Pesta Kembang Api HUT RI di Monas Ditiadakan, Drone Show Bawa Pesan “Pray for NTT”

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:15 WIB
Pemerintah meniadakan pesta kembang api pada Malam Merdeka HUT ke-81 RI di Jakarta sebagai bentuk solidaritas atas gempa NTT. Foto: Fatiha Amanda.
Pemerintah meniadakan pesta kembang api pada Malam Merdeka HUT ke-81 RI di Jakarta sebagai bentuk solidaritas atas gempa NTT. Foto: Fatiha Amanda.

RADARSOLO.COM – Pemerintah meniadakan pesta kembang api yang semula dijadwalkan menjadi bagian dari perayaan Malam Merdeka HUT ke-81 Republik Indonesia di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin (17/8/2026).

Keputusan tersebut diambil di tengah suasana duka akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus.

Hingga Senin sore, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 68 orang meninggal dunia dan 213 lainnya mengalami luka-luka. Korban tersebar di tujuh kabupaten, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. 

Baca Juga: A Good Remedy in a Small Town, Drama Medis Xiao Zhan yang Siap Tayang Agustus 2026

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menjelaskan keputusan tersebut dalam konferensi pers Malam Merdeka di Jakarta. Ia mengatakan pemerintah tetap menjalankan rangkaian perayaan yang telah disiapkan, tetapi melakukan penyesuaian dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat yang sedang terdampak bencana.

“Ada satu lah agenda yang kita tunda dulu, kembang api,” ujar Riefky dalam konferensi pers tersebut.

Kembang api sebelumnya direncanakan menjadi salah satu atraksi dalam rangkaian Malam Merdeka di kawasan Monas hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Baca Juga: Bahasa Indonesia Punya Banyak Kata untuk Menggambarkan Keheningan

Dengan perubahan tersebut, pemerintah tidak sepenuhnya membatalkan acara malam kemerdekaan, melainkan mengganti bentuk hiburannya.

Sebagai bagian dari penyesuaian, pesan solidaritas terhadap masyarakat NTT turut dimasukkan dalam pertunjukan visual yang tetap digelar.

Pertunjukan video mapping di Monas dan drone show di kawasan Bundaran HI menampilkan pesan “Pray for NTT”.

Menurut Riefky, pesan tersebut menjadi bagian dari cara pemerintah menyesuaikan suasana perayaan dengan kondisi kebangsaan setelah bencana. 

Sebelumnya, pemerintah memang menyiapkan sejumlah atraksi berbasis teknologi untuk Malam Merdeka. Salah satunya pertunjukan 1.500 drone yang dijadwalkan menghiasi langit kawasan Bundaran HI.

Selain itu, terdapat instalasi imersif dan video mapping yang tersebar di sejumlah titik di sekitar Monas dan Bundaran HI. 

Dengan demikian, perayaan tetap menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi sebagian elemen acaranya disesuaikan dengan situasi.

Penyesuaian pesta kembang api di Jakarta akhirnya menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan tahun ini yang berlangsung dalam situasi berbeda. Perayaan tetap berjalan, tetapi kemeriahan disertai pesan solidaritas bagi masyarakat yang sedang menghadapi bencana. (inayah choirunisa)

Editor : Kabun Triyatno
inayah choirunisa Malam Merdeka pemerintah NTT kembang api