Dentuman Misterius Terdengar hingga Bandung, PVMBG Duga Berasal dari Erupsi Gunung Anak Krakatau

Nur Pramudito • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 09:46 WIB
Dentuman Misterius Terdengar hingga Bandung, PVMBG Duga Berasal dari Erupsi Gunung Anak Krakatau
Dentuman Misterius Terdengar hingga Bandung, PVMBG Duga Berasal dari Erupsi Gunung Anak Krakatau

RADARSOLO.COM - Suara dentuman misterius menghebohkan warga di sejumlah wilayah Banten hingga Bandung, Jawa Barat, sejak Jumat (4/9/2026) malam sampai Sabtu (5/9/2026) dini hari.

Banyak warga mengaku mendengar bunyi gemuruh yang cukup keras, bahkan disertai getaran yang terasa di rumah.

Laporan mengenai dentuman itu ramai bermunculan di media sosial X. Warga dari berbagai daerah menyebut suara terdengar berulang kali dengan interval yang semakin rapat menjelang pukul 05.00 WIB.

Beberapa warga Bandung mengatakan getaran akibat dentuman terasa cukup kuat hingga membuat kaca jendela dan pintu rumah bergetar.

Fenomena tersebut pun memunculkan berbagai spekulasi mengenai sumber suara yang terdengar di wilayah Jawa Barat dan Banten.

PVMBG Duga Dentuman Berasal dari Erupsi Gunung Anak Krakatau

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan bahwa suara dentuman juga terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten.

Kepala PVMBG, Rita Susilowati, mengatakan pihaknya menerima laporan serupa dari sejumlah daerah di Banten dan Jawa Barat.

Menurutnya, kemunculan dentuman diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada waktu yang hampir bersamaan.

PVMBG menyebut indikasi sementara mengarah pada aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, meski laporan dari daerah lain masih terus dihimpun untuk memastikan penyebab suara tersebut.

Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau Masih Berlangsung

Hingga Sabtu (5/9/2026), status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III atau Siaga.

Berdasarkan hasil pemantauan visual melalui CCTV Lava93 pada pukul 00.01 WIB, terlihat semburan lava berwarna merah menyala yang keluar secara terus-menerus dari kawah gunung.

Aktivitas erupsi tersebut menunjukkan Gunung Anak Krakatau masih mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.

PVMBG mengingatkan bahwa potensi bahaya saat ini meliputi aliran lava, lontaran batu pijar, hujan abu vulkanik, hingga kemungkinan awan panas di sekitar kawasan gunung.

Imbauan PVMBG untuk Masyarakat

Seiring status Siaga Level III, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat.

Warga, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak memasuki kawasan dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Selain itu, masyarakat di sekitar wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan abu, lontaran material pijar, serta perkembangan aktivitas erupsi yang masih berlangsung.

Sementara bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Provinsi Banten dan Lampung, PVMBG meminta warga tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa sambil mengikuti arahan dari BPBD dan pemerintah daerah setempat.

PVMBG juga mengimbau masyarakat memperoleh informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui Badan Geologi, Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, maupun platform resmi Magma Indonesia agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Editor : Nur Pramudito
dentuman di Bandung gunung anak krakatau erupsi gunung anak krakatau dentuman