RADARSOLO.COM - Dunia maya mendadak geger dan dipenuhi amarah netizen setelah kabar duka datang dari pengguna Threads bernama Yurizal Tri Chaerawan (@yurizaltrich).
Pasien BPJS Kesehatan yang sempat mengeluhkan lamanya antrean kamar perawatan hingga 8 jam tersebut dikabarkan mengembuskan napas terakhirnya pada 31 Juli 2026.
Di tengah suasana duka tersebut, perhatian publik tertuju pada jejak digital sejumlah oknum tenaga medis (nakes) dan dokter yang sempat melempar bully dan cemoohan di kolom komentar almarhum.
Salah satu nama yang paling memicu gelombang kritik paling keras adalah dr Benny Christian Sihombing.
Sebenarnya siapa sosok dr Benny C Sihombing, bagaimana rekam jejak akademisnya, dan seperti apa komentarnya di medsos hingga membuat netizen meradang?
Sosok dan Profil Benny Christian Sihombing
Berdasarkan penelusuran netizen melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) serta rekam jejak digitalnya, Benny C Sihombing merupakan seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI).
Dia diterima di Fakultas Kedokteran UI pada pertengahan 2016 dan menuntaskan pendidikan profesi dokternya sekitar tahun ajaran 2019/2020.
Sebelumnya, Benny menempuh pendidikan di SMAN 4 Pematangsiantar, Sumatera Utara, dengan latar belakang keluarga pendidik.
Benny juga diketahui pernah menjalankan tugas pengabdian medis di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam unggahan blog pribadinya di masa lalu, Benny sempat membagikan perjuangan beratnya untuk bisa menembus kampus impian FK UI yang dikenal memiliki tingkat persaingan sangat ketat.
Rekam Jejak Komentar Nirempati
Kasus ini bermula saat almarhum Yurizal menuliskan keluhan di platform Threads karena tak kunjung mendapatkan kepastian kamar inap di sebuah rumah sakit usai menanti selama 8 jam.
Dalam komentarnya, Yurizal tidak menyampaikan komplain maupun menyebut nama rumah sakit. Dia hanya menuliskan tidak mau menyebut nama rumah sakit karena pasien BPJS Kesehatan.
Unggahan itu ditanggapi oleh akun milik Benny (@bennychrstn).
Dalam balasannya, Benny menilai kondisi fasilitas rumah sakit yang penuh tidak ada hubungannya dengan status layanan BPJS.
"Kalo full, mau dipindahkan kemana? mau di lantai? Gk ada hubungannya sama BPJS atau nggak. BPJS yg make banyak, otomatis yg dirawat juga banyak, ga cuma u sendiri," tulisnya.
Namun, tulisan yang membuat publik benar-benar geram adalah balasan lanjutannya yang dinilai sangat jauh dari rasa empati seorang dokter.
"Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini," lanjutnya.
Komentar tersebut kian terasa menyayat hati setelah pihak keluarga mengonfirmasi bahwa Yurizal telah meninggal dunia pada 31 Juli 2026 akibat keterlambatan penanganan kondisi darurat.
Ramai-Ramai Buka Suara dan Pasrah Terima Sanksi
Mendapati gelombang amukan netizen serta identitas pribadinya terkuliti hingga ke riwayat pendidikan, dr Benny C Sihombing akhirnya muncul melayangkan permohonan maaf secara terbuka melalui akun media sosialnya.
Ia menyampaikan rasa penyesalan yang mendalam atas ketikan yang dinilai melukai perasaan keluarga almarhum dan masyarakat luas, sekaligus menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Yurizal.
"Saya bertanggung jawab penuh atas tulisan yg saya posting dan saya siap menerima konsekuensi dari RS, IDI, MKEK, Pengadilan ataupun Instansi lain. Semoga kedepannya, saya akan lebih bijak lagi dalam bermedia sosial," tulis Benny dalam klarifikasinya.
Editor : Syahaamah Fikria