RADARSOLO.COM - Perayaan HUT ke-201 Kabupaten Wonosobo pada Minggu (9/8/2026) jadi sorotan usai puluhan balon udara bergambar wajah Presiden Prabowo Subianto serta logo program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih diterbangkan di Alun-Alun Wonosobo.
Aksi penerbangan balon udara berilustrasi program pemerintah ini lantas viral dan memicu gelombang kritik tajam dari para pecinta budaya dan komunitas lokal.
Tagar #savebalonwonosobo bergema luas di media sosial sebagai bentuk penolakan atas dugaan politisasi tradisi lokal.
Siapa yang Terbangkan Balon Udara Prabowo?
Inisiatif penerbangan balon udara bertema program pemerintah tersebut digagas oleh relawan Gerakan Mantep Pilih Prabowo (GMPP).
Ketua Panitia Acara, Abdul Ghoni, membeberkan bahwa ada sekitar 30 balon yang diterbangkan untuk memeriahkan HUT Wonosobo sekaligus menjadi sarana edukasi kebijakan publik.
Selain gambar Prabowo, MBG, dan Kopdes Merah Putih, beberapa balon juga membawa visual Rumah Gizi Merah Putih, Jembatan Garuda, hingga Sekolah Rakyat.
Pihak panitia berargumen bahwa tradisi balon udara sangat efektif menarik perhatian khalayak luas dari berbagai daerah.
"Program-program itu kami angkat karena tujuannya untuk pemerataan ekonomi di seluruh desa di Indonesia. Kami ingin masyarakat mengetahui manfaat yang ingin dicapai pemerintah," tutur Abdul Ghoni.
Perlawanan Komunitas Lokal
Di balik alasan sosialisasi tersebut, para perajin dan pegiat balon udara tradisional Wonosobo merasa terpukul.
Mereka menilai atraksi budaya yang diperjuangkan bertahun-tahun demi menjaga kearifan lokal justru ditumpangi oleh kepentingan politik praktis.
Melalui rilis di akun Instagram resmi mereka, Komunitas Balonwonosobo menegaskan bahwa mereka berdiri netral dan tidak terafiliasi dengan kelompok politik mana pun.
"Diperjuangkan dan diperkenalkan ke penjuru negeri selama bertahun-tahun, rusak begitu saja oleh kepentingan politik. #savebalonwonosobo," tulis Komunitas Balonwonosobo dalam unggahan resminya.
Gelombang penolakan ini dengan cepat menjalar dan disuarakan secara serentak oleh berbagai akun komunitas kreator balon udara lokal di Wonosobo.
"Politik berkedok tradisi. #savebalonwonosobo," demikian postingan akun @balakka_official yang di-repost komunitas.
Baca Juga: Pemilihan BPD Serentak di Sragen Kembali Bermasalah, Perubahan Jadwal Picu Dugaan Kecurangan
"Jangan kaitkan tradisi dengan politik. #savebalonwonosobo," tulis @kemiri_baloncreative.
"Tradisi bukanlah politik," tulis @balon_mbulu.official.
"Jangan ada lagi penumpang gelap," tulis @balon_gumingsir.id.
"Kami tidak berdiri di sisi siapa pun. Tim kami memilih untuk tetap netral. Yang kami perjuangan hanyalah agar tradisi dan budaya tetap menjadi ruang yang menyatukan, bukan sesuatu yang memisahkan. Mari jaga langit Wonosobo tetap indah, sebagaimana seharusnya sebuat tradisi dijaga dengan kebersamaan, bukan kepentingan," tulis @balon_marang.
Editor : Syahaamah Fikria