Polisi Tangkap Laki-Laki dan Perempuan Kasus Miras Challenge Hafalan Al-Quran, Bakal Seret Pelaku Lain Usai E dan R?

Syahaamah Fikria • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:51 WIB
Polemik Promosi Miras Newport Pakai Tantangan Hafalan Alquran di Festival Musik, MC Sampaikan Permintaan Maaf (threads/ustadzrendy)
Polemik promosi miras Newport pakai challenge hafalan Al-Quran di Festival Musik.  (threads/ustadzrendy)

 

RADARSOLO.COM - Polisi telah mengamankan dua orang terkait kasus dugaan penistaan agama berupa aksi tantangan (challenge) hafalan ayat suci Al-Quran berhadiah minuman keras (miras) pada gelaran musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara.

Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Oki Waskito mengonfirmasi bahwa penyidik telah menangkap dua orang yang diduga kuat terlibat langsung dalam aksi penistaan agama tersebut.

"Pelaku penistaan saat ini sudah diamankan di Polres Metro Jakarta Utara. Terdiri dari seorang perempuan berinisial R dan pria berinisial E," ungkap Kombes Oki Waskito kepada awak media, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: Kronologi Video Viral Promosi Miras Newport Modus Hafalan Alquran di The Sounds Project, Tuai Kecaman

Polisi kini bergerak maraton melakukan pemeriksaan mendalam untuk menentukan peran masing-masing. 

Pihak penyidik juga mengamankan dua barang bukti elektronik utama yang bakal dijadikan pijakan kuat pengusutan kasus penistaan agama ini ke tingkat penyidikan.

Mungkinkan Ada Pelaku Lain yang Terseret?

Langkah kepolisian dipastikan tidak berhenti pada penangkapan E dan R saja. 

Baca Juga: Polemik Promosi Miras Newport Pakai Tantangan Hafalan Alquran di Festival Musik, MC Sampaikan Permintaan Maaf

Hingga kini, penyidik sedikitnya sudah memeriksa enam orang saksi dari berbagai unsur terkait.

Kombes Oki menegaskan tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah seiring berjalannya pendalaman materi perkara.

 

"Tidak menutup kemungkinan untuk merembet ke pihak lain. Sementara ada dua itu yang kita amankan. Kita masih melakukan pendalaman," tegasnya.

Penyelenggara dan Pihak Brand Minta Maaf

Kejadian yang berlangsung di booth merek minuman Newport saat gelaran The Sounds Project pada Minggu (9/8/2026) mendulang kecaman bertubi-tubi.

Pihak The Sounds Project menyatakan kekecewaan mendalam dan mengutuk keras pemanfaatan simbol agama untuk kepentingan promosi. 

Baca Juga: Tak Dapat Gerhana Matahari Total, Tapi Ada Hujan Meteor Perseid: Jam Berapa Bisa Dilihat di Indonesia? Cek Waktu Puncaknya

Penyelenggara menegaskan tidak pernah menyetujui ajang tersebut dan telah melayangkan teguran keras kepada pihak sponsor agar bertanggung jawab secara hukum.

Sementara itu, Direktur Newport Handoko Sasongko menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada umat Islam dan tokoh masyarakat. 

Ia mengklaim bahwa aksi tersebut sama sekali bukan bagian dari konsep promosi resmi maupun arahan dari pihak brand, melainkan ulah spontan dari pengunjung yang mengambil alih mikrofon MC di lapangan.

Baca Juga: Misteri Penemuan Mayat Diborgol di Karangtengah Wonogiri Terungkap

Rumah Orang Tua MC Sempat Didatangi Ormas

Kemarahan warga dan organisasi kemasyarakatan (ormas) sempat tak terbendung. 

 

Pada Selasa (11/8/2026) malam, kediaman yang diduga milik MC acara di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi, mendadak didatangi rombongan massa.

Kapolsek Rawalumbu Kompol Akhmadi membenarkan adanya pergerakan massa tersebut.

Namun, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk memberikan pemahaman hingga massa akhirnya membubarkan diri secara tertib.

Dari hasil konfirmasi kepolisian, bangunan tersebut merupakan rumah mendiang orang tua sang MC, dan saat kejadian penggerebekan berlangsung, sang MC sedang tidak berada di tempat.

Editor : Syahaamah Fikria
Newport hafalan Al-Quran penistaan agama miras challenge