Siapa Solikin M Juhro? Harta Kekayaan Ekonom Resmi Jadi Deputi Gubernur BI dengan Bawa "SEMANGKA"

Syahaamah Fikria • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 19:04 WIB
Solikin M Juhro. (Dok Unair)
Solikin M Juhro. (Dok Unair)

 

RADARSOLO.COM - Komisi XI DPR RI resmi menyetujui Solikin Moenadjat Juhro sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk masa jabatan 2026–2031. 

Keputusan tersebut dicapai secara mufakat usai Solikin merampungkan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di hadapan wakil rakyat pada Kamis (27/8/2026).

Penetapan ini sekaligus melengkapi jajaran kepemimpinan baru bank sentral bersama Destry Damayanti yang terpilih sebagai Gubernur BI dan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI.

Baca Juga: Dekat Waduk Gondang Karanganyar, Desa Gempolan Kembangkan Sentra Frutikultura dan Wisata Tubing

Solikin M Juhro sendiri sebenarnya bukan orang baru di Bank Indonesia. 

Kariernya di bank sentral cukup mentereng selama tiga dekade terakhir.

Lantas, bagaimana rekam jejak Solikin hingga total harta kekayaannya?

Baca Juga: Mahasiswa PMII Geruduk DPRD Sukoharjo, Angkat Isu Limbah PT RUM, MBG, Dan Sekolah Rakyat

Perjalanan Karier 30 Tahun

Solikin yang lahir di Surabaya pada 10 Oktober 1967, mengawali pengabdiannya di Bank Indonesia sejak September 1994.

Alumni Ekonomi Universitas Airlangga, University of Michigan, serta doktor dari Universitas Indonesia ini telah melintasi beragam lini strategis.

 

Sebelum melenggang ke jajaran Dewan Gubernur, Solikin dipercaya mengemban tugas sebagai Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial (2023). 

Posisi lain yang pernah dipimpinnya meliputi Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (2022–2023) serta Kepala BI Institute (2018–2022). 

Selain di ranah birokrasi, ia dikenal aktif menelorkan riset ekonomi moneter dan merilis berbagai buku bersama tokoh finansial nasional.

Baca Juga: NIK Terafilisasi Judol, Ribuan Warga Sukoharjo Ajukan Sanggah

Dalam uji kelayakan di DPR, Solikin memikat perhatian lewat pemikiran berbasis "Semangka"—sebuah kerangka 8 strategi utama pendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. 

Konsep ini memadukan stabilitas makroekonomi, ekonomi syariah dan pesantren, akselerasi intermediasi perbankan melalui program Pinisi, penguatan UMKM, hingga digitalisasi pembayaran yang selaras dengan filosofi ekonomi Sumitro Djojohadikusumo (Sumitronomics).

Baca Juga: Lokasi Judi Kasino Di Sukoharjo Pernah Diadukan Ke DPRD, Kini Tak Ada Aktivitas

Rincian Harta Kekayaan Solikin M Juhro di LHKPN

Merujuk pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik yang dilaporkan ke KPK saat menjabat Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial, Solikin tercatat memiliki total kekayaan bersih mencapai Rp19.893.168.027 (setelah dikurangi kewajiban utang).

Berikut rincian komposisi aset yang dimilikinya:

- Tanah dan Bangunan (Rp13,05 Miliar):

 

Aset properti menjadi komponen terbesar kekayaannya yang tersebar di 7 titik lokasi, meliputi area Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Tangerang, serta Bogor.

- Alat Transportasi dan Mesin (Rp651,2 Juta):

Koleksi garasinya mencakup unit Toyota Alphard tahun 2017 (Rp400 juta), Toyota Fortuner minibus tahun 2017 (Rp250 juta), serta sepeda motor Honda Vario tahun 2014 (Rp1,2 juta).

- Harta Bergerak Lainnya: Rp2,54 Miliar

- Surat Berharga: Rp1,65 Miliar

- Kas dan Setara Kas: Rp2,16 Miliar

- Liabilitas (Utang): Rp165.606.973

Selanjutnya, penetapan Solikin bersama jajaran Dewan Gubernur BI periode 2026–2031 dijadwalkan bakal dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI pada 1 September 2026 mendatang. 

Editor : Syahaamah Fikria
solikin m juhro bi deputi gubernur bi harta kekayaan bank indonesia