Disambut Hangat Warga Semarang, Kafilah MTQ Nasional XXXI Puji Keramahan dan Kesiapan Fasilitas di Jateng

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 09:29 WIB
Defile peserta Musabaqah Tilawatil Qur
Defile peserta Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah mendapat sambutan hangat masyarakat, Sabtu (11/9/2026) malam. (PEMPROV JATENG)

RADARSOLO.COM- Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, tidak hanya menyuguhkan kemeriahan arena dan kelengkapan fasilitas.

Tetapi juga mempererat hubungan persaudaraan antara masyarakat lokal dan seluruh kontingen dari berbagai daerah.

Keramahan warga Jawa Tengah dirasakan langsung oleh para peserta sejak tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani hingga saat mengikuti malam pembukaan di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga: Dibuka di Simpanglima Semarang, Gubernur Luthfi Tegaskan MTQ Nasional XXXI 2026 Jadi Ruang Kebersamaan

Kafilah asal Maluku Utara, Umar Mukhtar, mengaku terkesan dengan suasana hangat dan integrasi sosial masyarakat lokal dalam menyambut para tamu MTQ.

“Kita lihat kondisi masyarakatnya begitu menyatu. Hal ini yang sangat menggembirakan kami. Mulai dari sopir dan sebagainya itu sudah sangat menggembirakan kami ketika tiba di bandara,” ujar Umar Mukhtar.

Umar juga mengapresiasi kentalnya nuansa religius, kemudahan akses rumah ibadah, serta ragam kekayaan kuliner yang dijumpainya di Kota Semarang dan wilayah Jawa Tengah.

Serupa disampaikan Pimpinan Kafilah Lampung, Makmur.

Ia menilai respons antusias warga dalam menyambut defile kontingen menjadi bukti suksesnya perhelatan skala nasional tersebut.

“Sangat luar biasa dari penyambutan, kemudian kita lihat antusias masyarakat yang hadir dalam pembukaan ini. Pokoknya sangat luar biasa,” terang Makmur.

Baca Juga: MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Pemprov Jateng Proyeksikan Perputaran Ekonomi Rp1,2 Triliun

Makmur menegaskan bahwa esensi MTQ melampaui batas kompetisi meraih predikat juara.

Nilai persaudaraan dan sportivitas dipandangnya sebagai pilar utama untuk mengimplementasikan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan harian para qari dan qariah.

“Persaudaraan, kompetisi yang baik itu yang kita harapkan, sehingga nilai-nilai Alquran itu bisa terjawantahkan dalam kehidupan para qari dan qariah itu sendiri,” tambahnya.

Keramahan masyarakat Semarang mendapat apresiasi dari peserta MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. (PEMPROV JATENG)
Keramahan masyarakat Semarang mendapat apresiasi dari peserta MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. (PEMPROV JATENG)

Sementara itu, peserta asal Kabupaten Blitar, Muhlasin menilai tata kelola dan sarana pelaksanaan MTQ XXXI di Semarang mengalami peningkatan signifikan dibanding edisi-edisi sebelumnya.

“Tempatnya strategis dan begitu nyaman. Tempatnya begitu luas, panggungnya juga lebar. Jadi, saya kira ini lebih bagus daripada tahun-tahun yang lalu,” tuturnya.

Penguatan Ekonomi UMKM dan Penyatuan SDM Berakhlak

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa ajang MTQ XXXI difungsikan sebagai ruang perjumpaan lintas daerah untuk saling mempromosikan potensi kearifan lokal serta sektor ekonomi kreatif.

Baca Juga: Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI 2026, Gubernur Ahmad Luthfi Targetkan Sukses Penyelenggaraan dan Pres

Pameran UMKM yang diintegrasikan dalam rangkaian acara tidak hanya menampilkan produk dari Jawa Tengah yang memiliki basis 4,2 juta UMKM, melainkan turut menampung etalase produk dari 37 provinsi peserta.

“Tidak ada daerah yang paling maju, tidak ada daerah yang paling tertinggal. Kita tumbuh bersama,” kata Luthfi.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menggarisbawahi pentingnya melahirkan sumber daya manusia yang unggul secara intelektual sekaligus berakhlak mulia melalui momentum silaturahmi nasional ini.

“Jadi, MTQ ini sekaligus juga ajang silaturahmi dari berbagai daerah di Indonesia. Di sini bertanding iya, tetapi yang utama juga adalah saling mengenal dan saling bersatu,” pangkas Pratikno.

Prosesi pembukaan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima diawali dengan aksi defile 37 kontingen provinsi, pertunjukan Tari Rato Jaroeh dari SMAN 4 Semarang, Tari Kolosal Kisah Tanah Jawi, serta penampilan musik religi oleh penyanyi Opick. (wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Pemprov Jateng
sambutan hangat mtq nasional kafilah Peserta Gubernur Jateng Ahmad Luthfi