RADARSOLO.COM - Dampak kerusakan dan jatuhnya korban akibat guncangan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memprihatinkan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa jumlah korban jiwa dalam musibah ini melonjak signifikan menjadi 38 orang meninggal dunia.
"Korban terdampak yang pertama adalah korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 sore ini, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia. Kemudian dua jiwa luka berat, 11 luka ringan, serta kurang lebih 2.000 jiwa mengungsi secara mandiri," jelas Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
Baca Juga: Update Gempa NTT Hari Ini: 14 Orang Meninggal Dunia, Ini Rincian Korban dan Dampak Kerusakannya
Kerusakan Fasilitas Umum dan Akses Jalan Lumpuh
Selain menjatuhkan puluhan korban jiwa, guncangan gempa juga memicu dampak material yang cukup parah di sejumlah kawasan terdampak:
Infrastruktur Jalan: Sejumlah titik jalan antarwilayah dilaporkan tertutup material longsor, mengganggu akses evakuasi.
Fasilitas Kesehatan: Banyak fasilitas puskesmas mengalami kerusakan fisik. Sementara itu, satu unit rumah sakit di kawasan Maumere juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Baca Juga: BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Gempa NTT M 7,7 Hari Ini, Sebanyak 54 Gempa Susulan Tercatat
Permukiman Warga: Puluhan rumah penduduk tercatat mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat.
Dipicu Pergerakan Sesar Naik Flores (Flores Back-Arc Thrust)
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi yang awalnya terdeteksi bermagnitudo 7,7 ini berpusat di laut sekitar 36 kilometer arah timur laut Nagekeo dengan kedalaman dangkal.
BMKG menjelaskan bahwa gempa dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust).
Meskipun gempa utama sempat memicu peringatan dini tsunami akibat adanya perubahan kenaikan muka air laut di wilayah pesisir, BMKG telah resmi mengakhiri peringatan tsunami tersebut setelah dipastikan air laut kembali surut normal.
Hingga Sabtu pagi, tercatat ada lebih dari 37 kali gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 3,6 hingga 6,2.
Mengulang Memori Gempa Dahsyat 1992
BMKG mencatat bahwa kawasan busur belakang Flores memang memiliki rekam jejak historis gempa bumi berdaya rusak tinggi.
Pelepasan energi besar dari sesar aktif ini mirip dengan peristiwa gempa dan tsunami dahsyat M 7,5 yang pernah melanda kawasan Flores pada tahun 1992 silam.
Saat ini tim gabungan BNPB, BPBD, Kementerian PU, dan TNI/Polri masih fokus melakukan penanganan darurat serta penyisiran ke daerah-daerah terisolasi.
Editor : Syahaamah Fikria