RADARSOLO.COM - Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Cilacap, Jawa Tengah, dan sekitarnya pada Jumat (4/9/2026) pukul 12.05 WIB.
Guncangan berpusat di laut pada jarak 59 kilometer arah selatan Kota Cilacap dengan kedalaman 10 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Baca Juga: Keraton Solo Gandeng Komisi Yudisial, Nilai Budaya Nusantara Dibawa ke Etika Peradilan
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG dalam keterangannya.
Menyusul gempa yang terjadi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto mengambil langkah sigap.
Sebanyak 21 perjalanan Kereta Api (KA) yang melintas di wilayah Daop 5 Purwokerto sempat diberhentikan sementara melalui skema Berhenti Luar Biasa (BLB).
Baca Juga: Asap TPA Putri Cempo Masih Terlihat, 74 Warga Mojosongo Sudah Tinggalkan Pengungsian
Pemeriksaan Jalur Rel dan Fasilitas Operasional
Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto M. As’ad Habibuddin menegaskan, tindakan penghentian sementara perjalanan kereta tersebut merupakan standar operasional penanganan darurat pascagempa.
Selama masa penanganan, tim teknis diterjunkan untuk menyisir dan memeriksa secara ketat seluruh komponen prasarana perkeretaapian.
Pemeriksaan meliputi kondisi rel, jembatan, terowongan, hingga sinyal dan jaringan pendukung operasional.
"Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 21 perjalanan kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto sempat dilakukan Berhenti Luar Biasa (BLB). Setelah seluruh lintas dipastikan aman dan laik dilalui, perjalanan kereta api kembali dilanjutkan," ujar As'ad, Jumat (4/9/2026).
Pihak KAI mengonfirmasi bahwa dari hasil penyisiran menyeluruh, tidak ditemukan kerusakan pada jalur maupun bangunan operasional.
Seluruh lintasan dinyatakan aman dan kini perjalanan kereta api telah kembali berjalan normal.
Baca Juga: Medan Sulit Dijangkau, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Kebakaran TPA Putri Cempo
Daftar 21 Kereta Api yang Sempat Dihentikan
Penundaan perjalanan melalui skema BLB tersebut berlangsung bervariasi antara 12 hingga 66 menit.
Penundaan terlama dialami oleh KA 291 Kutojaya Selatan selama 66 menit.
Sedangkan durasi paling singkat dialami KA 51F Purwojaya selama 12 menit.
Berikut adalah daftar lengkap 21 perjalanan KA yang sempat dihentikan sementara imbas gempa Cilacap:
- KA 110 Fajar Utama Yogya
- KA 106 Gajahwong
- KA 16 Argo Dwipangga
- KA 46 Taksaka
- KA 188 Joglosemarkerto
- KA 10C Argo Wilis
- KA 114C Sawunggalih
- KA 78D Lodaya
- KA 6 Argo Semeru
- KA 89 Gaya Baru Malam Selatan
- KA 69 Malabar
- KA 291 Kutojaya Selatan
- KA 51F Purwojaya
- KA 275B Pasundan
- KA 8005 (Angkutan Barang)
- KA 143B Madiun Jaya
- KA 2623 (Angkutan Barang)
- KA 75B Mataram
- KA 201 Joglosemarkerto
- KA 61B Manahan
- KA 161 Bangunkarta
KAI Pastikan Perjalanan Kembali Normal
Pihak Manajemen KAI Daop 5 Purwokerto menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas keterlambatan jadwal perjalanan yang dialami oleh para penumpang akibat insiden alam ini.
KAI menegaskan, saat ini seluruh layanan perkeretaapian di jalur selatan Jawa tersebut sudah dapat diakses dengan normal kembali.
“Setelah pemeriksaan selesai dan lintas dinyatakan aman, seluruh perjalanan KA di wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto kembali berjalan normal,” tandas As’ad.
Editor : Syahaamah Fikria