Mengapa Siaran Pidato Presiden Prabowo tentang Iran Punya Senjata Nuklir Mendadak Hilang dari Rekaman?

Nur Pramudito • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 12:02 WIB
Mengapa Siaran Pidato Presiden Prabowo tentang Iran Punya Senjata Nuklir Mendadak Hilang dari Rekaman?
Mengapa Siaran Pidato Presiden Prabowo tentang Iran Punya Senjata Nuklir Mendadak Hilang dari Rekaman?

RADARSOLO.COM - Siaran langsung Pidato Presiden Prabowo Subianto saat bertemu jajaran Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mendadak menjadi sorotan.

Pasalnya, bagian ketika Presiden membahas Iran dan isu senjata nuklir tiba-tiba hilang dari tayangan resmi.

Peristiwa tersebut terjadi saat Prabowo menerima pengurus Kadin pusat, daerah, serta para pimpinan asosiasi pengusaha di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Presiden membahas berbagai isu mulai dari ekonomi nasional, ketahanan pangan, hingga situasi geopolitik dunia.

Namun, ketika memasuki pembahasan mengenai ancaman konflik global dan potensi perlombaan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah, siaran langsung Pidato Presiden Prabowo mendadak terputus. Tayangan kemudian beralih ke materi lain.

Sebelum siaran berhenti, Prabowo sempat menyampaikan pernyataan mengenai Iran yang disebut telah memiliki senjata nuklir

Ia juga menyebut sejumlah negara Timur Tengah berpotensi mengikuti langkah serupa apabila perlombaan senjata terus berkembang.

“Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir,” ujar Prabowo dalam potongan video yang beredar.

Prabowo kemudian menjelaskan bahwa jika satu negara memiliki kemampuan tersebut, negara lain di kawasan dapat terdorong mengambil langkah yang sama.

Namun, pembahasan tersebut tidak lagi terlihat ketika rekaman resmi kembali tersedia.

Video pertemuan yang sebelumnya sempat tidak dapat diakses di kanal YouTube Sekretariat Presiden kemudian muncul kembali.

Akan tetapi, bagian mengenai Iran dan senjata nuklir tidak ditemukan dalam rekaman tersebut.

Hilangnya bagian itu memunculkan pertanyaan publik. Banyak yang mempertanyakan mengapa pembahasan sensitif dalam Pidato Presiden Prabowo tersebut tidak lagi tersedia.

Hingga Sabtu malam (1/8/2026), belum ada keterangan resmi dari Istana maupun Sekretariat Presiden terkait penyebab tayangan mendadak hilang.

Belum diketahui apakah potongan pidato tersebut hilang karena gangguan teknis, proses penyuntingan, atau keputusan tertentu dalam pengelolaan siaran resmi pemerintah.

Selain soal hilangnya tayangan, pernyataan terkait Iran juga menjadi perhatian karena status kepemilikan senjata nuklir oleh negara tersebut masih menjadi perdebatan internasional.

Sejumlah laporan intelijen menyebut kemampuan nuklir Iran terus dipantau dunia internasional.

Namun, belum ada kepastian bahwa Iran telah memiliki senjata nuklir yang siap digunakan.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga menyatakan pengawasan terhadap aktivitas nuklir Iran menghadapi berbagai kendala setelah akses inspeksi terhadap sejumlah fasilitas mengalami pembatasan.

Kondisi tersebut membuat komunitas internasional belum dapat memastikan seluruh aktivitas nuklir Iran secara menyeluruh. Meski demikian, hal itu berbeda dengan bukti bahwa Iran telah memiliki senjata nuklir.

Hingga kini, alasan bagian Pidato Presiden Prabowo tentang Iran dan senjata nuklir yang mendadak hilang dari rekaman resmi masih belum mendapatkan penjelasan terbuka dari pihak terkait.

Editor : Nur Pramudito
Sumber : ANTARA
pidato presiden prabowo senjata nuklir iran Presiden Prabowo