RADARSOLO.COM – Perayaan Hari Kemerdekaan identik dengan upacara, perlombaan, panggung hiburan, hingga pesta kembang api. Namun, cara masyarakat menikmati pertunjukan kemerdekaan kini mulai berkembang.
Teknologi membuat hiburan yang sebelumnya hanya mengandalkan panggung dan cahaya kembang api dapat dikemas dalam bentuk yang lebih interaktif dan spektakuler.
Baca Juga: Sering Dipakai di Sekolah dan Kampus, Istilah Pendidikan Ini Ternyata Berasal dari Bahasa Belanda
Kehadiran teknologi tersebut menunjukkan bahwa pertunjukan kemerdekaan tidak lagi hanya mengandalkan hiburan konvensional. Langit dan bangunan kini dapat menjadi bagian dari layar pertunjukan.
Drone Menggambar di Langit
Drone light show menggunakan sejumlah drone yang dilengkapi lampu untuk membentuk pola atau gambar tertentu di udara. Drone bergerak secara terkoordinasi sehingga dapat menciptakan berbagai bentuk ketika dilihat dari kejauhan.
Teknologi ini memungkinkan penyelenggara menampilkan tulisan, logo, simbol, hingga animasi tiga dimensi di langit. Jumlah drone yang digunakan juga dapat mencapai ratusan bahkan ribuan unit dalam pertunjukan berskala besar.
Di Indonesia, teknologi tersebut sudah digunakan dalam berbagai acara. Salah satu penyedia jasa drone light show bahkan mencatat penggunaan hingga ribuan drone dalam pertunjukan festival dan acara berskala besar.
Bangunan Bisa Menjadi Layar
Selain drone, ada pula video mapping. Berbeda dari layar biasa, teknologi ini memproyeksikan gambar atau animasi ke permukaan bangunan sehingga bentuk visual dapat mengikuti struktur objek tersebut.
Dinding gedung, monumen, atau bangunan bersejarah dapat diubah menjadi media pertunjukan. Gambar yang diproyeksikan kemudian dapat bergerak, berubah warna, atau menciptakan ilusi seolah-olah bagian bangunan ikut bergerak.
Teknologi tersebut membuat pertunjukan tidak hanya dinikmati dari panggung. Penonton dapat melihat visual berukuran besar yang memanfaatkan ruang di sekitarnya.
Apa Bedanya dengan Kembang Api?
Kembang api tetap memiliki daya tarik tersendiri. Cahaya yang muncul secara tiba-tiba dan suara ledakannya menciptakan suasana meriah yang sudah lama menjadi bagian dari perayaan besar.
Namun, drone show menawarkan kemungkinan visual yang lebih beragam. Bentuk dan pesan dapat dirancang secara lebih spesifik, kemudian disesuaikan dengan tema acara. Pertunjukan drone juga dapat berlangsung tanpa menghasilkan asap dan suara ledakan seperti kembang api.
Meski begitu, bukan berarti drone otomatis lebih baik. Pertunjukan tersebut membutuhkan perencanaan teknologi, pemrograman penerbangan, area yang aman, serta kondisi cuaca yang mendukung. Gangguan angin atau masalah teknis dapat memengaruhi jalannya pertunjukan.
Hiburan Kemerdekaan Makin Visual
Perubahan tersebut menunjukkan bagaimana teknologi ikut mengubah cara sebuah perayaan dikemas. Jika sebelumnya perhatian penonton terutama diarahkan pada panggung atau ledakan kembang api di langit, kini langit, gedung, cahaya, dan perangkat digital dapat menjadi bagian dari pertunjukan.
Pada akhirnya, teknologi bukan sekadar membuat perayaan terlihat lebih canggih. Penggunaan drone show dan video mapping membuka cara baru untuk menyampaikan cerita, simbol, dan suasana kemerdekaan melalui visual.
Perayaan 17 Agustus pun tidak hanya terdengar dari lagu dan riuh penonton, tetapi juga dapat terlihat bergerak di langit dan menari di permukaan bangunan. (inayah choirunisa)
Editor : Kabun Triyatno