7 Permainan Tradisional yang Bikin 17-an Makin Seru

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 13:33 WIB
Egrang menjadi salah satu permainan tradisional yang cukup menarik dijadikan lomba 17-an. (Gambar: Pinterest)
Egrang menjadi salah satu permainan tradisional yang cukup menarik dijadikan lomba 17-an. (Gambar: Pinterest)

RADARSOLO.COM - Perayaan Hari Kemerdekaan identik dengan berbagai perlombaan yang digelar di lingkungan rumah, sekolah, hingga kampung.

Selain lomba makan kerupuk atau balap karung, permainan tradisional juga bisa menjadi pilihan untuk membuat suasana 17-an semakin meriah.

Permainan seperti egrang, bakiak, hingga gobak sodor bukan hanya menghibur, tetapi juga bisa menjadi cara untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak dan generasi muda.

Ini dia beberapa permainan tradisional yang bisa dijadikan perlombaan saat 17-an.

Baca Juga: Masih Ada Kesempatan! Pendaftaran Upacara HUT ke-81 RI Dibuka Lagi Hari Ini, Mulai Jam 10.00 Lewat Situs pandang.istanapresiden.go.id WIB

1. Egrang

Egrang menjadi salah satu permainan tradisional yang cukup menarik untuk dijadikan lomba. Peserta harus berjalan menggunakan dua batang bambu yang memiliki pijakan kaki.

Agar lebih seru, lomba egrang bisa dibuat dalam bentuk adu cepat. Peserta yang berhasil mencapai garis finis terlebih dahulu tanpa terjatuh menjadi pemenangnya.

Selain menguji kecepatan, permainan ini juga membutuhkan keseimbangan dan konsentrasi. Akan tetapi, area perlombaan sebaiknya dibuat aman dan peserta menggunakan perlengkapan pelindung jika diperlukan.

Baca Juga: Di Tengah Tren Permainan Modern, Lomba 17 Agustus Masih Bertahan

2. Bakiak

Kalau ingin lomba yang mengandalkan kekompakan, bakiak bisa menjadi pilihan. Dalam permainan ini, beberapa peserta berdiri di atas sepasang papan kayu yang memiliki pijakan untuk kaki.

Peserta harus berjalan bersama menuju garis finis. Tantangannya, semua anggota tim harus mengatur langkah agar tidak kehilangan keseimbangan.

Semakin banyak anggota dalam satu tim, semakin besar pula tantangan untuk menjaga kekompakan.

3. Gobak Sodor

Gobak sodor bisa menjadi alternatif lomba yang dimainkan secara berkelompok. Permainan ini mengharuskan satu tim melewati wilayah yang sudah ditentukan tanpa tersentuh oleh pemain lawan.

Selain membutuhkan kecepatan, gobak sodor juga mengandalkan strategi dan kerja sama tim. Permainan ini cocok dimainkan di lapangan atau area terbuka yang cukup luas.

Baca Juga: Bukan di Lapangan, Kenapa Proklamasi 17 Agustus 1945 Dibacakan di Rumah Soekarno?

4. Engklek

Engklek identik dengan permainan anak-anak yang dilakukan dengan melompat menggunakan satu kaki pada petak-petak yang digambar di tanah.

Untuk lomba 17-an, aturan permainan dapat dibuat lebih kompetitif. Peserta bisa berlomba menyelesaikan seluruh petak dalam waktu tertentu tanpa menginjak garis.

Permainan ini sederhana dan tidak membutuhkan banyak peralatan sehingga mudah diterapkan di lingkungan tempat tinggal.

5. Bentengan

Bentengan merupakan permainan beregu yang mengandalkan kecepatan, strategi, dan kerja sama. Setiap kelompok memiliki wilayah atau "benteng" yang harus dijaga.

Peserta berusaha menyentuh benteng lawan sekaligus menghindari kejaran anggota tim lawan. Permainan ini bisa menjadi pilihan bagi warga yang ingin membuat lomba 17-an dengan aktivitas fisik yang lebih ramai.

6. Lompat Tali

Lompat tali juga dapat dikembangkan menjadi perlombaan 17-an. Jika biasanya dimainkan secara santai, permainan ini bisa dibuat menjadi kompetisi berdasarkan jumlah lompatan atau kecepatan menyelesaikan tantangan.

Peserta yang mampu melakukan lompatan paling banyak tanpa menyentuh tali dapat menjadi pemenangnya.

Permainan ini juga bisa melibatkan beberapa peserta sekaligus sehingga suasana perlombaan semakin meriah.

7. Congklak

Tidak semua perlombaan 17-an harus dilakukan di lapangan. Congklak dapat menjadi pilihan untuk lomba yang lebih tenang dan cocok dimainkan oleh berbagai usia.

Peserta dapat bertanding secara langsung dengan lawan untuk mengumpulkan biji congklak sebanyak-banyaknya. Selain mengandalkan keberuntungan, permainan ini membutuhkan strategi dalam menentukan lubang yang akan dipilih.

Editor : Kabun Triyatno
17-an permainan tradisional kemerdekaan lomba