Kisah Fipi Novita Sari, Insan PNM Mekaar yang Dorong Pekerja Rumput Laut Sebatik Jadi Pemilik Usaha

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 18:09 WIB
Perjuangan Novi di Sebatik menjadi bagian integral dari wujud nyata Holding Ultra Mikro (UMi) dalam memperluas jangkauan pembiayaan dan pemberdayaan di garis depan Indonesia. (DOK.BRI)
Perjuangan Novi di Sebatik menjadi bagian integral dari wujud nyata Holding Ultra Mikro (UMi) dalam memperluas jangkauan pembiayaan dan pemberdayaan di garis depan Indonesia. (DOK.BRI)

RADARSOLO.COM-Perjalanan Fipi Novita Sari sebagai Account Officer (AO) PNM Mekaar membawanya menembus jalur laut dan darat untuk menjangkau para pelaku usaha ultra mikro di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Selama tiga bulan bertugas di wilayah perbatasan tersebut, perempuan yang akrab disapa Novi ini harus menerjang ombak perairan serta melintasi medan jalan perbukitan sawit yang berkelok demi mendampingi para perempuan pembudidaya rumput laut.

Bagi Novi, rute ekstrem tersebut merupakan bagian dari amanah untuk memastikan masyarakat pelosok memperoleh akses modal dan pendampingan usaha yang presisi.

Baca Juga: BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026, Permudah Layanan Finansial Diaspora Indonesia

Mayoritas nasabah memanfaatkan pembiayaan Mekaar untuk membeli bahan baku budidaya seperti tali.

“Terkadang kami harus mengejar waktu sehingga perjalanan terasa cukup menantang, apalagi ketika banyak kendaraan roda empat yang melintas,” ujar Novi.

Saat ini, Novi mendampingi sekitar 18 kelompok dengan total hampir 100 nasabah di Sebatik.

Perannya mencakup seluruh tahapan, mulai dari edukasi prosedur, verifikasi, hingga memastikan pencairan pembiayaan berjalan lancar.

Salah satu pencapaian yang paling berkesan bagi Novi adalah melihat transformasi sosial para perempuan lokal yang sebelumnya berprofesi sebagai "Mak Betang"—istilah setempat untuk pekerja pengikat rumput laut.

Berkat dukungan pembiayaan PNM, sebagian dari mereka kini telah berhasil mendirikan usaha budidaya secara mandiri.

Baca Juga: Bukti Komitmen Investasi Hijau, DPLK BRI Boyong Penghargaan Prestisius Kehati ESG Award 2026

“Jadi, sebelumnya hanya sebagai pekerja, sekarang mereka mulai memiliki usaha sendiri,” terang Novi.

Selain membantu kemandirian ekonomi keluarga, perkembangan usaha rumput laut nasabah di Sebatik turut menyerap tenaga kerja lokal serta terhubung dengan rantai pasok industri nasional hingga komoditas ekspor.

“Biasanya ada juga nasabah di Nunukan yang membuat produk seperti amplang rumput laut. Untuk rumput lautnya sendiri, sebagian dikirim ke Sulawesi. Dari sana, ada pabrik yang kemudian mengolahnya dan sebagian bisa diekspor,” urainya.

Novi yang bergabung dengan PNM sejak 28 Oktober 2024 ini mengaku bangga dapat berkembang bersama perusahaan sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat perbatasan.

Baca Juga: Terobos Akses Berlumpur di Rantau Prapat, Kepala Unit BRI Sigambal Dampingi Pelaku UMKM Naik Kelas

“Dampak nyatanya adalah nasabah bisa membuka peluang kerja bagi orang lain. Mereka bisa mengembangkan usahanya sehingga usahanya semakin besar dan pada akhirnya dapat menjadi peluang pekerjaan bagi masyarakat lainnya,” tegasnya.

Perjuangan Novi di Sebatik menjadi bagian integral dari wujud nyata Holding Ultra Mikro (UMi) dalam memperluas jangkauan pembiayaan dan pemberdayaan di garis depan Indonesia.

Holding UMi mengintegrasikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Mandiri (PNM).

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan, keberhasilan Holding UMi tidak hanya diukur dari kinerja pertumbuhan bisnis semata.

Tetapi juga dari nilai kemanfaatan langsung yang dirasakan oleh para pelaku usaha ultra mikro.

“Kisah Novi di Sebatik menjadi salah satu gambaran bagaimana manfaat tersebut hadir hingga ke pelosok daerah. Di tengah medan yang menantang, Novi terus menjangkau dan mendampingi nasabah agar dapat mengembangkan usaha, termasuk para pelaku usaha rumput laut,” kata Dhanny.

Baca Juga: Kepercayaan Nasabah Makin Tebal, DPK BRI Tembus Rp1.580 Triliun Didominasi Dana Murah

Dhanny menambahkan, pembiayaan yang berkelanjutan diharapkan mampu mendongkrak skala usaha masyarakat bawah agar lebih mandiri secara ekonomi.

Hingga saat ini, Holding Ultra Mikro tercatat telah menjangkau 33,6 juta nasabah pinjaman, yang ditopang oleh basis simpanan mikro mencapai lebih dari 166,3 juta rekening di seluruh Indonesia. (wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : BRI
AO PNM BRI pemberdayaan BBRI Ultra Mikro