Masuk Tiga Besar PPD 2026, Gubernur Ahmad Luthfi Paparkan Trisula Pembangunan Jateng di Bappenas

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:20 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi sampaikan paparan pada Penilaian Tahap III ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Selasa (1/9/2026). (PEMPROV JATENG)
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi sampaikan paparan pada Penilaian Tahap III ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Selasa (1/9/2026). (PEMPROV JATENG)

RADARSOLO.COM- Pemprov Jawa Tengah memaparkan berbagai strategi serta program pembangunan daerah yang menyasar kebutuhan langsung masyarakat.

Mulai dari perluasan layanan kesehatan lewat program Dokter Spesialis Keliling (Speling), pengentasan kemiskinan, hingga penguatan iklim investasi.

Rangkaian program prioritas tersebut dipaparkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat menjalani Penilaian Tahap III ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga: Gubernur Jateng Beri Garansi Kemudahan Izin dan Keamanan, CJIBF 2026 Banjir Investor Global

Dalam penjelasannya, Pemprov Jateng mengusung konsep Trisula Pembangunan yang mencakup tiga pilar utama:

Ketiga pilar ini ditopang oleh tata kelola pemerintahan yang solid serta konsistensi perencanaan.

Sejumlah indikator makro pembangunan turut dibeberkan.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada semester I 2026 tercatat mencapai 5,80 persen—berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5,45 persen.

Pada periode yang sama, tingkat kemiskinan berada di angka 9,21 persen dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,3 persen.

Di sektor investasi, realisasi pada 2025 tercatat mencapai sekitar Rp110 triliun.

Baca Juga: Hadiri Harmony of Java 2026, Gubernur Luthfi Ungkap Angka Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,21 Persen

Sementara pada semester I-2026, realisasi investasi sudah menyentuh Rp59,94 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 213 ribu orang.

Untuk penguatan SDM, Pemprov Jateng mengandalkan program Speling.

Sejak 2025 hingga 27 Agustus 2026, program ini telah dilaksanakan sebanyak 1.607 kali di 1.466 desa/kelurahan dan menjangkau lebih dari 128 ribu sasaran.

Sementara pada intervensi kemiskinan, upaya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar, perbaikan hunian, peningkatan keterampilan, hingga perluasan akses lapangan kerja.

Gubernur Luthfi mengaku optimistis menghadapi tahap penilaian ini setelah Jawa Tengah sukses menembus tiga besar nasional.

Baca Juga: Wujudkan Pemerintahan Bersih, Gubernur Ahmad Luthfi Tekankan Integritas Kepala Daerah dan DPRD

“Kita tetap optimistis. Ini memberikan semangat dalam membuat perencanaan pembangunan Jawa Tengah,” ujar Luthfi didampingi Kepala Bappeda Yusmanto.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Jawa Tengah memerlukan perencanaan berkesinambungan yang linier dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga tingkat desa.

“Misalnya mengentaskan kemiskinan, mulai dari sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno menambahkan, keberhasilan masuk tiga besar PPD 2026 merupakan bentuk pengakuan atas arah pembangunan yang dijalankan.

Alhamdulillah, minimal hari ini kita sudah diundang untuk masuk tiga besar. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan di Jawa Tengah ini setidaknya mendapat apresiasi,” kata Sumarno.

Baca Juga: Tangani Kemarau Panjang di Jateng, Gubernur Luthfi Salurkan 8,8 Juta Liter Air Bersih

Sekda Jateng menyebut proses penilaian berlangsung interaktif, di mana dewan juri mendalami dampak nyata dari program-program yang digulirkan.

“Suasananya lebih banyak diskusi, karena teman-teman di panitia menanyakan apa yang sudah kita lakukan. Kalau diskusi biasanya yang dilihat adalah dampaknya, apa yang kita lakukan nanti dirasakan bersama,” jelasnya.

Pada penilaian Tahap III PPD 2026 ini, tim dewan juri terdiri dari Ignasius Jonan, Djohermansyah Djohan, dan Restuardy Daud. Pemprov Jawa Tengah bersaing ketat di kelompok tiga besar kategori provinsi bersama Jawa Barat dan DKI Jakarta. (wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Pemprov Jateng
trisula pembangunan jateng ppd 2026 Bappenas Gubernur Jateng Ahmad Luthfi