Presiden Prabowo Akan Produksi Massal Mobil Listrik Nasional pada 2028: Seandainya Tucuxi Tidak Menabrak Tebing di Tawangmangu Karanganyar

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 19:06 WIB

 

Dahlan Iskan, yang kala itu menjabat Menteri BUMN "memandikan" mobil listrik Tucuxi di halaman kantor Radar Solo, Jalan Kebangkitan Nasional, Sriwedari, Laweyan, Solo sebelum digunakan menuju Surabaya, Sabtu (5/1/2013. (Andika Betha/ANTARA)
Dahlan Iskan, yang kala itu menjabat Menteri BUMN "memandikan" mobil listrik Tucuxi di halaman kantor Radar Solo, Jalan Kebangkitan Nasional, Sriwedari, Laweyan, Solo sebelum digunakan menuju Surabaya, Sabtu (5/1/2013. (Andika Betha/ANTARA)

RADARSOLO.COM-Pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo.

Ditandai dengan rencana produksi massal mobil listrik nasional paling lambat 2028. 

Rencana itu disampaikan Prabowo saat meluncurkan Motor Listrik Nasional beserta Ekosistem Pendukung di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: BYD Racco vs Wuling Aira EV, Siapa Lebih Unggul di Pasar Mobil Listrik Mungil?

Menoleh ke belakang, 13 tahun lalu, Tucuxi, pernah menjalani tes melaju jarak jauh.

Pada Sabtu (5/1/2013), Dahlan Iskan, Menteri BUMN kala itu menyetir sendiri Tucuxi.

Berangkat dari kantor Jawa Pos Radar Solo di Jalan Kebangkitan Nasional No. 37, Sriwedari, Laweyan, Kota Solo.

Targetnya menuju Surabaya dengan rute Solo, Tawangmangu, Magetan, dan seterusnya.

Tapi nahas, di perbukitan kawasan Tawangmangu, Karanganyar, Tucuxi yang dikemudikan Dahlan Iskan mengalami kecelakaan.

Baca Juga: Honda Super One vs Wuling Aira EV: Perbandingan Mobil Listrik dengan Selisih Harga 250 Juta, Apa Saja Perbedaannya?

Kecelakaan tersebut menjadi sorotan publik dan memicu berbagai pertanyaan mengenai kesiapan teknologi mobil listrik buatan dalam negeri.

Mengubur mimpi besar anak bangsa memproduksi mobil listrik secara mandiri.

Diketahui, Tucuxi merupakan rancangan Danet Suryatama yang dikerjakan rumah bengkel modifikasi Kupu Kupu Malam di Yogyakarta pada 2012.

Mempunyai kemampuan setara dengan mobil berbahan bakar BBM kapasitas 3.500 cc.

Kala itu Dahlan menjelaskan, belanja negara untuk subsidi BBM mencapai Rp200 triliun lebih, hanya untuk dibakar.

Baca Juga: 10 Mobil Listrik Murah di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp119 Jutaan Berkat Promo

Menurutnya, siapapun presidennya, selalu direpotkan soal BBM.

"Jika ada kemauan kuat untuk mengganti BBM dengan listrik ini. Saya sudah mencoba kreasi putra bangsa, yakni mobil Ahmad dengan mengendarainya sejauh 1.000 kilometer," kata Dahlan dikutip dari antaranews.com.

Tucuxi yang mengalami peristiwa nahas memantik perhatian Prof Dr HM Norsanie Darlan, pengamat sosial ekonomi dan kemasyarakatan dari Universitas Palangkaraya (Unpar) Kalimantan Tengah.

Ia berpendapat, Tucuxi mobil listrik nasional merupakan "ajang promosi" bagi Indonesia.

"Sebab itu, sebagai bangsa yang besar, kita harus berbangga hati atas kehadiran Tucuxi, sebuah mobil karya cipta anak bangsa sendiri," jelasnya dikutip dari perbincangan dengan ANTARA Kalimantan Selatan, di Banjarmasin.

Baca Juga: Mobil Listrik Murah di Bawah 200 Juta Ramaikan GIIAS 2026, Berikut Daftar Harga Lengkapnya

Soal peristiwa di Tawangmangu, Norsanie sependapat dengan Faisal Halimi atas kontroversi di media masa merupakan hak semua orang.

"Seharusnya kita bersyukur, bahwa ada dari ratusan juta anak bangsa, punya karya cipta diantaranya mobil Tucuxi yang sementara ini di sebut-sebut milik Dahlan Iskan," lanjutnya.

Menurut Norsanie, tidak mungkin semua produk, langsung jadi dan selalu baik. Pasti ada sesuatu sebagai kendala dan harus diperbaiki.

Ia mencontohkan, banyak kendaraan buatan luar yang belum matang uji cobanya seperti, Kymco Trend Jetmatic yang menelan kurban, serta adanya penarikan produk mobil tertentu karena ada alat yang belum layak pakai.

"Kenapa hal itu tidak kita ributkan. Padahal meributkan produk dalam negeri ada kemungkinan menurunkan minat pembeli untuk produk Indonesia. Baik sesama warga Indonesia, maupun bangsa lain," lanjutnya. (wa)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : berbagai sumber
tucuxi produksi massal Presiden Prabowo kendaraan listrik mobil listrik