RADARSOLO.COM - Nama Tio Ferdian Rahmana (TFR) mendadak menyita perhatian publik usai terseret dalam skandal dugaan kekerasan seksual hingga pemaksaan aborsi terhadap kekasihnya.
Pria yang merupakan Runner Up Raka Jawa Timur 2026 (Raka Jatim) sekaligus alumni Cak Surabaya 2023 ini bahkan resmi dijatuhi sanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari statusnya sebagai tenaga kontrak non-ASN di Pemkot Surabaya.
Seiring mencuatnya kontroversi tersebut, jagat media sosial riuh oleh berbagai spekulasi mengenai latar belakang keluarga Tio.
Hingga kemudian muncul rumor bahwa Tio merupakan anak dari pejabat terpandang atau berasal dari keluarga yang menjadi donatur penting di balik organisasi paguyuban duta wisata.
Lantas, apakah klaim bahwa Tio Ferdian Rahmana adalah anak pejabat dan donatur penting itu benar adanya?
Benarkah Tio Anak Pejabat?
Spekulasi mengenai Tio yang berasal dari keluarga pejabat bermula dari celotehan dan diskusi liar netizen di platform media sosial.
Dalam banyak kasus viral, identitas serta asal-usul figur publik memang sering kali dikuliti oleh pengguna internet.
Namun, berdasarkan penelusuran terhadap berbagai dokumen akademis, arsip kemahasiswaan, hingga pemberitaan resmi, belum ditemukan bukti valid atau sumber kredibel yang mengonfirmasi bahwa Tio Ferdian Rahmana adalah anak pejabat tertentu.
Seluruh rekam jejak resmi yang tercatat di lingkungan kampus tempatnya menimba ilmu hanya menampilkan profil dirinya sebagai mahasiswa dan akademisi biasa, tanpa ada penuangan informasi yang mengaitkan latar belakang keluarganya dengan pejabat pemerintahan.
Oleh karena itu, klaim "anak pejabat" sejauh ini masih tergolong spekulasi anonim yang tidak terverifikasi.
Isu Donatur Penting di Paguyuban Duta Wisata
Selain rumor anak pejabat, beredar pula rumor yang menyebutkan bahwa keluarga Tio memegang peran sebagai donatur utama yang memiliki pengaruh kuat dalam ajang Raka Raki Jawa Timur.
Isu ini berembuk usai publik mempertanyakan prestasinya yang cukup mentereng di kompetisi tersebut.
Sama halnya dengan isu anak pejabat, klaim bahwa keluarga Tio merupakan donatur penting juga tidak didukung oleh data atau pernyataan resmi.
Pihak panitia penyelenggara maupun instansi terkait belum pernah merilis fakta yang membenarkan adanya keterikatan finansial atau peran donatur dari pihak keluarga Tio.
Baca Juga: Kisah Kasmin dan Sukoto, Jaga Api Tradisi Gerabah Di Sekaten Alun-Alun Utara Keraton Solo
Profil dan Rekam Jejak Akademis Tio Ferdian Rahmana
Sebelum tersandung skandal menyuruh perempuan aborsi hingga berujung pada pencopotan jabatan dan pengusutan etik, Runner Up Raka Jatim itu sebenarnya memiliki rekam jejak akademis yang cukup menonjol di bidangnya.
Tio tercatat merupakan lulusan S1 Pendidikan Sejarah Unesa Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Mengawali kiprahnya dengan menyabet gelar Cak Surabaya 2023, Tio kemudian melaju ke tingkat provinsi hingga dinobatkan sebagai Runner-Up 1 Raka Jawa Timur 2026.
Di ajang tersebut, ia juga masuk ke dalam Top 5 Raka Busana Terbaik dan Top 10 Raka Kebudayaan.
Di samping kiprahnya sebagai duta wisata, Tio pernah menerbitkan artikel ilmiah di Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah (2024) mengenai peran Cak Ning dalam promosi wisata Surabay.
Serta beberapa kali menjadi pemateri dalam agenda seminar atau talkshow sejarah di akademinya.
Meski Tio memiliki catatan prestasi akademis dan duta wisata yang cukup aktif, dugaan tindak melanggar hukum dan etika dalam kehidupan pribadinya membuat Pemkot Surabaya mengambil langkah tegas melakukan pemecatan.
Editor : Syahaamah Fikria