Wacana Pertalite Mau Dibatasi, Kelompok dan Kategori Ini Terancam Tak Lagi Dapat Subsidi

Nur Pramudito • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:53 WIB
Wacana Pertalite Mau Dibatasi, Kelompok dan Kategori Ini Terancam Tak Lagi Dapat Subsidi (Dok. Pertamina)
Wacana Pertalite Mau Dibatasi, Kelompok dan Kategori Ini Terancam Tak Lagi Dapat Subsidi (Dok. Pertamina)

RADARSOLO.COM - Pemerintah kembali membuka wacana Pertalite dibatasi untuk kelompok masyarakat tertentu.

Jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan, tidak semua kendaraan maupun masyarakat nantinya bisa membeli BBM subsidi jenis Pertalite seperti saat ini.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pemerintah sedang membahas kemungkinan membatasi subsidi Pertalite bagi masyarakat yang masuk desil 9 dan desil 10.

Kedua kelompok tersebut merupakan kategori masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tertinggi dalam pemetaan sosial ekonomi nasional.

Pembahasan itu dilakukan Purbaya bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Meski demikian, Purbaya menegaskan kebijakan tersebut belum berlaku saat ini.

"Kita membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9-10. Supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap," kata Purbaya setelah rapat koordinasi dengan Bahlil.

Menurut dia, pemerintah masih mempelajari sistem yang paling tepat agar pembatasan subsidi dapat dilakukan secara bertahap dan penyaluran BBM bersubsidi semakin tepat sasaran.

Kelompok Desil 9 dan 10 Jadi Sasaran

Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi.

Data tersebut tidak hanya melihat penghasilan, tetapi juga sejumlah variabel lain.

Mengacu pada data sosial ekonomi pemerintah, penilaian mencakup kondisi individu, perumahan, hingga kepemilikan aset.

Beberapa indikator yang diperhitungkan antara lain pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, daya listrik, serta kepemilikan aset.

Masyarakat kemudian dikelompokkan ke dalam 10 desil. Setiap desil mencakup sekitar 10 persen keluarga di Indonesia.

Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kategori dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Dengan demikian, kelompok desil 9 dan 10 merupakan sekitar 20 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi berdasarkan pemetaan tersebut.

Karena itu, status desil tidak dapat ditentukan hanya dari besaran gaji atau pengeluaran bulanan seseorang.

Pertalite Dibatasi Berdasarkan Jenis Kendaraan

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pembatasan subsidi juga akan berkaitan dengan jenis kendaraan yang digunakan masyarakat.

Menurut Bahlil, subsidi seharusnya diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan. Ia menilai kendaraan mewah seharusnya tidak menikmati BBM bersubsidi.

"Masa orang kaya harus kita subsidi, contoh Pertalite, desil 9, desil 10 masih kena, masih dapat subsidi," ujar Bahlil.

Ia menambahkan, pemerintah tengah membahas sistem yang nantinya digunakan untuk memastikan subsidi BBM lebih tepat sasaran.

Bahlil juga memberi gambaran bahwa kategori kendaraan dapat menjadi salah satu pertimbangan.

"Nanti menyangkut pembatasan itu nanti kan ada jenis kendaraan. Jangan pakai BMW, pakai Mercy, masa pakai minyak subsidi," katanya.

Artinya, wacana Pertalite dibatasi tidak hanya berpotensi menggunakan kategori kesejahteraan masyarakat, tetapi juga dapat mempertimbangkan jenis kendaraan yang digunakan.

Kapasitas Mesin Bisa Jadi Dasar Pembatasan

Wacana pembatasan Pertalite berdasarkan jenis kendaraan sebenarnya bukan hal baru.

Pemerintah sebelumnya juga sempat membahas pembatasan berdasarkan kapasitas mesin kendaraan.

Pada Mei 2026, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha mengatakan pembatasan Pertalite dapat diatur melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian, dan harga jual eceran BBM.

Jika pembatasan menggunakan jenis kendaraan dan kapasitas mesin, pemerintah memperkirakan konsumsi BBM subsidi dapat ditekan sekitar 10-15 persen.

"Kalau berdasarkan CC dan jenis kendaraan itu potensi hematnya, hitungan kami itu 10-15% daripada volume," ujar Satya.

Sebelumnya juga sempat muncul rencana pembatasan Pertalite untuk mobil dengan kapasitas mesin maksimal 1.400 cc.

Sementara kendaraan pengguna solar subsidi disebut akan dibatasi berdasarkan kapasitas mesin maksimal 2.000 cc.

Namun, hingga kini belum ada keputusan final mengenai batas kapasitas mesin maupun jenis kendaraan yang nantinya diperbolehkan membeli Pertalite.

Cara Cek Kategori Desil Menggunakan NIK

Masyarakat yang ingin mengetahui apakah dirinya masuk kategori desil 9 atau 10 dapat mengecek data kesejahteraan melalui layanan Cek Bansos.

Pengecekan dapat dilakukan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai data KTP.

Melalui situs Cek Bansos, masyarakat dapat mengikuti langkah berikut:

  1. Buka situs Cek Bansos Kemensos.
  2. Masukkan data wilayah sesuai domisili.
  3. Masukkan nama sesuai KTP.
  4. Ketik kode verifikasi yang tersedia.
  5. Klik tombol pencarian.
  6. Periksa informasi desil dan status bantuan sosial yang ditampilkan.

Selain melalui situs, pengecekan juga dapat dilakukan menggunakan aplikasi Cek Bansos.

Data desil bersifat dinamis sehingga dapat berubah mengikuti kondisi sosial ekonomi terbaru.

Jika data yang tercantum tidak sesuai kondisi sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui desa atau kelurahan, dinas sosial, maupun aplikasi Cek Bansos.

Data yang diperbarui selanjutnya akan melalui proses pemutakhiran dan penghitungan kembali secara berkala.

Belum Berlaku, Masih Sebatas Wacana

Meski pemerintah mulai membahas kategori masyarakat yang berpotensi tidak lagi memperoleh subsidi Pertalite, kebijakan tersebut belum resmi diberlakukan.

Artinya, wacana Pertalite dibatasi untuk kelompok desil 9 dan 10 masih dalam tahap pembahasan.

Pemerintah juga belum menetapkan secara final mekanisme pembatasan, jenis kendaraan yang terdampak, maupun kapan kebijakan tersebut mulai diterapkan.

Jika nantinya diberlakukan, kelompok dan kategori masyarakat yang dianggap mampu berpotensi diarahkan menggunakan BBM nonsubsidi sehingga subsidi Pertalite dapat lebih fokus diberikan kepada masyarakat yang dinilai berhak.

Editor : Nur Pramudito
Sumber : ANTARA
pertalite konsumsi bbm Desil Pembatasan Pertalite BBM subsidi