Cegah Kebakaran Saat Kemarau, Ini yang Harus Dilakukan Masyarakat

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 13:20 WIB
Pemadaman Api di Area Taman Nasional Way Kambas. (Foto: kehutanan.go.id)
Pemadaman Api di Area Taman Nasional Way Kambas. (kehutanan.go.id)

RADARSOLO.COM - Musim kemarau membuat kondisi lingkungan menjadi lebih kering sehingga risiko kebakaran, baik di lahan maupun permukiman, ikut meningkat. Rumput, daun, dan sampah yang mengering dapat menjadi bahan yang mudah terbakar, terlebih ketika angin bertiup kencang.

Tentu saja pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas. Masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan dan menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api.

Hindari Membakar Sampah dan Lahan

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan membakar sampah atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan mudah merambat ke rumput dan semak kering, terutama saat kondisi angin cukup kuat.

Baca Juga: Kronologi Ratusan Rumah di Desa Adat Sade, Lombok, Ludes Terbakar dalam Kebakaran Hebat

Masyarakat sebaiknya mengelola sampah tanpa membakarnya. Jika pembakaran tidak dapat dihindari dalam kondisi tertentu, pastikan dilakukan dengan pengawasan dan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan.

Hal serupa berlaku bagi lahan pertanian. Pembersihan lahan sebaiknya tidak dilakukan dengan cara membakar karena api dapat merambat ke area lain yang lebih luas.

Jangan Sepelekan Puntung Rokok

Puntung rokok yang masih menyala juga dapat menjadi sumber api di lingkungan yang kering. Masyarakat sebaiknya tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area yang dipenuhi rumput, semak, kebun, atau hutan.

Baca Juga: Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Mengapa Kebakaran Hutan Terus Berulang?

Sebelum membuangnya, pastikan bara benar-benar sudah padam. Hindari pula menyalakan api unggun di dekat rerumputan kering atau permukiman.

Periksa Kondisi Rumah

Risiko kebakaran selama kemarau tidak hanya berasal dari lahan terbuka. Masyarakat juga perlu memperhatikan keamanan di dalam rumah.

Periksa kondisi kabel dan instalasi listrik secara berkala, terutama jika sudah terlihat rusak atau rapuh. Peralatan elektronik yang tidak digunakan sebaiknya dimatikan dan dicabut dari sumber listrik.

Penggunaan kompor juga harus diperhatikan. Pastikan api benar-benar padam setelah memasak dan sebelum meninggalkan rumah. Bahan yang mudah terbakar seperti bahan bakar, kertas, dan obat nyamuk bakar sebaiknya ditempatkan jauh dari sumber api.

Bersihkan Area Sekitar Rumah

Rumput liar, daun kering, dan ilalang yang menumpuk di sekitar rumah dapat menjadi bahan bakar ketika terjadi kebakaran. Karena itu, area sekitar rumah perlu dibersihkan secara berkala.

Masyarakat yang tinggal berdekatan dengan lahan terbuka juga dapat membuat sekat bakar atau membersihkan jalur tertentu dari vegetasi kering. Langkah ini dapat membantu memperlambat rambatan api jika kebakaran terjadi di sekitar permukiman.

Baca Juga: Tingkatkan Penanggulangan Kebakaran, 40 Tim Adu Ketangkasan di Klaten Fire Safety Challenge 2026

Siapkan Air dan Perhatikan Akses Darurat

Ketersediaan air juga perlu diperhatikan selama musim kemarau. Masyarakat dapat menyiapkan cadangan air untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus memastikan sumber air mudah diakses ketika terjadi keadaan darurat.

Selain itu, jangan sampai akses jalan menuju rumah atau lingkungan permukiman terhalang barang. Jalan yang mudah dilalui akan membantu petugas pemadam kebakaran mencapai lokasi dengan lebih cepat.

Segera Laporkan Jika Melihat Titik Api

Jika menemukan asap atau titik api di lahan kosong, kebun, hutan, maupun area permukiman, masyarakat sebaiknya tidak menganggapnya sepele. Segera laporkan kepada perangkat desa, petugas pemadam kebakaran, atau pihak berwenang agar api dapat ditangani sebelum meluas.

Kewaspadaan bersama menjadi salah satu kunci mencegah kebakaran selama musim kemarau. Dengan tidak membakar sembarangan, menjaga lingkungan tetap bersih dari bahan mudah terbakar, memeriksa keamanan rumah, dan segera melaporkan titik api, masyarakat dapat membantu mengurangi risiko kebakaran di lingkungan sekitar. (annas rohmanda purbaningrum)

 

Editor : Kabun Triyatno
annas rohmanda purbaningrum Masyarakat kebakaran kemarau mencegah