Gempa Jakarta M 5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Ternyata Akibat Aktivitas Intraslab, Apa Itu?

Nur Pramudito • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 08:18 WIB
Gempa Jakarta M 5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Ternyata Akibat Aktivitas Intraslab, Apa Itu?
Gempa Jakarta M 5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Ternyata Akibat Aktivitas Intraslab, Apa Itu?

RADARSOLO.COM -  Gempa Jakarta M 5,9 mengguncang wilayah sekitar Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026) dini hari. Gempa yang semula tercatat berkekuatan M 5,9 tersebut terjadi pada pukul 04.23.55 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemudian melakukan pemutakhiran parameter gempa. Hasil analisis terbaru menetapkan magnitudo gempa menjadi M 6,5 dengan kedalaman hiposenter mencapai 368 kilometer.

Episenter gempa berada di laut, sekitar 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu, tepatnya pada koordinat 5,24 derajat Lintang Selatan dan 106,78 derajat Bujur Timur.

Kedalaman yang mencapai ratusan kilometer membuat gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa bumi dalam.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menjelaskan bahwa gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas intraslab.

"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab," kata Wijayanto dalam keterangan resminya.

Gempa Jakarta akibat Aktivitas Intraslab, Apa Itu?

Lantas, Aktivitas Intraslab, Apa Itu?

Mengutip penjelasan BMKG, intra-slab earthquake merupakan gempa yang terjadi di dalam lempeng tektonik yang sedang menunjam ke bawah lempeng lainnya dalam sistem subduksi.

Pada zona subduksi, lempeng samudra yang memiliki massa jenis lebih tinggi bergerak masuk ke bawah lempeng benua. Proses tersebut menimbulkan tekanan dan deformasi pada batuan di dalam lempeng yang menunjam.

Tekanan tektonik yang terakumulasi pada bagian dalam lempeng tersebut dapat memicu gempa bumi pada kedalaman yang jauh di bawah permukaan.

Karena terjadi di dalam lempeng yang menunjam, gempa jenis ini berbeda dari gempa yang sumbernya berada di batas atau permukaan lempeng.

Dalam kasus Gempa Jakarta M 5,9 yang kemudian diperbarui menjadi M6,5, BMKG menyatakan sumber gempa berada pada kedalaman 368 kilometer sehingga termasuk gempa dalam.

Mekanisme Gempa M 6,5 di Kepulauan Seribu

Hasil analisis mekanisme sumber yang dilakukan BMKG menunjukkan gempa memiliki pola pergerakan geser turun atau oblique normal.

Meski memiliki magnitudo yang cukup besar, kedalaman sumber gempa membuat dampak guncangan di permukaan tidak seperti yang biasanya terjadi pada gempa dangkal dengan kekuatan serupa.

BMKG juga memastikan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Wilayah yang Merasakan Guncangan

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Sumatra, hingga kawasan lainnya. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, intensitas tertinggi mencapai IV MMI.

Berikut wilayah yang merasakan guncangan:

Pada skala IV MMI, getaran dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Beberapa orang yang berada di luar ruangan juga dapat merasakannya. Dalam kondisi tertentu, benda seperti gerabah dapat pecah, sementara jendela, pintu, maupun dinding dapat menimbulkan bunyi akibat getaran.

Sementara itu, skala III MMI umumnya ditandai dengan getaran yang terasa jelas di dalam rumah dan menyerupai sensasi ketika truk melintas.

BMKG Belum Mendeteksi Gempa Susulan

Hingga pukul 05.00 WIB, pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

Meski demikian, BMKG tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas seismik di sekitar sumber gempa.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Warga juga disarankan menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat guncangan.

Dengan demikian, Gempa Jakarta M 5,9 yang Guncang Kepulauan Seribu tersebut setelah diperbarui tercatat berkekuatan M6,5 dan memiliki kedalaman 368 kilometer. BMKG mengategorikannya sebagai gempa bumi dalam yang terjadi akibat Aktivitas Intraslab, serta memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Editor : Nur Pramudito
Sumber : BMKG
InfoBMKG Gempa Jakarta Intraslab gempa hari ini kepulauan seribu