Kronologi Penembakan 3 Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, KKB Diduga dari Nduga

Nur Pramudito • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 10:12 WIB
Petugas mengevakuasi korban penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026). (Dok. Satgas Damai Cartenz 2026)
Petugas mengevakuasi korban penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026). (Dok. Satgas Damai Cartenz 2026)

RADARSOLO.COM - Identitas tiga korban pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya yang meninggal dunia dalam aksi penembakan KKB di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, akhirnya terungkap.

Ketiga korban merupakan aparatur sipil negara (ASN) dan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Mereka menjadi korban penembakan ketika sedang menjalankan tugas mengantar bantuan pangan untuk masyarakat.

Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Ilham Datu Ramang mengatakan, tiga korban yang meninggal dunia yakni Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Meha (35), dan Willi Mbuik (25).

Ketiganya saat itu bersama sejumlah rekan dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tengah menuju Distrik Muliama.

Rombongan tersebut membawa bantuan berupa bibit babi untuk masyarakat sekaligus meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah.

Berdasarkan informasi yang diterima aparat, rombongan tersebut kemudian dihadang oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Kampung Muliama, Distrik Muliama.

Para pegawai yang berada dalam rombongan kemudian dipisahkan berdasarkan kategori orang asli Papua (OAP) dan non-OAP. Setelah dilakukan pemisahan, tiga pegawai tersebut diduga ditembak oleh anggota KKB hingga meninggal dunia.

“Para korban bersama lima rekan sebelumnya dihadang KKB dan dipisah antara orang asli Papua (OAP) dan non-OAP,” kata Ilham.

Jenazah ketiga korban penembakan kemudian dievakuasi dan telah berada di RSUD Wamena untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, lima rekan korban yang selamat telah diamankan di Polres Jayawijaya, Wamena. Mereka menjalani pemeriksaan untuk membantu aparat mengungkap secara utuh kronologi kejadian.

Polisi Duga KKB dari Nduga

Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz juga melakukan penyelidikan terhadap kasus penembakan KKB yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya tersebut.

Dalam keterangannya, Satgas Operasi Damai Cartenz menyebut dugaan sementara mengarah kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang berasal dari wilayah Nduga.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.53 WIT di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya.

Rombongan pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya yang berjumlah 11 orang sebelumnya berangkat dari Wamena menuju Distrik Muliama untuk meninjau kegiatan cetak sawah.

Dalam perkembangan awal penyelidikan, polisi menyebut terdapat tiga korban yang mengalami luka tembak. Salah satu korban berinisial WB (24) mengalami luka tembak pada bagian pinggang kanan. Korban sempat mendapat perawatan di RSUD Wamena, tetapi akhirnya meninggal dunia.

Korban lainnya, AR (49), yang diketahui menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, mengalami luka tembak di bagian perut dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara korban ketiga, AAM (35), mengalami luka tembak pada bagian belakang kepala dan tangan kiri. Ia juga dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

Personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Jayawijaya langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan kejadian. Petugas melakukan pengamanan dan penyisiran di sekitar Puskesmas Muliama serta lokasi yang diduga menjadi tempat terjadinya penembakan.

Polisi juga memeriksa sejumlah saksi yang berada dalam rombongan untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai kejadian tersebut.

“Berdasarkan penyelidikan dan pendalaman, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari wilayah Nduga,” demikian keterangan Satgas Operasi Damai Cartenz.

Meski dugaan sementara mengarah kepada KKB Nduga, aparat masih melakukan pendalaman untuk memastikan identitas kelompok dan pihak yang bertanggung jawab atas aksi tersebut.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari mengungkap kronologi hingga mengidentifikasi para pelaku.

“Kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Adarma Sinaga juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Aparat keamanan memastikan kasus penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya tersebut akan terus diusut untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi kekerasan terhadap warga sipil tersebut.

Editor : Nur Pramudito
Sumber : ANTARA
operasi damai cartenz KKB Jayawijaya Penembakan ASN kkb dinas pertanian