RADARSOLO.COM - Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok bersama 13 perwakilan AMPB mendatangi Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Kedatangan mereka dilakukan untuk mengawal pengesahan RUU Perampasan Aset.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Botok dan para perwakilan AMPB memasuki gedung DPR.
Dengan pengawalan petugas keamanan, mereka diarahkan ke balkon Ruang Paripurna untuk mengikuti jalannya rapat dari dalam ruang sidang.
Dalam rapat tersebut, DPR membahas sejumlah agenda, salah satunya laporan Komisi III terkait perkembangan penyusunan RUU Perampasan Aset.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyampaikan bahwa pembahasan rancangan undang-undang tersebut ditargetkan rampung dan masuk tahap pengesahan paling lambat Desember 2026.
"Undang-Undang Perampasan Aset paling lambat akan kita sahkan di rapat paripurna di bulan Desember tahun 2026," ujar Habiburokhman dalam rapat tersebut.
Pernyataan itu disampaikan ketika Botok dan 13 perwakilan AMPB berada di balkon Ruang Paripurna.
Mereka tampak mengikuti pembahasan sebagai bagian dari upaya mengawal proses pengesahan RUU Perampasan Aset.
Usai rapat, Botok dan perwakilan AMPB kemudian diarahkan menuju Ruang Abdul Muis untuk berdialog dengan pimpinan DPR.
Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Saan Mustopa.
Dalam pertemuan itu, AMPB menyampaikan aspirasi masyarakat Pati, terutama terkait percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.
Botok bersama perwakilan lainnya meminta DPR memastikan proses pembahasan berjalan hingga rancangan tersebut dapat segera disahkan.
Selain pengesahan RUU Perampasan Aset, AMPB juga membawa tuntutan agar hukuman mati bagi koruptor dapat diterapkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sebelumnya, Botok menegaskan aksi AMPB dilakukan untuk menyampaikan aspirasi dan bukan untuk menciptakan kerusuhan.
Mereka memilih mengawal proses pembahasan RUU Perampasan Aset dengan menyampaikan tuntutan langsung kepada DPR.
Hingga berita ini ditulis, Botok dan para perwakilan AMPB masih menjalani pertemuan dengan pimpinan DPR, termasuk Dasco.
Sementara itu, massa AMPB yang berada di luar Gedung DPR masih menunggu hasil dialog serta kepastian tindak lanjut atas tuntutan yang mereka sampaikan.
Editor : Nur PramuditoSumber : ANTARA