RADARSOLO.COM- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan Palang Merah Indonesia (PMI) wilayah Jawa Tengah untuk meningkatkan respons cepat (quick response) dalam upaya penanganan bencana.
Hal ini mengingat Provinsi Jawa Tengah memiliki beragam potensi kerawanan bencana alam.
Mulai dari banjir, rob, tanah longsor, erupsi gunung api, hingga ancaman kekeringan.
“Jawa Tengah merupakan ‘minimarket’ bencana, mulai dari banjir, rob, tanah longsor, gunung meletus, dan lain sebagainya," kata Luthfi di sela acara pelantikan kepengurusan PMI Provinsi Jawa Tengah masa bakti 2026–2031, Jumat (31/7/2026).
"Maka, tugas Palang Merah Indonesia adalah sebagai backbone (tulang punggung) untuk kegiatan kemanusiaan dan penanganan bencana di wilayah kita,” imbuh dia.
Dalam perhelatan tersebut, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla melantik secara resmi Gubernur Ahmad Luthfi sebagai Pelindung PMI Jawa Tengah.
Sedangkan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dilantik sebagai Ketua Dewan Kehormatan.
Sementara anggota DPR RI Haryanto dilantik sebagai Ketua PMI Jawa Tengah bersama jajaran pengurus baru lainnya.
Luthfi menekankan bahwa peran PMI tidak terbatas pada pelayanan donor darah semata, melainkan harus hadir sigap dalam berbagai situasi darurat kebencanaan—mulai dari mendirikan dapur umum, memberikan pertolongan pertama, hingga mengawal pemulihan masyarakat terdampak.
“Dengan pengurus baru ini, diharapkan nanti kita melakukan quick response atau penanganan cepat. Jadi, dalam penanganan awal terkait bencana, PMI harus hadir,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menegaskan bahwa tugas utama PMI adalah meringankan penderitaan masyarakat, baik akibat bencana alam maupun insiden yang disebabkan manusia.
“PMI tidak mempunyai kantor, tetapi mempunyai markas. Markas itu seperti markas polisi, kita siap 24 jam kalau ada apa-apa. PMI siap membantu masyarakat kapan pun kejadiannya,” ujar Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla menambahkan, kerja kemanusiaan PMI bertumpu pada integritas dan kepercayaan publik dari masyarakat, pemerintah, serta dunia usaha.
“Ada tangan di atas yang membantu, ada tangan di bawah yang menerima bantuan, dan kita berada di tengah. Hal itu hanya bisa terjadi kalau ada kepercayaan, baik dari masyarakat maupun pemerintah,” jelasnya.
Menyinggung dampak fenomena kekeringan El Nino, Jusuf Kalla menyampaikan bahwa PMI pusat telah menyiagakan sekitar 200 unit truk tangki air untuk mendistribusikan pasokan air bersih ke berbagai daerah terdampak di Indonesia.
Ketua PMI Jawa Tengah Haryanto melaporkan bahwa operasi kemanusiaan penanganan kekeringan di Jawa Tengah telah menjangkau 14 kabupaten/kota.
Sebanyak 2,2 juta liter air bersih disalurkan melalui 433 kali pengiriman menggunakan 18 unit armada truk tangki.
Bantuan air bersih tersebut didistribusikan ke 88 desa yang tersebar di 48 kecamatan dengan total penerima manfaat mencapai 109.317 jiwa.
Kendati demikian, ia mengakui kendala operasional masih terjadi karena belum seluruh PMI di tingkat kabupaten/kota memiliki fasilitas armada truk tangki sendiri.
Baca Juga: Perkuat Program Kecamatan Berdaya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Lepas 4.000 Mahasiswa KKN Undip
“Setelah dilantik, kami bersama pengurus akan melaksanakan tugas pengabdian kemanusiaan, bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membantu program-program di bidang kebencanaan, sosial, kesehatan, pembinaan generasi muda maupun relawan, dan pemenuhan kebutuhan dasar,” terang Haryanto.
Acara pelantikan pengurus PMI Jawa Tengah tersebut turut dihadiri jajaran pengurus PMI Pusat serta jajaran pimpinan PMI dari provinsi tetangga.
Seperti Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo, Ketua PMI Daerah Istimewa Yogyakarta Gusti Prabu Kusumo, Ketua PMI Jawa Barat Adang Rohjana, Wakil Ketua PMI DKI Jakarta Eko Wicaksono, serta perwakilan PMI Banten. (*)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Pemprov Jateng