Pria Keturunan Medan Jadi Perwira Angkatan Laut AS, Pimpin Operasi Penanggulangan Bencana di Sumatera Utara

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 12:52 WIB
U.S. Navy Lt. MacSwayne Muralt (kiri) bertugas dalam misi Pasific Parnership 2026. (DOK. Komandan Grup Logistik Pasifik Barat)
U.S. Navy Lt. MacSwayne Muralt (kiri) keturunan Medan yang menjadi perwira Angkatan Laut AS dalam misi Pasific Parnership 2026. (DOK. Komandan Grup Logistik Pasifik Barat)

RADARSOLO.COM- Penugasan militer berskala internasional kerap kali menghadirkan jalinan kisah personal yang mendalam.

Hal tersebut dirasakan Letnan Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) MacSwayne Muralt saat memimpin misi persinggahan Pacific Partnership di Indonesia pada 21–31 Juli 2026.

Kehadiran perwira Angkatan Laut AS ini di wilayah Sumatera Utara terasa sebagai momen emosional yang saling berkaitan (full-circle moment).

Lebih dari dua dekade lalu, sang ibu, Dina Muralt, seorang perempuan asal Medan yang saat itu menjabat perwira Korps Insinyur Sipil AL AS, ditugaskan di atas kapal rumah sakit USNS Mercy (T-AH 19) sebagai penerjemah dalam respons tanggap darurat bencana tsunami Boxing Day 2004.

Baca Juga: Kemarau Panjang Terjang Boyolali, Petani Tinggalkan Padi dan Beralih ke Tanam Jagung serta Tembakau

“Ada rasa bangga tersendiri dalam diri saya saat mengetahui bahwa saya mengikuti jejak ibu saya. Ketika masih bertugas di Angkatan Laut, beliau terpilih sebagai personel tambahan dalam tahap respons awal penanganan tsunami Boxing Day,” ujar Muralt.

Diketahui, Gempa bumi ber magnitudo 9,3 yang mengguncang lepas pantai Sumatera Utara pada 26 Desember 2004 telah meluluhlantakkan kawasan pesisir Samudra Hindia.

Operasi bantuan kemanusiaan darurat yang digelar di atas kapal USNS Mercy pada masa itu kemudian menjadi cikal bakal dan fondasi lahirnya misi tahunan rutin Pacific Partnership.

Peringatan 20 tahun penanganan bencana tersebut bertepatan dengan kebutuhan tanggap bencana di Sumatera.

Pada November 2025, badai siklon tropis ekuatorial melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang memicu bencana banjir bandang serta tanah longsor masif.

Baca Juga: Masih Tutup, Terdengar Suara Ledakan Disusu Kobaran Api di Dapur Resto Mie Bangka 25 Penumping Solo

“Ini sebuah kebetulan yang begitu bermakna, seolah membawa semuanya kembali ke titik awal, bahwa saya berada di sini pada peringatan 20 tahun misi Pacific Partnership dan tepat setelah bencana mematikan tahun lalu di Indonesia,” ungkap Muralt.

Selama sepuluh hari pelaksanaan Pacific Partnership 2026 di Indonesia, Letnan MacSwayne Muralt bertindak sebagai perwira penanggung jawab lokasi (Country Officer in Charge / OIC).

Ia memimpin mobilisasi tim inti untuk menjalankan empat pilar utama kegiatan (lines of effort / LOE):

Misi tahunan Pacific Partnership ini dirancang khusus guna memperkuat kapasitas kesiapsiagaan regional, sehingga negara-negara peserta di kawasan Pasifik memiliki ketahanan dan perlengkapan yang memadai saat menghadapi ancaman bencana alam di masa depan. (wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
perwira angkatan laut as keturunan medan Letnan Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) MacSwayne Muralt Pacific Partnership penanggulangan bencana di sumatera utara