Atasi Sampah Soloraya, Perusahaan AS Energy Three International Siap Investasi Pengolahan Sampah di Boyolali

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 15:46 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menerima manajemen perusahaan pengolahan limbah asal Amerika Serikat, Energy Three International (E3i) yang berencana menanamkan investasi di kawasan aglomerasi Soloraya. (DOK.PEMPROV JATENG)
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menerima manajemen perusahaan pengolahan limbah asal Amerika Serikat, Energy Three International (E3i) yang berencana menanamkan investasi di kawasan aglomerasi Soloraya. (DOK.PEMPROV JATENG)

RADARSOLO.COM - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kembali membuka peluang investasi asing guna mempercepat penanganan persoalan sampah di wilayahnya.

Kali ini, perusahaan pengolahan limbah asal Amerika Serikat, Energy Three International (E3i), berencana menanamkan investasi di kawasan aglomerasi Soloraya.

Luthfi menjelaskan bahwa pengolahan sampah di wilayah Soloraya masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dituntaskan.

Sejauh ini memang sudah ada kesepakatan pengolahan sampah menjadi energi listrik, namun persoalan timbulan sampah lama dengan volume besar masih memerlukan solusi konkret.

Baca Juga: Sebut Jateng 'Minimarket' Bencana, Gubernur Luthfi Minta PMI Tingkatkan Quick Response

"Saya senang sekali ada investor dari Amerika Serikat yang akan masuk. Ini kalau bisa harus terealisasi dan bisa menyelesaikan permasalahan sampah di Soloraya," kata Luthfi saat menerima kunjungan perwakilan E3i, Medhat Omran, di kantornya, Senin (3/8/2026).

Kawasan Soloraya saat ini menghasilkan timbulan sampah sekitar 2.944,55 ton per hari dan belum sepenuhnya mampu tertangani.

Atas dasar itu, Pemprov Jateng terus mendorong pengembangan fasilitas Waste to Fuel berkapasitas sekitar 1.000 ton per hari yang diproyeksikan melayani wilayah Boyolali, Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.

"Sudah ada beberapa daerah aglomerasi yang MoU pengolahan sampah, seperti Kota Semarang dan Kendal yang sudah dengan Danantara. Lalu Soloraya juga, tapi itu untuk sampah baru, sampah lama masih dicarikan investor," ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah Heru Djatmika menjelaskan, kebijakan Gubernur Ahmad Luthfi menetapkan target Jawa Tengah Zero Sampah pada tahun 2028.

Baca Juga: Pemprov Jateng Gerak Cepat Tangani Sekolah Roboh di Grobogan dan Semarang, Begini Pesan Gubernur Luthfi

Investor asal Amerika Serikat tersebut lantas diarahkan untuk menggarap wilayah Soloraya yang mencakup Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, dan Karanganyar.

"Soloraya itu sampahnya di atas 1000 ton per hari. Investor ini masuk untuk waste to fuel. Nanti tempatnya di Boyolali, sudah ada lahan 20 hektare dari kebutuhan 25 hektare," jelas Heru.

Sementara itu, Perwakilan E3i ASEAN, Medhat Omran, menyampaikan bahwa Energy Three International merupakan perusahaan investasi pengolahan limbah menjadi biofuel dan energi.

Pihaknya berencana membawa proyek tersebut ke Soloraya untuk menekan volume limbah di kawasan tersebut.

Baca Juga: Bikin Bangga Jateng, Ibrahim Al Abrar Siswa SD Asal Boyolali Peraih Pengakuan NASA Dapat Hadiah Laptop dari Gubernur Luthfi

"Semoga proyek ini dapat terwujud di sini, yang akan bermanfaat bagi masyarakat dan negara. Kita menggunakan teknologi baru dengan zero emission. Jadi, ini ramah lingkungan," tutur Medhat Omran.

Proyek pengolahan limbah ini diharapkan dapat menempatkan Indonesia dan Jawa Tengah dalam peta energi hijau dunia.

Di samping dampak lingkungan, proyek ini diperkirakan menyerap hampir 300 tenaga kerja lokal.

"Kita juga berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar fasilitas yang akan kita bangun, sehingga proyek ini akan bermanfaat bagi semua orang dalam banyak hal," tutupnya. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Pemprov Jateng
perusahaan as energy three international pengolahan sampah di boyolali investasi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi