RADARSOLO.COM - Penemuan gudang tersembunyi berisikan nyaris 1.000 pucuk senjata, bahan pembuat peluru, paket narkoba, hingga puluhan kaset video porno di area sekolah swasta kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel), meninggalkan tanda tanya besar.
Bagaimana bisa kompleks pendidikan yang menampung jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA menyimpan ratusan barang berbahaya dan tak lazim tersebut?
Apalagi seluruh item terlarang itu ditemukan menumpuk di dalam ruangan kerja eks ketua yayasan yang telah resmi dipecat.
Pihak yayasan bersama staf ahli dan tim hukum pun akhirnya buka suara mengungkap kronologi lengkap dan keganjilan di balik temuan berbahaya tersebut.
Buka Ruang Kerja Guru, Malah Temukan "Gudang Senjata"
Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan Untung Sangaji mengungkapkan, awalnya pihak yayasan ingin mengalihfungsikan ruangan yang lama terkunci menjadi fasilitas operasional bagi para guru dan siswa.
Namun, begitu pintu berhasil dibongkar dengan pendampingan aparat Polres Metro Jakarta Selatan, pengelola sekolah dibuat syok.
Sebab, di ruangan yang kuncinya ikut dibawa lari eks ketua yayasan brinisial IWD itu justru ditemukan tumpukan senjata api hingga amunisi aktif.
"Kami awalnya ingin membuka sebuah ruangan untuk kebutuhan anak sekolah. Namun, ketika kami buka, kami menemukan peralatan yang disebut senjata. Airsoft gun yang bisa membunuh karena larasnya polos, kemudian ada shotgun. Jumlah senjata genggam itu 995, lalu ada satu shotgun kaliber 12/70," beber Untung, Kamis (6/8/2026).
Dari Mesin Pencetak Peluru Hingga Kaset Dewasa
Penggeledahan berlanjut pada Rabu malam (5/8/2026).
Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, merinci tambahan barang bukti yang berhasil diinventarisasi dari lokasi terkunci tersebut:
Senjata Api dan Laras: 4 pucuk laras panjang, 2 laras pendek, peredam suara (silencer), serta laras khusus kaliber 5,56 mm.
Baca Juga: Sudah Jadi Tersangka, Kades di Tamansari Boyolali Masih Aktif Bertugas
Replika dan Senjata Tembak: Berbagai jenis airsoft gun dengan model senapan serbu seperti FN P90, AK-47, dan M4 Carbine, serta alat pemicu kejut (taser gun).
Amunisi dan Mesin Peluru: 7 magasin berbagai ukuran (termasuk magasin Glock kapasitas 30 butir dan Walther kaliber .22), mesin pencetak/pembuat peluru rakitan, hingga buku manual panduan pembuatan amunisi.
Narkoba: Paket narkotika jenis sabu-sabu, ganja, alat hisap (bong kaca).
CD Video Porno: Sebuah kotak khusus berisikan sekitar 25 hingga 30 keping CD video porno.
Banyaknya jumlah senjata yang mencapai nyaris seribu unit ini memicu kecurigaan besar dari pihak yayasan maupun sekolah.
"Saya mohon rekan-rekan tajami omongan saya. Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati, TK, SD, SMP, SMA ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatannya di situ? Senjata ini bisa disalahgunakan dan sangat berbahaya bagi para siswa dan guru," tegas Untung.
Pihaknya sangat berharap kasus penemuan senjata dan barang-barang terlarang lain ini benar-benar diusut tuntas. Baik kepemilikan maupun latar belakangnya.
"Karena senjata ini bisa disalahgunakan dan tetap bisa berbahaya bagi siapapun. Apalagi, senjata ini disimpan di tempat sekolah yang tentunya berbahaya bagi para siswa dan para guru. Jadi kami berharap kepolisian akan sangat serius memprosesnya," ucapnya.
Polisi Terbitkan Laporan Model A dan Usut Asal-Usul Senjata
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adiwibowo membenarkan, laporan resmi dari masyarakat telah diterima sejak pertengahan Juli 2026.
Guna mempercepat pengusutan, kepolisian telah menerbitkan Laporan Polisi Model A untuk mengusut potensi kejahatan tanpa harus menunggu aduan masyarakat.
“Sebelum adanya laporan polisi dari masyarakat, Polres Jakarta Selatan telah membuat Laporan Polisi Model A sesaat setelah ditemukannya kejadian tersebut,” ungkap Joko.
Saat ini, kepolisian fokus mendalami asal-usul ratusan senjata, menguji legalitas seluruh amunisi.
Serta menyelidiki motif di balik terakumulasinya barang-barang terlarang di dalam kawasan sekolah tersebut.
Editor : Syahaamah Fikria