Cek Peta Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terbaru, Apakah Wilayah Anda Aman?

Nur Pramudito • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 10:31 WIB
Cek Peta Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terbaru, Apakah Wilayah Anda Aman?(ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/agr)
Cek Peta Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terbaru, Apakah Wilayah Anda Aman?(ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/agr)

RADARSOLO.COM – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada 4-6 September 2026 menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk operasional sejumlah bandara dan kegiatan pendidikan.

Berdasarkan informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tiga wilayah yang terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau berada di Lampung dan Banten.

Ketiga wilayah tersebut yakni Kabupaten Lampung Selatan dan Tanggamus di Provinsi Lampung serta Kabupaten Pandeglang di Provinsi Banten.

Sebaran abu vulkanik juga menjadi perhatian dalam sektor penerbangan.

Material abu dari erupsi gunung api dapat membahayakan keselamatan penerbangan sehingga otoritas bandara bersama Kementerian Perhubungan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan.

Hingga Minggu (6/9/2026) pukul 13.00 WIB, terdapat enam bandara yang masih ditutup sementara akibat dampak abu vulkanik.

Bandara tersebut meliputi Soekarno-Hatta dan Budiarto di Tangerang, Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur, Raden Inten II di Lampung, serta Husein Sastranegara di Bandung.

Sementara itu, aktivitas transportasi laut di sekitar Selat Sunda masih dapat berlangsung. Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap penyeberangan.

Meski demikian, otoritas pelabuhan diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti perkembangan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Penumpang maupun masyarakat yang beraktivitas menggunakan transportasi laut juga disarankan memakai masker untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

Cara Cek Peta Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Masyarakat dapat memantau peta sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terbaru melalui sejumlah sumber informasi

 Pemantauan penting dilakukan karena arah dan wilayah sebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi erupsi serta arah angin.

1. Cek melalui BMKG

Salah satu cara untuk mengetahui sebaran abu vulkanik adalah melalui informasi yang dirilis BMKG.

BMKG melakukan pembaruan informasi terkait sebaran abu vulkanik secara berkala. Masyarakat dapat memantau peta dan informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG.

BMKG juga membagikan informasi mengenai peta sebaran abu vulkanik melalui akun media sosial resminya.

Peta sebaran abu vulkanik BMKG di Instagram

2. Cek Sebaran Abu melalui Situs Pemantauan Buatan Warga

Selain informasi dari lembaga resmi, masyarakat juga dapat menggunakan situs pemantauan sebaran abu vulkanik yang dibuat oleh warga.

Situs tersebut dibagikan oleh pengguna X @oqforwhat dan disebut dikembangkan oleh Triprnmaji. Platform ini dapat digunakan untuk memantau sebaran abu vulkanik dari sejumlah gunung api di Indonesia yang sedang berstatus siaga.

Pantau sebaran abu vulkanik secara real time

Situs tersebut tidak hanya menampilkan informasi mengenai Gunung Anak Krakatau. Pengguna juga dapat melihat sejumlah informasi lain, seperti:

Cara Menggunakan Peta Sebaran Abu Vulkanik

Cara menggunakan situs pemantauan tersebut cukup sederhana.

Pertama, buka situs pemantauan sebaran abu vulkanik. Setelah itu, pilih gunung api yang ingin dipantau, termasuk Gunung Anak Krakatau.

Selanjutnya, pengguna dapat memasukkan nama kota atau mengaktifkan akses lokasi pada perangkat.

Sistem kemudian akan memberikan informasi mengenai kondisi wilayah yang dipilih. Hasil pemantauan dapat menunjukkan apakah suatu lokasi relatif aman atau memiliki potensi dilewati sebaran abu vulkanik.

Informasi tersebut juga dilengkapi dengan perkiraan jarak wilayah dari jalur sebaran abu.

Masyarakat disarankan tetap mengutamakan informasi dari BMKG, BNPB, PVMBG, dan otoritas terkait ketika terjadi perubahan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pemantauan peta sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terbaru juga penting dilakukan sebelum bepergian, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah Lampung, Banten, dan daerah lain yang berpotensi terdampak.

Editor : Nur Pramudito
gunung anak krakatau BMKG PETA abu vulkanik cara cek