Awal Mula Benny Harman Katai 'Otak Kamu Ada Nggak' ke Wartawan, KWP Desak Waketum Demokrat Minta Maaf Pribadi Atau Lanjut ke MKD DPR

Syahaamah Fikria • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:04 WIB
Anggota Komisi III DPR RI Benny K Harman. (JawaPos.com)
Anggota Komisi III DPR RI Benny K Harman. (JawaPos.com)

 

RADARSOLO.COM - Waketum Partai Demokrat sekaligus Anggota Komisi III DPR RI Benny K Harman memantik kontroversi dan kecaman usai melontarkan ucapan bernada kasar "otak kamu ada nggak" kepada wartawan.

Hal itu terjadi saat wartawan mewawancarainya terkait konfirmasi agenda ketidakhadiran Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sontak, sikap tersebut memicu protes keras dari Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP). KWP menilai pernyataan tersebut amat merendahkan harkat serta martabat profesi pers.

Baca Juga: Ke Mana Menko PMK Pratikno Sekarang? Ini Kabar Terbarunya Usai Kondisi Dirumorkan  Sakit dan Mundur dari Kabinet Prabowo 

Awal Mula Kejadian

Insiden ini terjadi pada Selasa (11/8/2026) di area Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. 

Saat itu, sejumlah wartawan mencegat Benny Harman untuk mengonfirmasi kehadiran SBY dalam agenda Sidang Tahunan MPR serta Upacara HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara.

Baca Juga: Polres Sragen Buru Pelaku Penggelapan Sepeda Motor hingga Demak

Benny lantas membeberkan bahwa SBY sedang berada di Amerika Serikat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan (check-up) hingga akhir bulan.

"Jadi (SBY) nggak datang 17 Agustus, Pak?" tanya wartawan.

Benny menjawab jika pada tanggal itu SBY masih di luar negeri.

 

"Kalau ke sana (Amerika), mau hadir gimana," jawab dia.

Situasi memanas ketika wartawan kembali mempertegas dan mengonfirmasi ulang pernyataan tersebut untuk memastikan ketidakhadiran SBY pada momen 17 Agustus.

"Oh, berarti tidak hadir di Istana maupun Sidang Tahunan?" tanya wartawan kembali.

Baca Juga: Cara Mengecek Termasuk Desil Berapa, Apakah Bakal Terima Bansos Lagi di Tahap 3 Agustus 2026?

Namun, pertanyaan ulang yang merupakan penegasan dari wartawan itu justru dijawab dengan nada tinggi oleh Benny. 

"Woi, kau otak kamu ada nggak. Saya jelaskan gitu kok. Iya kan. Kalau dia sudah check up di sana sampai akhir bulan, kok masih nanya lagi, banyak wartawan yang aneh-aneh sekarang ini," papar dia.

KWP Desak Minta Maaf Pribadi atau Berlanjut ke MKD

Ujaran tajam Benny Harman serta-merta direspons keras oleh wadah wartawan parlemen. 

Baca Juga: Menara Eiffel Bambu 22 Meter Berdiri Megah Di Nguter Sukoharjo

Wakil Ketua KWP Erwin Siregar menegaskan bahwa mengonfirmasi ulang sebuah informasi adalah prosedur standar dan hak mutlak dalam tugas jurnalistik demi menghasilkan berita yang presisi.

"Kami menyayangkan dan mengecam pernyataan yang merendahkan dari Pak Benny K Harman. Seharusnya bisa dijawab baik-baik karena media bertanya juga secara baik-baik. Apabila media bertanya secara berulang, itu memang perlu untuk konfirmasi ulang," kata Erwin.

 

KWP menyampaikan tuntutan tegas agar Benny melayangkan permintaan maaf secara pribadi kepada wartawan yang bersangkutan serta kepada publik. 

Erwin mewanti-wanti jika iktikad baik tersebut tidak dipenuhi, pihaknya akan membawa masalah ini ke meja Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI atas dugaan pelanggaran kode etik pejabat publik.

Klarifikasi dan Permohonan Maaf Benny Harman

Mendengar respons keras dari kalangan jurnalis, Benny akhirnya memberikan tanggapan dan permohonan maaf. 

Baca Juga: Rumah di Karangasem Terancam Dikosongkan, Dua Bersaudara Pertanyakan Proses Lelang

Ia mengaku tidak bermaksud jahat atau bermaksud merendahkan institusi pers secara mendalam.

Benny berdalih bahwa nada bicaranya mencetus lantaran ia merasa pertanyaan yang sama terus diulang padahal jawaban dasar sudah diberikan secara jelas.

"Tadi teman-teman tanya lagi, kalau beliau (SBY) sampai di sana akhir bulan ya otomatislah beliau nggak bisa hadir. Tapi itu bukan konteksnya, jadi saya mohon maaf kalau tadi merasa tersinggung. Tapi tadi nggak ada soal yang lebih lah, itu bukan isu utamanya ya," ucap Benny.

Editor : Syahaamah Fikria
benny harman wartawan sby anggota dpr ri partai demokrat