RADARSOLO.COM — Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh rekaman video ajang tahunan Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Gelaran karnaval yang dilangsungkan pada Kamis (10/9/2026) malam tersebut mendadak panen kritik lantaran menyuguhkan atraksi bernuansa horor ekstrem yang dinilai netizen menyerupai "ritual satanic".
Tak berhenti pada reaksi negatif masyarakat dan teguran dari lembaga keagamaan, fakta memilukan berhembus usai acara.
Satu orang peserta penampil dalam tim yang membawakan atraksi bertema mistis tersebut dilaporkan meninggal dunia.
Lantas, seperti apa kronologi sebenarnya?
Dari Agenda Maulid Nabi Hingga Tampil Suasana Mencekam
Acara SKNC 2026 sejatinya diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus perayaan khitanan massal ke-61 yang digagas oleh Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Simbang Kulon.
Namun, suasana kemeriahan berubah drastis saat salah satu kontingen peserta dari Simbang Kulon Gang Satu menampilkan pertunjukan teatrikal bertema horor.
Dalam video yang diunggah akun @infobimantara, tampak rombongan penampil yang mengenakan busana serba putih berwajah tengkorak serta kostum monster seram berwarna hitam.
Aksi panggung yang disaksikan ratusan warga tersebut makin menuai sorotan lantaran mempertontonkan replika peti mati hingga aksi penyembelihan kambing di depan umum.
Visual inilah yang membuat potongan video tersebut viral dan dicap publik mengandung unsur "ritual satanic".
Satu Peserta Penampil Meninggal Dunia
Di tengah ramainya kontroversi di media sosial, muncul fakta anyar mengenai nasib salah satu peserta karnaval.
Seorang performer yang merupakan bagian dari tim Simbang Kulon Gang Satu dikabarkan meninggal dunia sesudah kegiatan karnaval berakhir.
Korban berinisial AF, 41, diketahui mengenakan kostum maskot dalam tim teatrikal berkonsep horor tersebut.
Berdasarkan informasi, AF sebelumnya memang mengaku kelelahan dan kurang tidur lantaran sibuk mengikuti latihan untuk aksi teatrikal tersebut.
Baca Juga: Hakim Tolak Gugatan Praperadilan, Tunggu Aksi Kejaksaan Usut Reklame Jokowi
Panitia Buka Suara, Pemkab Pekalongan Panggil Pihak Terkait
Menanggapi gejolak yang berkembang di tengah masyarakat, perwakilan panitia SKNC, Ziyad Azizi, membenarkan bahwa acara tersebut berlangsung pada Kamis (10/9/2026) malam.
Meski begitu, ia mengaku panitia tidak mengetahui secara terperinci konsep aksi yang dibawakan oleh kelompok peserta terkait.
"Terkait kejadian yang berlangsung, secara detail pihak panitia tidak mengetahui," ungkap Ziyad Azizi.
Guna meredam polemik, Pemkab Pekalongan bergerak cepat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar menegaskan, akan memanggil seluruh jajaran panitia untuk dimintai klarifikasi secara menyeluruh.
Baca Juga: Ganti Rugi Gus Nur Rp 4,2 Miliar, Legal Standing Dipersoalkan
"Dalam jangka waktu dekat ini, kami akan mengundang panitia, teman-teman panitia SKNC, untuk dilakukan klarifikasi sebenarnya apa yang terjadi di sana," tegas Yulian Akbar di Pemkab Pekalongan, Senin (14/9/2026).
MUI Kecam Keras
Sorotan tajam turut dilayangkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis menilai, atraksi horor yang mempertontonkan simbol-simbol mistis dan aksi penyembelihan hewan secara eksplisit di tempat umum sangat mencederai makna peringatan Maulid Nabi.
Kiai Cholil menegaskan, perayaan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW seharusnya diisi dengan kegiatan yang mengedukasi, menenangkan hati, dan merefleksikan akhlak mulia.
Bukan justru menanamkan rasa takut atau menonjolkan unsur yang mendekati animisme.
"Ini jelas berlawanan dengan semangat memperingati atau merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujar Kiai Cholil.
Pihak Pemkab Pekalongan menyatakan tengah menjalin koordinasi intensif dengan MUI untuk meminta masukan resmi agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.
Editor : Syahaamah Fikria