RADARSOLO.COM — Media sosial mendadak dihebohkan oleh munculnya dugaan praktik aborsi ilegal yang dijajakan secara terbuka melalui akun bernama @dontpanic.co.id.
Akun tersebut memicu gelombang kecaman publik lantaran mempromosikan obat pencegah kehamilan dengan target anak muda.
Kasus ini mencuat usai diunggah oleh akun Threads @pov.monalisa pada Selasa (15/9/2026).
Baca Juga: Kronologi Dugaan Perampokan Toko Sepatu di Karangpandan Karanganyar, Alat Pemukul Tertinggal di TKP
Dalam unggahannya, ia membagikan tangkapan layar aktivitas akun Dont Panic yang secara terang-terangan menawarkan "solusi" bagi pasangan yang mendapati tes kehamilan positif.
"Eh gila ya baru nemu akun @dontpanic.co.id. Kayaknya ini akun untuk ab*si. Gila-gila! Bahkan sampai ada pricelistnya. Tolong tangkap ini penjahat gila @divisihumaspolri," tulis unggahan viral tersebut.
Modus Operandi Akun "Dont Panic"
Berdasarkan jejak digital yang beredar di linimasa, akun Dont Panic memanfaatkan narasi pemasaran berbasis gaya bahasa anak muda atau Gen Z untuk menggaet pembeli.
Akun tersebut menggunakan kalimat promotional seperti "Delivery only! We are open now! Solusi centang 2 mu!" serta "Gen Z solution. Atasi garis 2 mu bersama kami. Order now!".
Dalam keterangan bionya, penjual menegaskan hanya melayani pengiriman barang (delivery only) dan tidak menerima sistem ambil di tempat.
Daftar harga atau pricelist paket obat-obatan yang ditawarkan bervariasi tergantung pada rentang usia kandungan.
Seperti paket 1 bulan sebesar Rp1.800.000. Hingga paket hingga 4 bulan Rp3.000.000
Pengguna media sosial juga membongkar adanya tangkapan layar percakapan berisi testimoni konsumen usai mengonsumsi obat tersebut, lengkap dengan klaim keluarnya gumpalan darah janin.
Baca Juga: Dua Pelaku Perampokan Toko di Karangpandan Sempat Memilih Sepatu, lalu Kabur ke Arah Karanganyar
Saat ini, keberadaan akun @dontpanic.co.id dilaporkan sudah tidak dapat ditemukan lagi alias menghilang di platform media sosial.
Respons Menkes Budi Gunadi Sadikin
Maraknya dugaan penawaran transaksi obat aborsi tanpa izin medis ini langsung memantik reaksi dari Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin.
Kepada awak media, Menkes mengaku kaget dan baru mengetahui informasi mengenai akun viral tersebut.
Ia pun tegas meminta agar bukti unggahan promosi obat tersebut dikirimkan kepadanya untuk ditindaklanjuti.
"Saya baru tahu. Coba dikirim ke saya. Jadi, nanti saya minta diberesin. Harusnya nggak boleh itu," ujar Budi.
Menkes memastikan Kemenkes tidak akan tinggal diam dan bakal berkoordinasi untuk mengusut tuntas peredaran obat-obatan ilegal tersebut.
"Kita akan mengusut, pasti," tegasnya.
Polda Metro Jaya Buru Pemilik Akun Dont Panic
Secara terpisah, kepolisian mengambil langkah cepat untuk menelusuri dalang di balik pemilik akun media sosial tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan, pihak kepolisian telah menerjunkan berbagai unsur direktorat gabungan untuk mendalami dugaan tindak pidana penjualan obat aborsi ilegal ini.
"Sedang didalami Dit Siber, Krimum, Krimsus dan PPA/PPO terkait informasi tersebut," jelas Budi Hermanto.
Penjualan bebas obat-obatan keras yang ditujukan untuk tindakan aborsi tanpa pengawasan dokter ahli merupakan tindakan pelanggaran hukum berat di Indonesia.
Baik dari sisi hukum kependudukan, kesehatan, maupun undang-undang ITE.
Editor : Syahaamah Fikria