RADARSOLO.COM - Sebanyak 132.272 keluarga penerima manfaat (KPM) tercatat telah mengalami graduasi atau tidak lagi menerima bantuan sosial (bansos) hingga triwulan III 2026.
Mereka dinilai telah mengalami peningkatan kondisi ekonomi sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.
Kondisi tersebut membuat masyarakat yang selama ini mendapatkan bansos perlu memastikan kembali status kepesertaannya.
Pengecekan dapat dilakukan secara mandiri melalui laman resmi Kementerian Sosial di cekbansos.kemensos.go.id.
Berdasarkan data Kementerian Sosial (Kemensos) per Rabu (5/8/2026) yang dilansir Antara, jumlah KPM yang telah graduasi tersebut sudah mencapai 44 persen dari target 300.000 KPM sepanjang 2026.
Penetapan penerima bansos saat ini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Data tersebut diperbarui secara berkala sehingga status penerima bantuan dapat disesuaikan dengan perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Masyarakat bisa mengecek status penerimaan bansos menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Dari pengecekan tersebut, masyarakat dapat mengetahui apakah masih tercatat sebagai penerima bansos atau sudah dinyatakan graduasi.
Cara cek status penerima bansos
Pengecekan status bansos dapat dilakukan secara online. Berikut langkah-langkahnya:
- Buka laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.
- Pilih menu Pencarian Berdasarkan NIK.
- Masukkan NIK 16 digit sesuai yang tertera pada KTP.
- Isi huruf kode atau captcha yang muncul di layar.
- Klik tombol Cari Data.
- Sistem akan menampilkan informasi status kepesertaan bansos apabila data ditemukan.
Siapa yang berpotensi tidak lagi menerima bansos?
Graduasi merupakan kondisi ketika KPM tidak lagi mendapatkan bantuan sosial karena tingkat kesejahteraannya meningkat dan keluarga tersebut dinilai sudah mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut graduasi, khususnya bagi penerima yang secara sukarela mengundurkan diri dari kepesertaan bansos, menjadi salah satu tanda positif dalam upaya memperbaiki ketepatan sasaran penerima bantuan.
"Graduasi terutama yang mengundurkan diri secara sukarela merupakan indikator positif perbaikan pendataan penerima manfaat berbasis DTSEN yang digencarkan, dengan tujuan mengentaskan kemiskinan berkelanjutan," ujar Saifullah.
Kemensos mencatat sebanyak 132.272 KPM yang telah mengalami graduasi hingga triwulan III 2026. Jumlah tersebut terdiri atas:
- 51.272 KPM penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
- 81.000 KPM penerima Bantuan Pangan Nontunai (BPNT)/Program Sembako.
Dengan adanya pembaruan data melalui DTSEN, status penerima bansos dapat berubah mengikuti kondisi sosial ekonomi masing-masing keluarga.
Karena itu, penerima bansos disarankan melakukan pengecekan secara berkala melalui laman resmi Kemensos.
Editor : Nur PramuditoSumber : cekbansos.kemensos.go.id