Peringatan HUT ke-81 Jateng: Kehadiran Program Speling Mengikis Kendala Jarak Bagi Warga

Syahaamah Fikria • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:52 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan Speling.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan Speling.

 

RADARSOLO.COM – Akses menuju rumah sakit bukan perkara mudah bagi Retno, warga Desa Kapulogo, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo.

Dia harus menempuh jarak kurang lebih 36 kilometer agar bisa sampai ke fasilitas kesehatan rujukan terdekat.

Lokasi tempat tinggalnya berada di kawasan paling timur Wonosobo yang berbatasan langsung dengan Magelang. 

Baca Juga: Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Gemilang, Angka Kemiskinan Terus Berkurang

Hambatan menuju tempat pelayanan medis begitu terasa saat ia serta buah hatinya memerlukan penanganan dokter spesialis.

Bagi penduduk yang memiliki kendaraan pribadi, jarak tersebut mungkin masih bisa dijangkau. 

Namun bagi Retno yang terkendala sarana transportasi, bertatap muka dengan dokter spesialis bukanlah hal yang mudah. 

Baca Juga: Kunjungi Kontingen Kwarda Jateng di Jamnas XII, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi: Pramuka Mencetak Calon Pemimpin Masa Depan

Sang anak mengidap penyumbatan pembekuan darah pada otak dan wajib memeriksakan diri secara rutin ke spesialis saraf. 

Faktor keterbatasan finansial dan ketiadaan armada membuat proses pengobatan anaknya sempat terhenti.

Titik terang muncul saat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) di balai desanya pada Kamis, 30 Juli 2026. 

 

Berbagai dokter spesialis diterjunkan untuk memberikan layanan konsultasi, pemeriksaan, hingga obat-obatan tanpa dipungut biaya.

Retno langsung memanfaatkan momentum tersebut. Tidak hanya dirinya yang diperiksa, buah hatinya pun mendapat penanganan spesialis tanpa perlu jauh-jauh pergi ke rumah sakit.

"Saya merasa sangat dibantu. Hambatan kami memang ketiadaan kendaraan, makanya pengobatan sempat terhenti. Lewat acara ini kami bisa berobat kembali," ungkapnya pada Kamis, 30 Juli 2026.

Retno bukan satu-satunya warga yang merasakan manfaat tersebut. 

Baca Juga: Optimalkan Nafsu Makan Balita, Poltekkes Kemenkes Surakarta Latih Tuina Massage di Bibis Luhur Solo

Di beragam wilayah Jawa Tengah, kisah serupa terus bermunculan seiring kehadiran Speling di desa-desa.

Di Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jamsari mendatangi lokasi pelayanan Speling dengan langkah terseok-seok. 

Pria yang telah mengidap diabetes selama 15 tahun ini mengaku kerap absen kontrol rutin akibat keterbatasan biaya.

"Untuk sekali kontrol biayanya sekitar Rp450 ribu. Saya pikir sudah pulih, ternyata bagian kaki malah luka akibat komplikasi gula," jelasnya. 

Kehadiran Speling memberinya jalan untuk kembali berdiskusi dengan dokter spesialis secara gratis.

 

Cerita berbeda datang dari wilayah Banyumas. Bila Retno dan Jamsari memanfaatkan Speling untuk keluhan fisik, Feni Anindya, 16, seorang pelajar SMAN 2 Purwokerto, justru terbantu oleh layanan kesehatan mental. 

Saat itu, ia merasa bingung menentukan kelanjutan studinya setelah lulus. 

Melalui sesi konsultasi dengan psikolog, Feni memperoleh tempat bertukar pikiran mengenai opsi jurusan kuliah dan rencana masa depannya.

"Alhamdulillah, usai berkonsultasi pikiran saya jadi lebih terbuka. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa diselenggarakan kembali," tutur Feni.

Baca Juga: Gowes Sabtu Selow, Warga Solo Kirim Dukungan untuk 54 Cabor Jelang Porprov 2026

Ketiga cerita tersebut berasal dari daerah yang tak sama dengan persoalan kesehatan berbeda. 

Meski begitu, ketiganya menemukan jalan keluar serupa melalui Program Dokter Spesialis Keliling. 

Lewat skema jemput bola ini, Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen mendekatkan akses dokter spesialis kepada warga, khususnya mereka yang terhambat kendala geografis, ekonomi, maupun aksesibilitas.

Menjangkau Desa dari Fasilitas Rumah Sakit

Program Speling pertama kali digulirkan pada Maret 2025 sebagai solusi atas tantangan pemerataan akses medis di Jawa Tengah. 

 

Kendati jaringan rumah sakit dan puskesmas kian meluas, sebagian warga masih kesulitan menjangkau dokter spesialis akibat kendala finansial dan kondisi geografis.

Program Speling memprioritaskan lima jenis pelayanan utama:

Masyarakat cukup membawa dokumen identitas diri untuk mengakses seluruh layanan tersebut secara gratis. 

Baca Juga: Gandeng Australia dan Bali, Pemprov Jateng Bagikan 181 Kursi Roda Adaptif untuk Anak Disabilitas

Kehadiran tempat pemeriksaan di balai desa membuat warga tidak perlu merogoh kocek untuk ongkos perjalanan.

Hingga 13 Agustus 2026, agenda Speling telah terlaksana sebanyak 1.553 kali di 1.378 desa yang tersebar di 465 kecamatan pada 35 kabupaten/kota. 

Sepanjang rentang waktu tersebut, total 128.109 warga telah menerima manfaat layanan secara langsung.

Meski demikian, indikator keberhasilan Speling tak sekadar diukur dari banyaknya lokasi yang dikunjungi atau jumlah pengunjung yang hadir. 

Aspek paling krusial terletak pada ribuan indikasi penyakit yang berhasil terdeteksi sejak dini sehingga bisa segera mendapat penanganan medis.

Salah satu fokus utamanya adalah sektor kesehatan ibu dan anak. Hingga awal Agustus 2026, pemeriksaan antenatal care telah menjangkau 15.848 ibu hamil. 

 

Dari angka tersebut, 12.537 wanita hamil tercatat dalam kondisi sehat, sedangkan 3.311 lainnya memerlukan pemantauan khusus.

Perhatian besar juga diarahkan pada penanganan TBC. Lewat Speling, uji tapis TBC telah mencakup 53.463 warga. 

Hasilnya, ribuan orang terdeteksi sebagai suspek maupun butuh penanganan lanjutan melalui Tes Cepat Molekuler (TCM) serta uji Mantoux.

Sektor kesehatan mental pun tidak luput dari perhatian. Sebanyak 37.605 warga telah mengikuti skrining kesehatan jiwa, di mana 1.358 orang di antaranya diidentifikasi membutuhkan perawatan lanjutan. 

Baca Juga: Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta Gelar Pelatihan Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Penanggulangan Hipertensi dengan Menggunakan Tanaman Berkhasiat Obat

Di sisi lain, pemeriksaan kanker serviks telah diikuti 5.915 kaum hawa dengan temuan 497 kasus yang memerlukan penanganan medis lebih jauh.

Kolaborasi Bersama Program Nasional

Kelebihan lain dari Speling adalah kapabilitasnya dalam berkolaborasi dengan program penunjang lain. 

Pemprov Jateng memadukan Speling dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) milik pemerintah pusat, sehingga warga memperoleh pelayanan komprehensif dalam satu tempat.

Integrasi ini membuahkan hasil signifikan. Pada periode Januari hingga Juli 2026, Jateng mencatatkan angka capaian CKG tertinggi di tingkat nasional, yakni menyasar 14.248.868 jiwa atau setara 37,4 persen dari total target nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, menegaskan, Speling tidak cuma berhenti di tahap penapisan. 

"Kami tidak sekadar melakukan deteksi dini, melainkan terus berlanjut guna meningkatkan taraf kesehatan warga Jawa Tengah secara menyeluruh," terangnya. Zulfachmi menambahkan bahwa setiap indikasi penyakit di lapangan bakal ditindaklanjuti lewat mekanisme rujukan dan pendampingan berkelanjutan.

Mewujudkan Jawa Tengah yang Lebih Sehat

Menjelang momen Hari Jadi Ke-81 Provinsi Jawa Tengah, Speling hadir sebagai gambaran nyata transformasi pelayanan publik di bidang kesehatan.

Bagi Gubernur Ahmad Luthfi, sektor kesehatan tidak sebatas urusan medis, melainkan fondasi dasar peningkatan mutu SDM sekaligus kunci penanganan kemiskinan. 

Baca Juga: Imam Rohmawan Jadi Asisten Pelatih, Dua Sosok Asal Solo Ini Ikut Masuk Timnas U-16

Oleh karena itu, layanan medis tidak boleh hanya berpusat di puskesmas atau rumah sakit, tetapi harus hadir langsung di tengah desa.

"Kami mendorong pelayanan tidak sebatas di rumah sakit, melainkan merambah desa. Masyarakat tentu senang memperoleh akses kesehatan gratis, bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis, masalah stunting pada anak tertangani, begitu pula dengan kesehatan jiwa dan aspek lainnya," jelas Luthfi.

Pemprov Jateng berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan Speling. Pada akhir 2026, program ini ditargetkan sanggup melayani 284 ribu warga di seluruh penjuru kabupaten dan kota. 

Target ini bukan sekadar pemenuhan statistik, melainkan jaminan agar makin banyak masyarakat yang bisa bertatap muka dengan dokter spesialis tanpa terhalang biaya dan lokasi.

Editor : Syahaamah Fikria
hut jateng Ahmad Luthfi pemprov jateng Cek Kesehatan Gratis speling