RADARSOLO.COM - Desil 9 dan Desil 10 bedanya apa? Pertanyaan ini kembali menjadi perhatian setelah pemerintah berencana memperketat penyaluran Pertalite sebagai BBM subsidi.
Golongan masyarakat yang masuk Desil 9 dan Desil 10 berpotensi tidak lagi diperbolehkan membeli Pertalite dan harus beralih ke BBM nonsubsidi seperti Pertamax.
Pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) saat ini tengah mematangkan skema pengetatan penyaluran Pertalite.
Kebijakan tersebut ditujukan agar anggaran subsidi yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah dapat lebih tepat sasaran dan tidak banyak dinikmati masyarakat berpenghasilan tinggi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, masyarakat yang berada dalam kategori Desil 9 dan Desil 10 berpotensi menjadi kelompok yang tidak dapat membeli BBM subsidi.
"Desil 9 dan 10 tidak bisa beli yang bersubsidi. Mesti bayar harga Pertamax atau yang lain," tegas Menkeu Purbaya, Rabu (12/8/2026).
Lantas, Desil 9 dan Desil 10 bedanya apa? Siapa saja golongan masyarakat yang masuk ke dalam kategori tersebut?
Memahami Arti Desil 9 dan Desil 10
Berdasarkan indikator Badan Pusat Statistik (BPS) dan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia dibagi ke dalam 10 kelompok atau desil.
Setiap desil mencakup sekitar 10 persen dari total populasi rumah tangga. Semakin tinggi angka desil, semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan kelompok masyarakat tersebut.
Dengan demikian, Desil 9 dan Desil 10 merupakan dua kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
1. Desil 9, Kelompok Masyarakat Kaya
Desil 9 merupakan 10 persen kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tertinggi kedua setelah Desil 10.
Golongan masyarakat dalam Desil 9 umumnya memiliki pekerjaan formal dengan penghasilan profesional, menjalankan usaha dengan kondisi aset yang stabil, atau tinggal di rumah permanen dengan fasilitas relatif lengkap, terutama di wilayah perkotaan.
Kelompok ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan sekunder hingga tersier dengan lebih mudah. Mereka juga umumnya memiliki tabungan atau investasi serta kendaraan bermotor lebih dari satu unit di dalam rumah tangga.
2. Desil 10, Kelompok Masyarakat Sangat Kaya
Lantas, Desil 10 bedanya apa dengan Desil 9?
Desil 10 merupakan 10 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi atau berada di posisi teratas dalam pembagian desil.
Golongan masyarakat yang masuk Desil 10 dapat mencakup pengusaha besar, pejabat tinggi, profesional senior, hingga pemilik aset dengan nilai sangat besar.
Mereka umumnya memiliki mobil mewah, lebih dari satu properti berupa rumah atau tanah, pola konsumsi kelas atas, serta kemampuan investasi dalam skala besar.
Kenapa Desil 9 dan Desil 10 Jadi Sasaran Pembatasan Pertalite?
Rencana pembatasan Pertalite untuk Desil 9 dan Desil 10 berkaitan dengan upaya pemerintah memperbaiki penyaluran BBM subsidi agar lebih tepat sasaran.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyoroti masih adanya masyarakat mampu yang menggunakan BBM subsidi.
Berdasarkan temuan di lapangan, kendaraan pribadi milik warga dari kelompok Desil 9 dan Desil 10 masih ditemukan mengantre untuk mendapatkan BBM subsidi di SPBU.
"Sebagian subsidi tidak tepat sasaran. Masa orang kaya harus kita subsidi? Contoh, Pertalite. Desil 9, desil 10 masih dapat subsidi," ujar Bahlil.
Pemerintah menegaskan, rencana pembatasan tersebut diprioritaskan untuk kendaraan roda empat atau mobil milik masyarakat yang tergolong mampu.
Sementara itu, kendaraan roda dua atau sepeda motor dipastikan tidak menjadi sasaran pembatasan Pertalite tersebut.
Kuota Pertalite 2026 Juga Jadi Pertimbangan
Pengetatan pembelian Pertalite juga berkaitan dengan upaya pemerintah menjaga kuota dan anggaran subsidi BBM dalam APBN.
Kuota Pertalite dalam APBN 2026 ditetapkan sebesar 29,27 juta kiloliter (KL). Jumlah tersebut turun 6,28 persen dibandingkan kuota pada tahun sebelumnya.
Hingga 30 Juni 2026, konsumsi Pertalite telah mencapai 13,96 juta KL. Artinya, masih tersisa sekitar 15,31 juta KL untuk memenuhi kebutuhan pada paruh kedua 2026.
Melalui pembatasan secara bertahap terhadap masyarakat yang masuk Desil 9 dan Desil 10, pemerintah berharap penggunaan BBM subsidi menjadi lebih tepat sasaran.
Kebijakan tersebut juga diharapkan dapat menjaga kesehatan APBN sehingga anggaran subsidi BBM dapat lebih banyak diarahkan kepada masyarakat pada kelompok kesejahteraan bawah, khususnya Desil 1 hingga Desil 4 yang dinilai lebih membutuhkan bantuan subsidi.
Editor : Nur PramuditoSumber : ANTARA