RADARSOLO.COM - Tradisi Rabu Wekasan (atau dikenal juga sebagai Rebo Wekasan/Rebo Pungkasan/Rebo Kasan) kembali diperbincangkan umat Islam di Indonesia.
Istilah ini merujuk pada hari Rabu terakhir yang menandai penghujung bulan Safar dalam kalender Hijriah.
Merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 rilis resmi Kementerian Agama (Kemenag), akhir bulan Safar 1448 H jatuh pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Baca Juga: Khutbah Jumat 26 Juni 2026: Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh dan Keberkahan Amal Sunnah
Dengan demikian, peringatan Rabu Wekasan 2026 bertepatan pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Bagi sebagian umat Muslim,penghujung bulan Safar ini menjadi salah satu waktu terbaik untuk melaksanakan berbagai amalan-amalan sunnah.
Lantas, Rabu Wekasan 2026 ini sebenarnya dimulai jam berapa?
Baca Juga: Bulan Imunisasi Anak Sekolah Di Solo: MR 120 Persen, HPV 110 Persen
Kapan Rabu Wekasan 2026?
Perlu diingat kembali bahwa dalam sistem penanggalan Islam (Hijriah), pergantian hari tidak dimulai pada tengah malam (pukul 00.00 WIB), melainkan sejak terbenamnya matahari (waktu Maghrib).
Oleh karena itu, perhitungan waktu Rabu Wekasan 2026 adalah sebagai berikut:
Waktu Dimulai: Selasa malam, 11 Agustus 2026 (tepat setelah azan Maghrib).
Waktu Berakhir: Rabu sore, 12 Agustus 2026 (sebelum memasuki waktu Maghrib).
Hukum dan Waktu Pelaksanaan Shalat Sunnah
Dalam tradisi masyarakat di berbagai daerah, momen Rabu Wekasan kerap diisi dengan amalan keagamaan seperti doa bersama, zikir, membaca ayat-ayat Alquran (ayat selamat), hingga mendirikan shalat.
Dilansir dari NU Online, terkait pelaksanaan shalat ini, panduan dari Pesantren Tebuireng menegaskan bahwa tidak ada syariat shalat khusus bernama "Shalat Rebo Wekasan" dalam ajaran Islam.
Oleh sebab itu, umat Muslim diimbau untuk tidak meyakini adanya shalat khusus yang dikhususkan untuk Rabu Wekasan.
Kendati demikian, umat Islam tetap diperbolehkan menunaikan Shalat Sunnah Mutlak kapan saja (selama bukan di waktu haram sholat).
Baca Juga: Sempat Mangkir dari Pemeriksaan, Eks Kepala Diskuktrans ESDM Karanganyar Kembali Dipanggil Kejari
Pengerjaannya bisa dilakukan sepanjang kurun waktu Rabu Wekasan, yakni mulai Selasa malam (11/8/2026) bakda Maghrib hingga Rabu sore (12/8/2026) sebelum Maghrib.
Bacaan Niat Shalat Sunnah Mutlak (2 Rakaat)
أُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى
"Ushallii sunnatan rak'ataini lillaahi Ta'aalaa."
Artinya: "Aku berniat melaksanakan shalat sunnah dua rakaat semata-mata karena Allah Ta'ala."
Baca Juga: Budi Daya Lele Di Mulur Sukoharjo Sukses, Sekali Panen 1 Ton
Meluruskan Mitos Pembawa Bala di Bulan Safar
Sebagian kalangan masyarakat meyakini adanya mitos bahwa hari Rabu Wekasan/Rebo Wekasan diturunkannya ratusan ribu malapetaka atau mara bahaya.
Padahal secara tegas, Rasulullah SAW telah meluruskan anggapan tersebut dalam hadis shahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim.
"Tidak ada 'adwa, thiyarah, hamah, shafar, dan menjauhlah dari orang yang kena penyakit kusta (lepra) sebagaimana kamu menjauh dari singa."(HR Bukhari dan Muslim) .
Untuk itu, umat Islam diajak untuk menyikapi tradisi Rabu Wekasan 2026 ini secara arif dan bijaksana.
Bukan dengan meyakini mitos kesialan, melainkan dengan memperbanyak amal saleh, bersedekah, serta memohon perlindungan hanya kepada Allah SWT.
Editor : Syahaamah Fikria