RADARSOLO.COM - Gelombang kemarahan publik memuncak di platform Threads usai sejumlah oknum dokter dan tenaga kesehatan (nakes) melontarkan komentar sinis serta nirempati terhadap curhatan pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal Tri Chaerawan.
Kegeraman netizen kian memuncak setelah Yurizal dikabarkan mengembuskan napas terakhirnya tak lama usai mengunggah curhatan tersebut.
Kasus ini pun langsung menjadi sorotan tajam terkait etika profesi medis, terutama di media sosial.
Baca Juga: Viral! Komentar Jahat Nakes di Utas Pasien BPJS Yurizal yang Kini Wafat, Tuai Kecaman Netizen
Awal Mula Curhatan Menunggu Ruangan Rawat Inap
Kasus ini bermula pada Rabu, 22 Juli 2026.
Melalui akun Threads pribadinya (@yurizaltrich), Yurizal membagikan pengalaman pribadinya saat berobat dan tertahan cukup lama di IGD.
"8 jam belum dapat ruangan. Ga mau spill RS-nya, soalnya gue pake BPJS," tulis Yurizal kala itu.
Unggahan yang sebenarnya berisi keluhan wajar seorang pasien. Apalagi Yurizal juga tidak menuliskan komplain maupun menyebut rumah sakit tempat dia berobat.
Namun tak disangka, postingan itu justru direspons secara tajam oleh sejumlah pengguna yang belakangan diketahui berlatar belakang medis.
Bukannya memberikan penjelasan mengedukasi atau dukungan moral, beberapa akun justru melontarkan celetukan bernada ejekan dan perundungan.
Deretan Komentar Nirempati yang Memicu Kemarahan Publik
Usai unggahan tersebut viral, netizen bergerak cepat mengumpulkan jejak digital dan mengidentifikasi identitas para pemilik akun yang melontarkan kalimat kurang pantas.
Salah satu akun yang diduga milik oknum dokter berinisial E melontarkan kalimat bernada celaan.
"PP-nya kayak orang have tapi aslinya haven't kah? haven't some brain cell,"
tulis akun Threads @erudarahaadini, yang diketahui merupakan dokter alumni UGM.
Komentar bernada keras juga ditulis oleh akun milik oknum dokter berinisial BCS yang menyebutkan masalah kapasitas rumah sakit, sebelum menutupnya dengan kalimat yang dinilai sangat melukai emosi.
"Kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong," komen @bennychrstn.
Bahkan, ada juga salah satu nakes yang menuliskan komentar cukup kejam dan jauh dari empati.
"Potong aja kak nadinya nanti juga cepet dapet ruangan," tulis nakes dengan akun @widhiyarini.
Deretan komentar nirempati juga dituliskan oleh nakes NZ dari Tasikmalaya.
"Orang miskin harta, miskin ilmu, miskin akal, tapi pengen diistimewakan," tulis @naouzzha_kim.
Belum usai, seorang nakes dengan akun @hi.clarissa bahkan sempat menjawab pertanyaan netizen dengan kata-kata "Iya puas" saat diberi tahu jika pasien Yurizal akhirnya meninggal.
"Yang selalu kosong ada noh, kamar jenazah," tulis dia sebelumnya.
Kondisi Yurizal Memburuk Hingga Mengembuskan Napas Terakhir
Di tengah rentetan komentar sinis tersebut, kondisi kesehatan Yurizal dikabarkan terus menurun.
Menurut keterangan sahabatnya, Firhan Arief, kondisi fisik dan mental almarhum makin melemah usai membaca berbagai tanggapan negatif di media sosial yang tak disangkanya akan memicu perundungan.
Baca Juga: Jatuh ke Sumur Sedalam Belasan Meter, Lansia 79 Tahun di Wonogiri Hanya Lecet-lecet
Sebelum berpulang, Yurizal sempat menuliskan beberapa unggahan pilu di akun media sosialnya, seperti "Pengen tidur nyenyak," serta pesan singkat kepada rekannya yang berharap bisa kembali pulih.
Tepat sembilan hari setelah menuliskan keluhannya di Threads, yakni pada Kamis, 31 Juli 2026, Yurizal dinyatakan meninggal dunia.
Gelombang Kemarahan Netizen
Kabar duka meninggalnya Yurizal langsung menyulut amarah massal netizen.
Netizen beramai-ramai "merujak" akun-akun oknum dokter dan nakesyang terlibat perundungan tersebut, menuntut sanksi etika dari organisasi profesi serta rumah sakit tempat mereka bernaung.
Meski sejumlah oknum telah melayangkan permohonan maaf secara tertulis dan mengakui kelalaian dalam menjaga etika bermedia sosial, namun masalah dianggap belum selesai.
Netizen di media sosial tetap mendesak adanya penegakan aturan yang tegas agar kejadian serupa yang mencederai nilai kemanusiaan dan profesi medis tidak terulang kembali.
Editor : Syahaamah Fikria