Rekam Jejak TGB Tuan Guru Bajang, Heboh Namanya Diduca Dicatut di Buku Islam ala Prabowo

Syahaamah Fikria • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 22:19 WIB
Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi. (Instagram tuangurubajang)
Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi. (Instagram tuangurubajang)

 

RADARSOLO.COM - Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dua periode, Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi mendadak jadi perbincangan publik lantaran namanya muncul sebagai salah satu penulis artikel dalam buku "Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam".

Dalam buku tersebut, nama TGB dicantumkan secara gamblang sebagai penulis artikel berjudul "Visi Keislaman Prabowo Subianto: Moderasi, Keadilan dan Pembaharuan Dialektika Keagamaan".

Kemunculan namanya sebagai salah satu kontributor itu sontak menuai sorotan, mengingat Buku Islam Ala Prabowo sendiri saat ini tengah menuai kritik tajam dari berbagai kalangan.

Baca Juga: Buku Islam Ala Prabowo Hanya Catut Nama? TGB dan Istri Gus Kautsar Blak-blakan Tak Pernah Kirim Tulisan

Namun, kini fakta telah terungkap. TGB tegas menyatakan bahwa tidak pernah menyumbangkan naskah tulisan untuk buku berjudul "Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam".

Hal itu ditegaskan TGB saat menjawab pertanyaan sejumlah netizen lewat akun Instagram-nya.

"Saya tidak pernah kirim tulisan," tulis TGB.

Baca Juga: Apakah Erupsi Gunung Anak Krakatau Bisa Picu Tsunami? Jangan Panik, Ini Alasan Berbeda dari Peristiwa 2018

Pernyataan blak-blakan TGB soal dugaan pencatutan nama itu melontarkan kembali perhatian masyarakat terhadap rekam jejak spiritual, akademis, hingga panggung politik yang pernah diarunginya.

Lantas, bagaimana profil dan perjalanan karier Tuan Guru Bajang hingga menjadi salah satu tokoh agama dan politik kawakan di Indonesia?

 

 

Ulama Penghafal Al-Quran Lulusan Summa Cumlaude Al-Azhar Kairo

Lahir di Pancor, Selong, Lombok Timur pada 31 Mei 1972, TGB dibesarkan dalam lingkungan keluarga religius dan kental kultur pesantren. 

Ia merupakan cucu dari pahlawan nasional sekaligus pendiri organisasi Islam terbesar di NTB (Nahdlatul Wathan/NW), Pahlawan Nasional TGH M Zainuddin Abdul Madjid.

Intelektualitas keislaman TGB ditempa sejak dini. Usai merampungkan tahfiz Al-Quran di Ma’had Darul Qur’an wal Hadits NW Pancor, TGB melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir pada tahun 1992.

Baca Juga: Bantuan Pangan Bulog Mulai Dibagikan, Jatah Tak Diambil Lima Hari Beralih ke Penerima Cadangan

Di salah satu perguruan tinggi tertua dunia tersebut, TGB menuntaskan program Sarjana (Lc) hingga Magister (MA) pada Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir dan Ilmu-Ilmu Al-Quran. 

Puncak pendidikan akademisnya diraih saat menggondol gelar Doktor (S3) di Al-Azhar pada 2011 lewat disertasi naskah manuskrip Tafsir Ibnu Kamal Basya dengan predikat Summa Cumlaude (Martabah El-Syaraf El Ula Ma`a Haqqutba).

Kiprah Politik

Selain memimpin dakwah sebagai Ketua Umum PB Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) dan rektor perguruan tinggi, TGB terjun ke dunia politik praktis melalui Partai Bulan Bintang (PBB). 

Karier politiknya melesat saat terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2004–2009 dan bertugas di Komisi X.

 

Baru empat tahun menjabat sebagai legislator Senayan, TGB memutuskan maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) NTB 2008. 

Pasangan TGB dan Badrul Munir sukses memenangkan suara terbanyak. 

Ia dilantik sebagai Gubernur NTB pada usia yang sangat muda, yakni 36 tahun, menjadikannya salah satu gubernur termuda di Indonesia kala itu.

Kepemimpinan TGB di NTB terbukti dipercayai masyarakat. 

Baca Juga: UMS Tegaskan Kampus Aman Dari Tindak Kekerasan

Pada Pilkada NTB 2013, diusung oleh Partai Demokrat berpasangan dengan Muhammad Amin, TGB kembali memenangi kursi kepemimpinan dan sukses menuntaskan masa jabatannya selama dua periode penuh hingga 2018.

Perjalanan Karier dan Posisi Strategis

Usai menuntaskan pengabdiannya sebagai kepala daerah, perjalanan politik dan profesional TGB tercatat cukup dinamis:

Partai Politik: Sempat memegang posisi strategis di Partai Demokrat, TGB kemudian berpindah ke Partai Golkar, hingga dilantik menjadi Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo pada 2022.

Sektor Perbankan Syariah: Pada Agustus 2021, pemerintah mempercayakan jabatan Wakil Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kepada TGB untuk memperkuat tata kelola ekonomi syariah nasional.

Editor : Syahaamah Fikria
Islam ala Prabowo TGB buku pencatutan nama Tuan Guru Bajang