jateng.

Berdasarkan rencana pengembangan, Pemprov Jateng akan mengoperasikan koridor Gelang Manggung yang menghubungkan wilayah Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Kabupaten Temanggung pada 2027. 

Setelah itu, layanan Trans Jateng untuk wilayah Jekuti (Jepara, Kudus, Pati) ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

Baca Juga: Buka Penilaian Ombudsman 2026, Sekda Jateng Sumarno Minta ASN Tidak Antikritik dan Komplain

Hingga saat ini, bus Trans Jateng telah melayani 7 koridor dengan total armada sebanyak 115 unit. 

Ketujuh koridor tersebut tersebar di empat Wilayah Pengembangan (WP), yaitu:

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Jawa Tengah Arif Jatmiko menyatakan, komitmen pengembangan koridor baru ini telah dirancang sejak tahun lalu oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama jajaran pemerintah kabupaten/kota terkait.

"Persiapan-persiapan teknis, termasuk sosialisasi awal baik kepada masyarakat maupun perusahaan di sepanjang koridor, sudah mulai berjalan," ujar Arif di sela acara Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemberdayaan Masyarakat Pengemudi Angkutan Barang Berkeselamatan di Aula Kantor Dishub Jateng, Semarang, Rabu (29/7/2026).

Arif menjelaskan, proses sosialisasi secara mendalam dijadwalkan berlangsung pada awal tahun 2027 guna mematangkan pembagian peran serta kolaborasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pengelola Trans Jateng.

Untuk mendukung operasional koridor Gelang Manggung, Dishub Jateng berencana menerjunkan sebanyak 14 unit armada.

Baca Juga: Diikuti 2.000 Pegiat, Sekda Sumarno Lepas Gelaran Runwalk UMKM Hari Koperasi di Manahan Solo

Sementara itu, rute perjalanan saat ini masih dalam tahap penyempurnaan agar dapat terintegrasi secara langsung dengan angkutan kota maupun angkutan pedesaan yang bakal difungsikan sebagai angkutan pengumpan (feeder).

Langkah integrasi ini diambil agar titik asal dan tujuan perjalanan masyarakat terlayani secara maksimal tanpa mematikan ekosistem moda transportasi lokal yang sudah ada.

Sedangkan untuk persiapan koridor Jepara, Kudus, dan Pati (Jekuti), penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ditargetkan rampung pada 2027, sehingga armada dapat mulai beroperasi resmi pada 2028.

Baca Juga: Jateng Fokus Regenerasi Petani Milenial, Sumarno: Kunci Pertanian Efisien dan Produktif

Arif menegaskan bahwa tahapan persiapan operasional setiap koridor baru idealnya membutuhkan waktu minimal dua tahun sebelum diluncurkan.

"Supaya dalam pelaksanaannya nanti tidak ada permasalahan dengan koridor-koridor angkutan lama atau yang sudah existing," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno menekankan bahwa kegiatan diklat keselamatan angkutan barang bukan sekadar edukasi lalu lintas rutin, melainkan berkaitan langsung dengan urat nadi perekonomian daerah.

Sumarno menyampaikan bahwa kelancaran mobilitas serta keandalan moda transportasi memiliki hubungan erat dengan upaya pengendalian angka inflasi di kawasan Jawa Tengah. (wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Pemprov Jateng
angkutan lokal rute magelang-temanggung Sekda Jateng Sumarno trans jateng feeder