40 Tahun Berselang, Megawati Berubah dari Pembawa Baki Menjadi Inspektur Upacara

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:18 WIB
Foto Megawati Saat Menjadi Bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada 17 Agustus 1964.
Foto Megawati Saat Menjadi Bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada 17 Agustus 1964.
RADARSOLO.COM - Empat dekade sebelum berdiri sebagai inspektur upacara, Megawati Soekarnoputri pernah berada di barisan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Saat itu, ia masih berusia 17 tahun dan bertugas sebagai pembawa baki dalam upacara HUT ke-19 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1964.

Ada momen menarik dari pengalaman tersebut. Bendera yang dibawa Megawati saat itu diserahkan langsung oleh ayahnya, Presiden Soekarno, yang menjadi inspektur upacara.

Megawati mengenang dirinya berjalan menuju sang ayah untuk menerima Bendera Pusaka yang diletakkan di atas baki. Tugas tersebut menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan hidupnya.

Baca Juga: Dari Seleksi hingga Pengibaran, Begini Perjalanan Panjang Paskibraka

Bendera yang digunakan dalam upacara tersebut juga memiliki nilai sejarah tersendiri. Bendera Pusaka Merah Putih merupakan bendera hasil jahitan Fatmawati, ibu Megawati sekaligus istri Presiden Soekarno.

Pengalaman Megawati sebagai anggota Paskibraka tidak berhenti pada upacara. Ia pernah mengenang proses latihan yang dilakukan dengan disiplin ketat di bawah arahan Mayor Husein Mutahar, tokoh yang dikenal berperan penting dalam pembentukan konsep Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.

Salah satu cerita yang dikenangnya adalah ketika sepatu dinasnya terlepas saat latihan. Sepatu yang digunakan saat itu belum menggunakan tali seperti sepatu modern. Peristiwa tersebut membuat Megawati mendapat hukuman dari pelatih.

Baca Juga: Fatmawati dan Bendera Merah Putih yang Menjadi Saksi Proklamasi

Empat puluh tahun kemudian, posisi Megawati berubah drastis.

Pada 17 Agustus 2004, Megawati yang telah menjabat sebagai Presiden ke-5 RI menjadi inspektur upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI. Jika pada 1964 ia menerima bendera dari sang ayah sebagai pembawa baki, pada 2004 ia justru berada di posisi yang menyerahkan bendera kepada petugas Paskibraka.

Perjalanan tersebut membuat pengalaman Megawati sebagai Paskibraka memiliki kisah yang berbeda. Dari seorang remaja yang menjalankan tugas membawa baki di hadapan Presiden Soekarno, ia kemudian menjadi presiden yang memimpin upacara dan menyerahkan bendera kepada generasi Paskibraka berikutnya.

Pengalaman masa mudanya di Istana pun beberapa kali kembali dikenang Megawati, terutama ketika berbicara mengenai Paskibraka dan pembentukan karakter generasi muda.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa tugas sebagai pembawa baki bukan sekadar bagian dari seremoni. Bagi Megawati, pengalaman sebagai Paskibraka menjadi bagian dari perjalanan panjang yang kemudian mempertemukannya kembali dengan upacara kemerdekaan dalam posisi yang berbeda. (annas rohmanda purbaningrum)

 

Editor : Kabun Triyatno
annas rohmanda purbaningrum pembawa baki kemerdekaan paskibraka megawati