RADARSOLO.COM - Video yang memperlihatkan sejumlah perempuan dikipasi saat makan di acara Maulid Nabi di Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, tengah menjadi sorotan di media sosial.
Dalam video tersebut, beberapa perempuan tampak duduk menikmati hidangan, sementara perempuan lain berdiri di samping mereka sambil mengayunkan kipas tangan.
Sejumlah unggahan menyebut perempuan yang berada dalam video tersebut merupakan istri pejabat. Pemandangan itu kemudian memunculkan beragam reaksi warganet. Sebagian mempertanyakan aksi mengipasi secara manual tersebut, bahkan mengaitkannya dengan praktik feodalisme.
Akan tetapi, di balik video yang ramai dibicarakan, terdapat tradisi lokal masyarakat Banua Lawas yang sudah berlangsung secara turun-temurun.
Tradisi tersebut dikenal sebagai Makan Batalam Bakipas Pangeran. Kegiatan ini menjadi bagian dari Gebyar Maulid dan Doa Bersama yang digelar di Lapangan 17 Mei, Kecamatan Banua Lawas, pada Senin (14/9/2026). Acara tersebut melibatkan masyarakat dari berbagai desa, instansi kecamatan, serta sejumlah sekolah.
Makan Batalam merupakan tradisi makan bersama menggunakan satu talam atau nampan besar. Dalam satu talam biasanya terdapat nasi, lauk seperti ayam atau itik, ikan panggang, sayur, serta kuah. Hidangan tersebut kemudian disantap bersama oleh sekitar empat hingga enam orang.
Baca Juga: Viral Kronologi "Ritual Satanic" dalam Karnaval Pekalongan, Satu Peserta Meninggal Usai Acara
Menurut Camat Banua Lawas Arianto, tradisi ini telah berlangsung lebih dari satu abad dan diwariskan dari generasi ke generasi. Makan Batalam memiliki makna persatuan, silaturahmi, rasa syukur, kekeluargaan, adab, serta gotong royong.
Sementara itu, istilah “Bakipas Pangeran” berkaitan dengan tata cara menghormati dan melayani tamu yang dianggap penting. “Bakipas” merujuk pada kegiatan mengipasi, sedangkan “pangeran” berkaitan dengan tokoh bangsawan atau kerajaan. Pemerintah setempat menjelaskan bahwa konteks tradisi tersebut adalah penghormatan kepada tamu, bukan semata-mata simbol feodalisme.
Tradisi Makan Batalam Bakipas Pangeran juga baru saja mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dari Kementerian Kebudayaan pada September 2026. Penetapan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap tradisi masyarakat Banua Lawas yang masih dipertahankan hingga kini.
Dalam pelaksanaan tahun ini, terdapat 22 stan dengan total 806 talam yang disiapkan untuk masyarakat. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Tabalong bahkan mendukung rencana pengembangan acara tersebut agar dapat diusulkan untuk mendapatkan rekor MURI.
Editor : Annas Rohmanda Purbaningrum