Profil dan Biodata Elda Putri Rahardini, Dokter Awardee LPDP yang Dikecam Netizen usai Tulis Komentar Jahat di Utas Yurizal, Pasien BPJS yang Kini Wafat

Nur Pramudito • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 08:44 WIB
Profil dan Biodata Elda Putri Rahardini, Dokter Awardee LPDP yang Dikecam Netizen usai Tulis Komentar Jahat di Utas Yurizal, Pasien BPJS yang Kini Wafat
Profil dan Biodata Elda Putri Rahardini, Dokter Awardee LPDP yang Dikecam Netizen usai Tulis Komentar Jahat di Utas Yurizal, Pasien BPJS yang Kini Wafat

RADARSOLO.COM - Nama Elda Putri Rahardini menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah diduga menuliskan komentar bernada merendahkan di utas Threads milik Yurizal Tri Chaerawan, seorang pasien BPJS yang mengeluhkan lambatnya penanganan di rumah sakit.

Kasus tersebut semakin menyita perhatian publik setelah diketahui Yurizal telah meninggal dunia.

Komentar yang diunggah akun Threads yang dikaitkan dengan Elda dinilai tidak mencerminkan empati seorang tenaga kesehatan. Akibatnya, dokter yang juga dikenal sebagai awardee LPDP itu menuai kecaman luas dari warganet.

Berikut profil dan biodata Elda Putri Rahardini, lengkap dengan perjalanan pendidikan, karier, hingga klarifikasi yang disampaikannya setelah polemik tersebut viral.

Baca Juga: Viral! Komentar Jahat Nakes di Utas Pasien BPJS Yurizal yang Kini Wafat, Tuai Kecaman Netizen

Profil dan Biodata Elda Putri Rahardini

Nama: Elda Putri Rahardini
Tanggal lahir: 26 April 1991
Asal: Yogyakarta
Profesi: Dokter, peneliti, akademisi
Pendidikan:

  • Alumni Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM)
  • Doctor of Medicine (M.D.) Universitas Gadjah Mada
  • Ph.D. bidang Cardiovascular Science, Kobe University, Jepang
  • Penerima beasiswa Monbukagakusho (MEXT) Jepang
  • Awardee LPDP untuk pendidikan spesialis penyakit dalam

Media sosial:

  • Threads: @erudarhaadini
  • Facebook: Elda Putri Rahardini

Perjalanan Pendidikan dan Karier

Elda Putri Rahardini dikenal sebagai dokter yang memiliki latar belakang akademik dan penelitian.

Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran UGM dengan predikat cum laude pada 2014 sebelum melanjutkan studi doktoral di Kobe University, Jepang.

Gelar M.D. (Doctor of Medicine) menunjukkan penyelesaian pendidikan profesi kedokteran, sedangkan Ph.D. (Doctor of Philosophy) merupakan gelar doktor akademik yang diperoleh melalui penelitian dan penyusunan disertasi.

Dalam kasus Elda, gelar tersebut diraih pada bidang ilmu kardiovaskular.

Selain aktif sebagai dokter, ia juga kerap membagikan pengalaman mengenai dunia kedokteran, riset, hingga informasi beasiswa melalui situs pribadinya.

Dalam perjalanan kariernya, Elda pernah menduduki sejumlah posisi, di antaranya:

  • Research Assistant pada Indonesia Research Partnership on Infectious Disease (INARESPOND) di RSUP Dr. Sardjito.
  • Site Coordinator berbagai penelitian dan uji klinis di INARESPOND.
  • Dokter umum di Klinik Rumah Sehat Universitas Gadjah Mada.
  • Dokter di Elvya Medika.
  • Saat ini disebut tengah menjalani pendidikan sebagai dokter residen Ilmu Penyakit Dalam (Internal Medicine Resident).

Pada 2025, Elda juga memperoleh penghargaan Best Systematic Review dalam The 20th Congress of Asian College of Psychosomatic Medicine (ACPM) yang digelar bersamaan dengan Kongres dan Pertemuan Ilmiah Perhimpunan Psikosomatik Indonesia.

Awal Mula Polemik Komentar di Utas Yurizal

Nama Elda menjadi sorotan setelah muncul tangkapan layar komentar dari akun Threads yang dikaitkan dengannya di unggahan milik Yurizal.

Dalam utas tersebut, Yurizal mengaku harus menunggu selama berjam-jam di instalasi gawat darurat sebelum mendapatkan ruang rawat inap.

Ia menuliskan keluhannya sebagai pasien BPJS tanpa menyebut nama rumah sakit.

Di kolom komentar, akun yang dikaitkan dengan Elda menuliskan kalimat bernada sindiran yang kemudian memicu kemarahan publik.

Kasus tersebut semakin menyita perhatian setelah keluarga mengabarkan bahwa Yurizal telah meninggal dunia pada 31 Juli 2026.

Menurut keterangan keluarga, almarhum wafat setelah kondisinya memburuk dan diduga terlambat mendapatkan penanganan medis.

Sejak kabar itu beredar, banyak warganet menilai komentar yang ditujukan kepada Yurizal tidak mencerminkan empati yang seharusnya dimiliki seorang tenaga kesehatan.

Sejumlah pengguna media sosial bahkan meminta agar institusi tempat Elda menjalani pendidikan maupun bekerja memberikan evaluasi dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Klarifikasi dan Permintaan Maaf Elda Putri Rahardini

Setelah polemik berkembang luas, Elda Putri Rahardini menyampaikan permohonan maaf melalui sebuah pernyataan yang beredar di media sosial.

Dalam pernyataannya, ia mengakui komentarnya tidak pantas, tidak etis, dan menunjukkan kurangnya empati terhadap kondisi yang sedang dialami Yurizal.

Elda juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga almarhum, kerabat, serta masyarakat luas.

Ia mengaku menyadari bahwa sebagai tenaga medis seharusnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan empati kepada setiap pasien.

Selain itu, Elda menyatakan siap menerima kritik, teguran, maupun konsekuensi atas kesalahan yang telah diperbuat serta berjanji menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran agar lebih bijak dalam bersikap, baik di dunia nyata maupun di media sosial.

Editor : Nur Pramudito
Elda Putri Rahardini Dokter Awardee LPDP Profil Biodata viral pasien bpjs