Catat Tanggalnya! 9 Fenomena Langit September 2026, Ada Hujan Meteor Hingga Harvest Moon

Nur Pramudito • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:30 WIB
Catat Tanggalnya! 9 Fenomena Langit September 2026, Ada Hujan Meteor Hingga Harvest Moon (Jonny Gios/Unsplash)
Catat Tanggalnya! 9 Fenomena Langit September 2026, Ada Hujan Meteor Hingga Harvest Moon (Jonny Gios/Unsplash)

RADARSOLO.COM – Fenomena langit September 2026 bakal menghadirkan sejumlah peristiwa menarik yang sayang untuk dilewatkan para penggemar astronomi.

Sepanjang bulan ini, berbagai objek langit seperti Bulan, Mars, Jupiter, dan Venus akan menghiasi langit pada waktu-waktu tertentu.

Selain pertemuan Bulan dengan sejumlah planet, September 2026 juga menjadi waktu yang menarik untuk mengamati Galaksi Andromeda.

Ada pula Harvest Moon yang menjadi salah satu fenomena Bulan purnama paling menarik pada bulan ini.

Bagi masyarakat yang gemar mengamati langit malam, penting untuk catat tanggal setiap fenomena agar tidak melewatkan momen terbaik.

Sebagian peristiwa bisa disaksikan tanpa alat bantu, sementara objek yang lebih redup akan terlihat lebih jelas menggunakan binokular atau teleskop.

Lantas, apa saja fenomena langit September 2026 yang bisa diamati? Berikut rangkumannya.

1. Galaksi Andromeda Bisa Diamati Sepanjang September

September menjadi salah satu waktu yang tepat untuk mencoba mencari Galaksi Andromeda di langit malam.

Andromeda merupakan galaksi spiral besar yang letaknya paling dekat dengan galaksi Bima Sakti. Dalam kondisi langit gelap dengan tingkat polusi cahaya yang rendah, galaksi ini dapat terlihat sebagai bercak cahaya samar menggunakan mata telanjang.

Untuk mendapatkan pandangan yang lebih jelas, pengamat dapat menggunakan binokular maupun teleskop berukuran kecil.

2. Bulan dan Mars Berdekatan pada 6-7 September

Catat tanggal 6 dan 7 September 2026. Pada dua tanggal tersebut, Bulan sabit akan tampak berdekatan dengan Mars menjelang Matahari terbit.

Keduanya diperkirakan berjarak sekitar tiga derajat sehingga menghasilkan pemandangan menarik di langit dini hari.

Pengamatan dapat dilakukan sekitar pukul 03.00 waktu setempat dengan mengarahkan pandangan ke bagian timur. Jupiter juga akan muncul tidak jauh dari keduanya, sedangkan Saturnus dapat ditemukan di arah barat daya.

3. Bulan Bertemu Jupiter pada 8 September

Sehari setelah pertemuan dengan Mars, Bulan kembali menjadi perhatian.

Pada 8 September 2026, Bulan akan tampak berdekatan dengan Jupiter beberapa jam sebelum Matahari terbit. Kedua objek tersebut dapat dicari di langit timur sekitar pukul 04.00 waktu setempat.

Bulan dan Jupiter masih dapat diamati sampai langit mulai terang menjelang Matahari terbit.

4. Langit Gelap pada 11-12 September

Catat tanggal 11-12 September 2026 bagi yang ingin berburu objek langit redup.

Pada periode Bulan baru, cahaya Bulan hampir tidak memberikan gangguan sehingga kondisi langit menjadi lebih gelap. Situasi ini sangat menguntungkan untuk mengamati objek-objek yang biasanya sulit terlihat.

Dari lokasi yang minim polusi cahaya, pengamat memiliki peluang untuk melihat galaksi, nebula, hingga kawasan pusat Bima Sakti.

September juga menjadi salah satu kesempatan terakhir pada 2026 untuk mengamati pusat Bima Sakti dari Belahan Bumi Utara sebelum kembali lebih sulit terlihat pada periode berikutnya.

5. Bulan dan Venus Berdekatan pada 14 September

Fenomena menarik berikutnya terjadi pada 14 September 2026.

Bulan sabit akan tampak berdekatan dengan Venus di langit barat setelah Matahari terbenam. Jarak antara keduanya diperkirakan sekitar lima derajat.

Fenomena ini relatif mudah diamati karena tidak mengharuskan pengamat bangun pada dini hari. Bulan dan Venus diperkirakan dapat terlihat sekitar satu jam setelah Matahari terbenam sebelum keduanya turun melewati horizon.

6. Venus Mencapai Kecerlangan Maksimum pada 18 September

Jangan lupa catat tanggal 18 September 2026.

Venus diperkirakan mencapai tingkat kecerlangan maksimum selama periode penampakannya di langit sore. Kecerlangannya dapat mencapai sekitar magnitudo -4,8.

Dengan tingkat kecerlangan tersebut, Venus menjadi salah satu objek paling mudah ditemukan setelah Matahari terbenam.

Pengamat cukup mencari objek terang di sekitar horizon barat sesaat setelah Matahari menghilang dari pandangan.

7. Equinox pada 22 September dan Peluang Aurora

Pada 22 September 2026, terjadi equinox yang menandai pergantian musim secara astronomis di Belahan Bumi Utara.

Periode di sekitar equinox juga kerap dikaitkan dengan peluang meningkatnya aktivitas aurora. Posisi dan kemiringan Bumi dapat menciptakan kondisi yang lebih mendukung interaksi dengan angin Matahari.

Meski demikian, kemunculan aurora tidak dapat dipastikan. Fenomena ini sangat bergantung pada aktivitas Matahari dan kondisi magnetosfer Bumi.

8. Mars Sejajar dengan Castor dan Pollux pada 25 September

Pemandangan menarik lainnya hadir pada pagi 25 September 2026.

Mars akan tampak berada dalam satu susunan dengan Castor dan Pollux, dua bintang terang yang menjadi bagian dari rasi Gemini.

Ketiganya akan membentuk pola yang mudah dikenali di langit timur. Castor berada di posisi atas, Pollux di tengah, sementara Mars dengan warna jingga berada di bawahnya.

Jupiter yang juga sangat terang dapat ditemukan lebih rendah, mendekati horizon.

9. Harvest Moon pada 26 September

Salah satu fenomena yang paling menarik untuk dicatat tanggalnya adalah Harvest Moon pada 26 September 2026.

Harvest Moon merupakan sebutan untuk Bulan purnama yang berkaitan dengan periode panen dalam tradisi masyarakat di Belahan Bumi Utara.

Momen terbaik untuk menikmati Bulan purnama ini adalah ketika Bulan baru muncul di sekitar waktu Matahari terbenam atau ketika akan tenggelam menjelang pagi.

Saat berada dekat horizon, Bulan dapat terlihat lebih besar dan terang. Efek visual tersebut dikenal sebagai moon illusion. Warna Bulan juga bisa tampak lebih kekuningan atau jingga karena cahaya Bulan melewati atmosfer Bumi dalam lintasan yang lebih panjang.

Jadi, catat tanggal fenomena-fenomena tersebut dan siapkan lokasi pengamatan dengan langit yang gelap agar pengalaman menikmati Fenomena Langit September 2026 semakin maksimal.

Editor : Nur Pramudito
September 2026 harvest moon hujan meteor fenomena langit