RADARSOLO.COM — Rekaman video pertunjukan bernuansa mistis dalam gelaran Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah mendadak jadi viral dan menuai reaksi keras publik.
Atraksi yang menampilkan deretan kostum monster, properti peti mati bertanda bintang merah-hitam, hingga aksi penyembelihan kambing itu panen hujatan lantaran dianggap menyerupai "ritual satanic".
Sorotan makin menyeruak usai salah satu peserta penampil yang mengenakan kostum maskot monster dilaporkan meninggal dunia sesaat setelah acara selesai.
Baca Juga: Viral Kronologi "Ritual Satanic" dalam Karnaval Pekalongan, Satu Peserta Meninggal Usai Acara
Sontak, beragam spekulasi liar bermunculan di tengah masyarakat.
Lantas, siapakah sosok peserta tersebut dan apa penyebab pasti di balik meninggalnya sang penampil?
Penampil Kostum Maskot Monster
Berdasarkan informasi penampil yang meninggal tersebut adalah Ahmad Faiz, 41, warga Simbang Kulon Gang 1, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.
Faiz merupakan salah satu anggota tim yang mengenakan kostum maskot monster di barisan depan saat mempertontonkan teatrikal bernuansa horor tersebut.
Menurut keterangan timnya, persiapan untuk konsep penampilan ini sudah dijalankan selama kurang lebih satu minggu.
"Peserta yang meninggal itu memang benar berasal dari tim Simbang Kulon Gang Satu yang menampilkan teatrikal ini. Dia menggunakan kostum maskot yang ada di depan," ujar salah satu anggota tim.
Kelelahan Ekstrem dan Kurang Tidur
Kapolsek Buaran, AKP Sunarto menjelaskan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, Ahmad Faiz meninggal dunia murni akibat kelelahan fisik ekstrem (fatigue).
Sebelum mengikuti pawai karnaval pada Kamis (10/9/2026) malam, korban dikenal sebagai sosok pekerja keras pengolah obat batik yang kerap mengabaikan waktu istirahat.
"Sekitar tiga hari yang lalu mengeluhkan kelelahan, jarang tidur. Paling tidur hanya satu jam dalam beberapa hari," ungkap AKP Sunarto.
Seusai rombongan karnaval tiba di garis finish sekitar tengah malam, Faiz sempat pulang ke rumah dan berbincang santai dengan rekan-rekannya.
Namun, ketika beristirahat, ia tak lagi terbangun saat dibangunkan oleh istrinya.
Pengakuan Panitia dan Pemkab
Di sisi lain, Pemkab Pekalongan bersama jajaran kepolisian telah memanggil dan meminta klarifikasi dari kontingen peserta terkait konsep pertunjukan yang dinilai meresahkan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar menegaskan bahwa para peserta murni tidak mengetahui makna filosofis maupun simbolisme kelam yang melekat pada properti yang mereka gunakan.
"Dari mereka memang murni ketidaktahuan, minim literasi terkait tampilan isu-isu ritual satanic," tegas Yulian.
Pihak peserta mengaku hanya meniru (copycat) pertunjukan unik yang mereka tonton di media sosial YouTube dan menyewa kostumnya langsung dari Malang, Jawa Timur.
Sementara terkait aksi penyembelihan kambing di dalam lokasi acara, tim berdalih hal itu dilakukan spontan untuk keperluan konsumsi (rahatan) bersama pasca-karnaval, bukan bagian dari ritual keagamaan tertentu.
Atas insiden memilukan dan kontroversi yang terjadi, pihak kontingen berjanji akan melakukan evaluasi total agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Editor : Syahaamah Fikria