Profil Bos Summarecon Adrianto Pitojo Adhi, Pria Kelahiran Solo yang Diamankan dalam OTT KPK Kasus HGB Bogor

Nur Pramudito • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 12:28 WIB
Profil Bos Summarecon Adrianto Pitojo Adhi, Pria Kelahiran Solo yang Diamankan dalam OTT KPK Kasus HGB Bogor (Dok. Summarecon/YouTube Panangian Simanungkalit)
Profil Bos Summarecon Adrianto Pitojo Adhi, Pria Kelahiran Solo yang Diamankan dalam OTT KPK Kasus HGB Bogor (Dok. Summarecon/YouTube Panangian Simanungkalit)

RADARSOLO.COM - Nama Adrianto Pitojo Adhi menjadi sorotan setelah ikut diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek pada Senin, 14 September 2026.

Adrianto merupakan Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk. Ia diamankan bersama sejumlah pihak dalam perkara yang berkaitan dengan proses pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor.

Dalam OTT KPK Kasus HGB Bogor tersebut, terdapat 17 orang yang diamankan.

Selain Adrianto, sejumlah nama yang turut dibawa untuk menjalani pemeriksaan antara lain Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Tardi, Ketua DPP Partai Golkar Fahd Arafiq, serta mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa Adrianto termasuk pihak yang diamankan dalam rangkaian OTT tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap lebih jauh kronologi serta hubungan masing-masing pihak dengan perkara yang sedang ditangani.

Dalam operasi itu, penyidik KPK juga mengamankan uang tunai dalam pecahan rupiah dan valuta asing.

Uang tersebut ditemukan dalam sejumlah koper, kardus, dan boks. KPK disebut mengamankan sekitar 20 koper dengan nilai uang yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Meski demikian, pada tahap awal pemeriksaan, KPK belum membeberkan secara lengkap konstruksi perkara.

Lembaga antirasuah masih memiliki waktu untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.

Profil Adrianto Pitojo Adhi

Dalam Profil Bos Summarecon, Adrianto Pitojo Adhi diketahui lahir di Solo pada 1 November 1958.

Ia memiliki latar belakang pendidikan arsitektur yang kemudian menjadi bekal dalam perjalanan panjangnya di industri properti.

Adrianto menyelesaikan pendidikan Teknik Arsitektur di Universitas Diponegoro pada 1985.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 1989, ia mulai membangun karier profesional di sektor properti melalui PT Flamboyant Mitra Griya.

Kariernya kemudian berkembang ketika Adrianto bergabung dengan Lippo Urban Development Group pada 1993. Empat tahun berselang, ia melanjutkan kiprahnya di PT Metropolitan Land.

Perjalanan Adrianto bersama Summarecon dimulai pada 2005. Saat itu ia dipercaya terlibat dalam pengembangan kawasan Summarecon Kelapa Gading.

Pengalamannya kemudian bertambah ketika menangani pengembangan Summarecon Bekasi pada periode 2009 hingga 2014.

Perjalanan Karier di Summarecon

Puncak karier Adrianto di perusahaan properti tersebut terjadi pada 10 Juni 2015.

Dalam RUPST dan RUPSLB, ia dipercaya menduduki posisi Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk, menggantikan Johannes Mardjuki.

Sejak memegang posisi tersebut, Adrianto menjadi salah satu figur penting dalam pengembangan bisnis Summarecon.

Perusahaan memperluas proyek kawasan kota terpadu ke berbagai daerah di Indonesia.

Pengembangan Summarecon mencakup sejumlah kawasan, antara lain Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, Crown Gading, hingga Tangerang.

Selain menjalankan peran di perusahaan, Adrianto juga memiliki pengalaman dalam organisasi industri properti. Ia pernah menjabat Wakil Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) untuk periode 2010–2016.

Kinerja Summarecon di Bawah Kepemimpinan Adrianto

Di bawah kepemimpinan Adrianto, Summarecon mencatat perkembangan bisnis di sektor properti dan kawasan terpadu.

Pada 2025, PT Summarecon Agung Tbk mencatat marketing sales sebesar Rp5,53 triliun.

Perusahaan juga membukukan pendapatan Rp8,77 triliun dengan laba bersih mencapai Rp1,20 triliun.

Catatan tersebut turut memperkuat posisi Adrianto sebagai salah satu figur penting dalam perjalanan bisnis Summarecon selama lebih dari satu dekade.

Pernah Diperiksa KPK pada 2022

Nama Adrianto Pitojo Adhi sebenarnya bukan kali pertama muncul dalam pemeriksaan KPK.

Pada 2022, ia pernah diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan suap terkait perizinan di Pemerintah Kota Yogyakarta.

Saat itu, pemeriksaan Adrianto berkaitan dengan pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) Apartemen Royal Kedhaton.

Kini, namanya kembali menjadi perhatian setelah diamankan dalam OTT KPK Kasus HGB Bogor.

Namun, hingga proses pemeriksaan berlangsung, KPK masih mendalami peran masing-masing pihak dan belum mengungkap konstruksi perkara secara menyeluruh.

Perkembangan status hukum Adrianto Pitojo Adhi selanjutnya akan bergantung pada hasil pemeriksaan dan keputusan KPK setelah seluruh pihak yang diamankan dalam OTT tersebut diperiksa.

Editor : Nur Pramudito
Kasus HGB Bogor Bos Summarecon Adrianto Pitojo Adhi Profil Adrianto Pitojo Adhi OTT KPK