Kronologi Ratusan Rumah di Desa Adat Sade, Lombok, Ludes Terbakar dalam Kebakaran Hebat

Nur Pramudito • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:44 WIB
Petugas Damkartan gabungan saat melakukan pemadaman kebakaran ratusan rumah Adat wisata Sade Desa Rambitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB di Lombok Tengah, Sabtu malam (22/8/2026). ANTARA/Akhyar Rosidi.
Petugas Damkartan gabungan saat melakukan pemadaman kebakaran ratusan rumah Adat wisata Sade Desa Rambitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB di Lombok Tengah, Sabtu malam (22/8/2026). ANTARA/Akhyar Rosidi.

RADARSOLO.COM - Kebakaran hebat melanda Desa Adat Sade, Lombok, pada Sabtu (22/8/2026) malam

 Kampung adat Suku Sasak yang berada di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), nyaris seluruhnya dilalap api.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 Wita.

Kobaran api dengan cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya karena sebagian besar rumah di Desa Adat Sade menggunakan material yang mudah terbakar, seperti kayu, bambu, bedek, serta atap berbahan ilalang.

Hingga kini, penyebab kebakaran di salah satu destinasi wisata budaya terkenal di Lombok tersebut masih belum diketahui.

Petugas pemadam kebakaran bersama aparat dan warga setempat berupaya keras menjinakkan kobaran api.

Seorang warga Desa Sade, Tohirman Hayanto, mengatakan api bergerak sangat cepat sehingga warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang maupun rumah mereka.

"Kondisi Kampung Sasak Sade yang kita cintai malam ini sudah tidak ada satu rumah pun yang tersisa, tidak ada satu barang pun yang bisa kami selamatkan karena api segitu cepat," ujar Tohirman.

Menurut Tohirman, sekitar 250 rumah di Desa Adat Sade, Lombok dilaporkan habis terbakar.

Tidak hanya bangunan tempat tinggal, berbagai barang milik warga turut musnah dalam kejadian tersebut.

" Sekitar 250 rumah sudah habis ludes, barang pun enggak ada yang bisa diselamatkan karena bahan dari bambu sama ilalang, makanya api begitu cepat melalap semua rumah," katanya.

Kain tenun dan berbagai kerajinan khas Suku Sasak yang selama ini menjadi produk unggulan warga dan dijual kepada wisatawan juga ikut terbakar.

Barang-barang tersebut tidak sempat diselamatkan ketika api mulai menyebar.

Tohirman menjelaskan, kobaran api diduga pertama kali muncul dari bagian tengah Kampung Sasak Sade.

Dalam waktu singkat, api kemudian meluas dan membakar bangunan yang berada di kawasan tersebut.

Kebakaran ini membuat warga Desa Adat Sade, Lombok kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber mata pencaharian. Masyarakat berharap bantuan segera datang untuk membantu pemulihan kondisi kampung adat tersebut.

"Harapan kami semua masyarakat Kampung Sasak Sade agar bisa dibantu dalam bentuk tenaga ataupun material. Kami sangat menunggu bantuan dari saudara-saudara," tutur Tohirman.

Desa Adat Sade selama ini dikenal sebagai salah satu kampung adat Suku Sasak yang menjadi tujuan wisata budaya di Lombok Tengah.

Kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah tersebut menjadi duka bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, harta benda, serta berbagai hasil kerajinan yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi mereka.

Editor : Nur Pramudito
Sumber : ANTARA
Desa Sade Desa Adat Sade Desa Sade Lombok Desa Sade Kebakaran kronologi