RADARSOLO.COM - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meraih penghargaan untuk kategori Special Achievement Award dalam ajang penganugerahan Radar Kudus Award 2026 yang berlangsung di Kabupaten Kudus, Jumat (7/8/2026).
Penghargaan prestisius tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan Ahmad Luthfi yang dinilai sukses menghadirkan berbagai terobosan inovatif dalam menggenjot kemajuan di Provinsi Jawa Tengah.
Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi menyampaikan, penganugerahan ini ditujukan bagi figur-figur pimpinan yang bekerja dengan dedikasi serta nurani untuk menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat luas.
“Prestasi tidak mesti lahir dari kemewahan, tidak harus didukung dengan dana besar, tidak pula dengan fasilitas yang bergelimang. Prestasi sering kali muncul dari kesunyian dan keprihatinan, dari hati dan pikiran yang paling dalam, dari tekad serta kemauan keras, serta dari pikiran yang cerdas,” ungkap Baehaqi.
Ia menyoroti sejumlah program unggulan garapan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah—seperti Sekolah Kemitraan, Sekolah Vokasi, dan Speling (Dokter Spesialis Keliling)—sebagai bentuk inovasi konkret yang dirasakan langsung dampaknya oleh publik.
Merujuk penelusuran Radar Kudus Institute, program-program tersebut dinilai menjadi terobosan segar yang belum banyak diterapkan di daerah lain.
Selain itu, iklim investasi Jawa Tengah yang menunjukkan tren pertumbuhan positif turut menjadi barometer keberhasilan pembangunan di bawah naungan kepemimpinan Ahmad Luthfi.
“Kiranya tidak berlebihan apabila Jawa Pos Radar Kudus mempersembahkan Special Achievement Award kepada Gubernur Jawa Tengah, Bapak Ahmad Luthfi, sebagai sang Pendobrak Kemajuan Jawa Tengah,” tambah Baehaqi.
Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa keterbatasan fiskal dan dinamika geopolitik global menuntut para kepala daerah untuk lebih proaktif menciptakan terobosan dalam memajukan wilayahnya.
Baca Juga: Sebut Jateng 'Minimarket' Bencana, Gubernur Luthfi Minta PMI Tingkatkan Quick Response
“Tidak hanya gubernur, bupati, maupun wali kota, harus mempunyai terobosan-terobosan kreatif untuk membangun wilayah,” kata Ahmad Luthfi.
Menurut Luthfi, seorang pemimpin wajib cermat membaca potensi lokal serta melahirkan kebijakan adaptif yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat tanpa mengesampingkan program-program prioritas.
Luthfi juga menggarisbawahi peran krusial media sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga ruang informasi publik.
Di tengah maraknya maraknya hoax dan ujaran kebencian, media memegang fungsi penting sebagai perekat persatuan sekaligus pengawas sosial (social control).
“Media adalah salah satu alat pemersatu bangsa,” ujarnya seraya mengingatkan pentingnya mekanisme check, recheck, dan final check sebelum informasi dipublikasikan.
Luthfi turut memaparkan strategi Pemprov Jateng dalam memperkuat iklim investasi, salah satunya lewat gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) pada akhir Agustus 2026 mendatang.
Guna menarik perhatian investor global, Pemprov Jateng terus mempermudah skema perizinan, menjamin kepastian hukum, menjaga stabilitas keamanan, serta menyediakan kawasan industri lengkap dengan tenaga kerja terampil.
“Seluruh kabupaten dan kota memiliki potensi masing-masing. Yang harus kita bangun adalah semangat collaborative government (pemerintahan kolaboratif). Tidak ada daerah yang menonjol sendiri. Semua harus tumbuh dan berkembang bersama,” pungkas Luthfi.
Pada malam penganugerahan tersebut, Ahmad Luthfi turut menyerahkan piala Radar Kudus Award 2026 kepada para kepala daerah penerima dari wilayah Kudus, Blora, Rembang, Pati, Jepara, dan Grobogan. (wa)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Pemprov Jateng