Tembus 615 Kasus Kebakaran di Jateng Hingga Agustus 2026 Pemprov Gembleng Kapasitas Relawan

Syahaamah Fikria • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 20:27 WIB
Apel Pelatihan Peningkatan Kapasitas Personil Relawan Kebencanaan di Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Penggaron, Ungaran Timur, Semarang, Jumat (4/9/2026).
Apel Pelatihan Peningkatan Kapasitas Personil Relawan Kebencanaan di Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Penggaron, Ungaran Timur, Semarang, Jumat (4/9/2026).

 

RADARSOLO.COM - Guna menekan risiko kerugian dan mempercepat penanganan bencana, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggembleng kemampuan teknis 150 relawan dari berbagai daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno menuturkan, peningkatan kompetensi relawan ini sangat penting agar aksi penanganan di titik lokasi bencana dapat dieksekusi secara efisien dan tepat sasaran.

"Kami memberikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap agenda pemantapan kapasitas rekan-rekan relawan. Pemerintah daerah memikul tanggung jawab ini agar proses mitigasi serta evakuasi saat bencana melanda bisa bergulir jauh lebih responsif," ungkap Sumarno mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam giat Apel Pelatihan Peningkatan Kapasitas Personil Relawan Kebencanaan di Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Penggaron, Ungaran Timur, Semarang, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga: Biaya Mandiri, Bocah Gatak Sumbang Medali Panjat Tebing Popda Jateng Untuk Sukoharjo

Sumarno menekankan bahwa respons penanganan yang tangkas bertumpu pada kecakapan relawan yang teruji di medan lapangan. 

Kecepatan tindakan dinilai berbanding lurus dengan meminimalkan dampak kerugian materiil maupun korban jiwa.

Menghadapi potensi bencana di musim kemarau saat ini, Pemprov Jateng menyoroti ancaman kebakaran lahan dan tempat pembuangan sampah. 

Sumarno mengimbau warga masyarakat agar terbiasa tidak melakukan aktivitas pembakaran secara asal-asalan di ruang terbuka.

Baca Juga: Tembus 6,69 Juta Ton hingga Agustus, Gubernur Luthfi Optimistis Target Produksi Padi Jateng Tercapai

Pada kesempatan serupa, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan memaparkan, program pelatihan periode ini diikuti oleh sekitar 150 peserta pilihan dari perwakilan kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Sesi materi menghadirkan tim instruktur ahli dari Basarnas, dengan fokus mendalam pada pemantapan teknik pencarian dan pertolongan, termasuk spesialisasi Urban Search and Rescue (Urban SAR).

 

Mengenai pemetaan risiko kebakaran dan karhutla, Bergas mengungkapkan mayoritas insiden didominasi kebakaran area pertanian maupun perkebunan akibat faktor kelalaian manusia (human error).

"BPBD dituntut untuk senantiasa siaga. Begitu terpantau adanya titik panas (hotspot) yang berpotensi memicu api, tim langsung meluncur ke lokasi guna melakukan pemadaman berkolaborasi dengan pihak Damkar setempat," terang Bergas.

Merujuk data resmi BPBD Jateng sepanjang rentang 1 Januari hingga 30 Agustus 2026, akumulasi musibah kebakaran di Jawa Tengah sudah menembus 615 kasus. 

Angka tersebut mencakup 282 insiden kebakaran hutan dan lahan, serta 333 peristiwa kebakaran pemukiman warga dan bangunan gedung.

Editor : Syahaamah Fikria
bpbd jateng relawan kebencanaan kebakaran jateng pelatihan