Video Viral Promosi Miras Newport Bermodus Hafalan Alquran, Kecaman Publik Makin Meluas

Nur Pramudito • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07 WIB
Video Viral Promosi Miras Newport Bermodus Hafalan Alquran, Kecaman Publik Makin Meluas(Instagram/@@newport.tanpabatas)
Video Viral Promosi Miras Newport Bermodus Hafalan Alquran, Kecaman Publik Makin Meluas(Instagram/@@newport.tanpabatas)

RADARSOLO.COM - Video viral terkait promosi minuman keras (miras) merek Newport tengah menjadi sorotan publik.

Materi promosi yang beredar di media sosial tersebut memperlihatkan tantangan hafalan Alquran yang dikaitkan dengan pemberian hadiah berupa minuman beralkohol.

Promosi Newport itu disebut berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, di salah satu stan dalam festival musik The Sounds Project.

Dalam video yang beredar, seorang pengunjung perempuan terlihat membaca Surat Ad-Dhuha di hadapan stan Newport.

Setelah menyelesaikan hafalan ayat Alquran tersebut, terdengar suara tawa dan sorakan dari orang-orang yang berada di sekitar stan.

Dalam kegiatan itu, peserta disebut mengikuti tantangan untuk memperoleh hadiah berupa minuman beralkohol.

Potongan video tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu kecaman publik.

Banyak warganet menilai penggunaan hafalan Alquran sebagai bagian dari promosi miras tidak pantas dan menyinggung nilai-nilai keagamaan.

Sejumlah pengguna media sosial bahkan menyerukan pemboikotan terhadap produk yang berada di bawah naungan OT Grup.

"Boykot semua produk OT," tulis salah satu pengguna media sosial.

Komentar lain meminta pihak terkait memberikan pertanggungjawaban atas promosi yang dinilai kontroversial tersebut.

"Lucu ya ayat Al-Qur’an buat jualan alkohol? Semoga segera bangkrut ya perusahaan ini," tulis seorang warganet.

Desakan agar persoalan tersebut dibawa ke ranah hukum juga bermunculan. Sejumlah pengguna media sosial meminta pihak berwenang mengambil tindakan dan menyelidiki dugaan pelanggaran yang terjadi dalam kegiatan promosi tersebut.

"Ini yang jualan alkohol bawa-bawa hapalan Al-Qur’an? Jangan sampai ada maaf ya warga," tulis komentar lainnya.

Ada pula warganet yang menyampaikan somasi terbuka melalui media sosial dan meminta pihak Newport memberikan klarifikasi dalam waktu 1x24 jam.

"SOMASI TERBUKA! Saya meminta pihak NEWPXXX atau siapapun yang bertanggung jawab untuk memberikan klarifikasi dan pertanggung jawaban terbuka dalam 1×24 jam. Apabila tidak ada itikad baik saya akan membawa persoalan ini ke ranah hukum," tulis pengguna tersebut.

Kecaman terhadap promosi Newport bermodus hafalan Alquran juga datang dari Ustadz Hilmi Firdausi. Melalui akun X miliknya, @Hilmi28, ia mengunggah ulang video tantangan yang menjadi perbincangan tersebut.

"Untuk Brand Miras Newport, kalian sudah kelewatan, membuat promosi hafal ayat Al-Qur'an ditukar sama Miras. Segera klarifikasi dan minta maaf. Ini sudah masuk ranah penistaan agama!" tulis Hilmi Firdausi pada Senin, 10 Agustus 2026.

Di tengah derasnya kecaman publik, akun media sosial resmi Newport, @newport.tanpabatas, terpantau sudah tidak dapat diakses.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Newport, OT Grup, maupun penyelenggara The Sounds Project terkait video viral promosi miras yang bermodus hafalan Alquran tersebut.

Belum diketahui pula secara resmi tujuan dan konteks lengkap kegiatan yang direkam dalam video tersebut.

Karena itu, informasi mengenai dugaan pelanggaran masih menunggu klarifikasi dari pihak-pihak yang terkait.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena memadukan aktivitas hafalan Alquran dengan promosi produk minuman beralkohol, sehingga memunculkan perdebatan dan kecaman luas di media sosial.

Editor : Nur Pramudito
Sumber : Instagram @newport.tanpabatas
Newport The Sounds Project miras hafalan alquran video viral