RADARSOLO.COM - Penasaran ingin tahu apa saja hidangan yang dilahap anak di sekolah hari ini? Saat ini, Badan Gizi Nasional (BGN) menyediakan portal digital bernama Radar MBG.
Situs ini dibangun untuk menampilkan data pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya mengenai informasi menu makanan yang disajikan di sekolah-sekolah penerima secara realtime.
Lantas, apa sebenarnya Radar MBG dan bagaimana cara kerjanya?
Baca Juga: Tak Layak Konsumsi, 2.957 Porsi Menu MBG di Karanganyar Dimusnahkan
Apa Itu Radar MBG?
Radar MBG merupakan laman informasi publik yang dikembangkan oleh Badan Gizi Nasional.
Fungsi utamanya adalah menyajikan data operasional distribusi makanan dalam Program MBG secara terbuka.
Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menyatakan, pembentukan portal ini dimaksudkan agar pihak-pihak terkait memiliki akses informasi mengenai pelaksanaan program di tingkat sekolah.
"Kami sudah menyiapkan portal, di mana masyarakat, khususnya orang tua, guru, kepala sekolah, kepala daerah, kemudian dinas, itu bisa ikut mengawasi," kata Sudaryono dalam keterangan tertulis.
Informasi Apa Saja yang Bisa Diakses di Radar MBG?
Melalui platform tersebut, pengguna dapat melihat beberapa rincian data harian, di antaranya:
- Daftar Sekolah: Nama-nama sekolah yang tercatat sebagai penerima distribusi program.
- Menu Harian: Jenis hidangan yang disajikan pada hari berjalan.
- Foto Makanan: Tampilan dokumentasi porsi makanan dari lokasi penyedia.
Baca Juga: Pemerintah Buka 4.770 Formasi CPNS 2026 lewat Sekolah Kedinasan, Cek Rinciannya
- Kandungan Nutrisi: Informasi mengenai komposisi gizi pada menu yang dibagikan.
- Identitas Dapur (SPPG): Informasi mengenai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang memproduksi makanan tersebut.
Pelaporan Digital Dapur Penyedia
Agar data yang tersaji di Radar MBG selalu up-to-date, BGN mewajibkan seluruh unit dapur atau SPPG untuk melakukan pelaporan berbasis digital secara rutin, mulai dari tahap olah bahan hingga penyajian.
Saat ini, tingkat kepatuhan pengisian data digital dari dapur penyedia sudah menembus angka sekitar 85 persen.
Pihak BGN terus memperketat aturan agar seluruh dapur produksi mengunggah foto dan data nutrisi tepat waktu.
Apabila masyarakat menemukan tampilan menu yang gambarnya belum muncul di situs, hal itu menandakan pihak dapur produksi lokal belum mengunggah laporan dokumentasi pada hari tersebut.
Editor : Syahaamah Fikria