Siapa Sosok Ahmad Zaki Ali? Founder Gerak Bareng Meninggal Dunia Saat Salurkan Bantuan Gempa NTT

Nur Pramudito • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:49 WIB
Siapa Sosok Ahmad Zaki Ali? Founder Gerak Bareng Meninggal Dunia Saat Salurkan Bantuan Gempa NTT (Dok. Instagram Gerak Bareng)
Siapa Sosok Ahmad Zaki Ali? Founder Gerak Bareng Meninggal Dunia Saat Salurkan Bantuan Gempa NTT (Dok. Instagram Gerak Bareng)

RADARSOLO.COM Siapa sosok Ahmad Zaki Ali menjadi pertanyaan banyak orang setelah kabar duka datang dari misi kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur. Ahmad Zaki Ali meninggal dunia saat salurkan bantuan bagi korban Gempa NTT ketika menjalankan tugas kemanusiaan di Kabupaten Manggarai Timur.

Founder Yayasan Gerak Bareng itu mengembuskan napas terakhir pada Jumat, 21 Agustus 2026, di wilayah Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Kabar meninggal dunia Ahmad Zaki Ali dikonfirmasi Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah. Saat ini jenazah disemayamkan di Masjid Nurul Huda Reo, Kabupaten Manggarai, sebelum dipulangkan ke Jakarta.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan jenazah Ahmad Zaki Ali dijadwalkan dijemput menggunakan helikopter Basarnas menuju Labuan Bajo.

 Selanjutnya, jenazah akan diterbangkan melalui Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo ke Jakarta.

Siapa Sosok Ahmad Zaki Ali?

Ahmad Zaki Ali dikenal sebagai founder Yayasan Gerak Bareng, sebuah lembaga sosial yang fokus pada kegiatan kemanusiaan di berbagai wilayah Indonesia maupun luar negeri.

Melalui Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali aktif menjalankan berbagai program di bidang kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dakwah, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam unggahan resmi akun Instagram Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali dikenang bukan hanya sebagai pendiri lembaga, tetapi juga sebagai guru, ustaz, sahabat, sekaligus sosok yang memberikan teladan kepada para relawan.

Pria berusia 41 tahun yang akrab disapa Bang Jek itu disebut memiliki dedikasi besar dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di daerah terdampak bencana.

Jejak Ahmad Zaki Ali dalam Misi Kemanusiaan

Sebelum meninggal dunia saat salurkan bantuan Gempa NTT, Ahmad Zaki Ali telah terlibat dalam berbagai aksi sosial.

Pada 2025, Ahmad Zaki Ali memimpin penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, Palestina, yang berada di kamp pengungsian di Jordania.

Bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, makanan siap santap, air mineral, pakaian hangat, selimut, layanan psikososial, hingga distribusi air bersih.

Masih pada tahun yang sama, Ahmad Zaki Ali bersama Gerak Bareng menjalankan program zakat dan infak untuk masyarakat Indonesia Timur selama Ramadan.

Program tersebut menyasar para dai, mualaf, dan masyarakat di wilayah terpencil, termasuk di Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan.

Selain itu, Ahmad Zaki Ali juga ikut menggagas bantuan bagi korban longsor di Sukabumi melalui pembangunan pipanisasi darurat sepanjang 3,5 kilometer untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Desa Sukajadi, Kecamatan Cimanggu.

Program tersebut melibatkan lebih dari 100 relawan bersama aparat desa dan masyarakat setempat.

Ahmad Zaki Ali Turun Langsung Membantu Korban Gempa NTT

Setelah Gempa NTT berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026, Ahmad Zaki Ali langsung bergabung dalam misi tanggap darurat.

Sehari setelah gempa terjadi, ia bersama relawan Gerak Bareng berangkat menuju wilayah terdampak untuk salurkan bantuan kepada warga.

Melalui akun Instagram pribadinya, Ahmad Zaki Ali sempat membagikan aktivitas selama berada di lokasi bencana.

"Bismillah, berharap keridhaan Allah, semoga hadirnya kita memberi manfaat kepada masyarakat," tulis Ahmad Zaki Ali saat berangkat menuju NTT pada 16 Agustus 2026.

Selama berada di lokasi Gempa NTT, Ahmad Zaki Ali mendistribusikan bantuan kepada ratusan keluarga terdampak di sejumlah daerah.

Unggahan Terakhir Ahmad Zaki Ali Sebelum Meninggal Dunia

Beberapa jam sebelum meninggal dunia, Ahmad Zaki Ali masih membagikan kondisi terkini di lokasi Gempa NTT.

Ia menyampaikan bahwa selama enam hari berada di NTT, sebagian besar amanah donasi dari masyarakat telah berhasil disalurkan kepada warga terdampak.

Dalam video tersebut, Ahmad Zaki Ali juga mengungkapkan kondisi di lapangan masih mengkhawatirkan karena gempa susulan terus terjadi.

Ia turut menyampaikan bahwa persediaan logistik mulai menipis dan mengajak masyarakat untuk terus mendukung penyaluran bantuan.

"Logistik kita menipis. Semoga Jumat ini bisa bertambah lagi agar makin banyak bantuan yang bisa disalurkan," tulis Ahmad Zaki Ali dalam keterangan unggahannya.

Kronologi Ahmad Zaki Ali Meninggal Dunia Saat Salurkan Bantuan Gempa NTT

Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah, menjelaskan Ahmad Zaki Ali meninggal dunia saat sedang menjalankan misi salurkan bantuan Gempa NTT.

Sekitar pukul 14.00 WITA, Ahmad Zaki Ali bersama tiga relawan berangkat dari Posko Relawan Gerak Reo menuju Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Mereka menggunakan mobil Toyota Fortuner bernomor polisi EB 1305 GC untuk mengantarkan bantuan kepada warga terdampak gempa.

Di tengah perjalanan, Ahmad Zaki Ali meminta rekannya menghentikan kendaraan. Ia kemudian meminta bantuan untuk melepas helm dan jaket yang dikenakannya.

Tak lama setelah itu, Ahmad Zaki Ali tidak sadarkan diri di dalam kendaraan.

Rekan-rekannya segera membawa Ahmad Zaki Ali menuju Posko Medis Damer untuk mendapatkan pertolongan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, petugas medis menyatakan Ahmad Zaki Ali meninggal dunia.

Kepergian Ahmad Zaki Ali meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, relawan Gerak Bareng, dan masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok pegiat kemanusiaan yang aktif turun langsung ke lokasi bencana.

 
 
 
Editor : Nur Pramudito
Sumber : Gerak Bareng
Gempa NTT Siapa Ahmad Zaki Ali Gerak Bareng ahmad zaki ali founder gerak bareng