RADARSOLO.COM – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Google menampilkan Doodle khusus pada halaman pencariannya, Senin (17/8/2026). Tahun ini, Google memilih ilustrasi kain tenun tradisional karya ilustrator Indonesia Anindya Anugrah sebagai representasi perayaan kemerdekaan.
Pilihan tersebut menghadirkan nuansa berbeda dari sekadar penggunaan angka atau simbol kemerdekaan. Kain tenun dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan keberagaman budaya Indonesia sekaligus menggambarkan proses panjang yang membutuhkan ketelitian dan ketekunan.
Dalam laman Google Doodles, tenun menjadi simbol bagaimana berbagai unsur yang berbeda dapat terjalin menjadi satu kesatuan.
Baca Juga: Sebelum Merdeka, Ternyata Bahasa Indonesia Sudah Ada!
Benang-benang yang saling bersilangan membentuk kain dianalogikan dengan masyarakat Indonesia yang berasal dari beragam suku, budaya, dan latar belakang, tetapi tetap terikat dalam satu bangsa.
Kain Tenun yang Dibentangkan
Salah satu bagian menarik dari Doodle tahun ini terdapat pada tulisan “Google”. Alih-alih ditampilkan dengan bentuk tipografi biasa, terdapat latar belakang kain tenun khas Nusantara.
Kain tersebut juga digambarkan terbentang pada bingkai kayu alat tenun tradisional. Visual ini membuat Doodle seolah memperlihatkan kain yang masih berada dalam proses pengerjaan.
Baca Juga: Sering Lupa Kata dalam Bahasa Indonesia? Jangan Anggap Itu Sebuah Prestise
Penggambaran tersebut dapat dimaknai sebagai gambaran bahwa kemerdekaan bukan sesuatu yang selesai begitu saja. Seperti kain yang harus ditenun sedikit demi sedikit, kehidupan sebuah bangsa juga terus dibangun melalui proses yang membutuhkan kerja keras dan ketekunan.
Dominasi warna merah dan putih turut memperkuat kaitannya dengan peringatan kemerdekaan Indonesia. Pada bagian tertentu, terdapat sentuhan warna emas yang memberikan kesan khas sekaligus menonjolkan nilai budaya pada kain.
Mengangkat Warisan Budaya Nusantara
Pemilihan tenun juga memperlihatkan bagaimana Google membawa warisan budaya Indonesia ke ruang digital.
Tenun merupakan salah satu bentuk kerajinan tradisional yang memiliki beragam corak dan teknik di berbagai wilayah Nusantara. Motif pada kain tidak sekadar menjadi hiasan, tetapi dapat berkaitan dengan identitas, sejarah, serta nilai yang berkembang dalam masyarakat pembuatnya.
Melalui Doodle, unsur tersebut kemudian diperkenalkan kepada pengguna Google dalam bentuk ilustrasi yang lebih mudah ditemukan masyarakat luas.
Bagi Anindya Anugrah, yang juga dikenal dengan nama pena Phantasien, karya ini menjadi kesempatan untuk menerjemahkan tema kemerdekaan melalui pendekatan visual yang kaya detail. Gaya ilustrasinya dikenal banyak mengeksplorasi narasi tradisional dan elemen budaya dalam karya-karyanya.
Bukan Sekadar Hiasan di Halaman Google
Google Doodle sendiri sering digunakan untuk merayakan tokoh, peristiwa, budaya, dan momen penting di berbagai negara. Karena tampil di halaman utama Google, Doodle dapat menjadi cara sederhana untuk memperkenalkan suatu tema kepada jutaan pengguna internet.
Pada HUT ke-81 RI kali ini, tenun menjadi bahasa visual yang digunakan untuk bercerita tentang Indonesia.
Benang yang berbeda tidak harus menjadi sesuatu yang terpisah. Ketika disusun dan dijalin bersama, perbedaan tersebut justru dapat menghasilkan sesuatu yang utuh.
Begitu pula dengan Indonesia: beragam budaya dan latar belakang dapat menjadi satu kesatuan ketika terjalin dalam identitas kebangsaan. (inayah choirunisa)
Editor : Kabun Triyatno