Aris Sanda Ditembak OPM, Kendaraannya Dibakar di Danau Habema hingga Jenazah Dievakuasi TNI

Nur Pramudito • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 08:04 WIB
Aris Sanda Ditembak OPM, Kendaraannya Dibakar di Danau Habema hingga Jenazah Dievakuasi TNI (ANTARA/HO-Koops TNI Habema)
Aris Sanda Ditembak OPM, Kendaraannya Dibakar di Danau Habema hingga Jenazah Dievakuasi TNI (ANTARA/HO-Koops TNI Habema)

RADARSOLO.COM - Selama sekitar 13 tahun, Aris Sanda menjalani pekerjaannya sebagai sopir kendaraan lajuran di wilayah Papua Pegunungan.

Pria yang akrab disapa Bapak Tasya itu sehari-hari mengangkut logistik sekaligus melayani kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah pedalaman.

Namun, perjalanan Aris Sanda berakhir tragis di kawasan Danau Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa (15/9/2026).

Aris ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraan yang telah dibakar setelah sebelumnya rombongan kendaraan yang ditumpanginya dihentikan sekelompok orang bersenjata.

Komando Operasi (Koops) TNI Habema kemudian melakukan evakuasi terhadap jenazah Aris Sanda dari lokasi kejadian.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf Wirya Arthadiguna mengatakan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIT di sekitar pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, Kabupaten Jayawijaya.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun aparat, rombongan kendaraan lajuran saat itu tengah melakukan perjalanan dari Wamena menuju Mbua untuk membawa logistik dan penumpang.

Di tengah perjalanan, rombongan dihentikan oleh kelompok bersenjata yang kemudian memeriksa pengemudi dan para penumpang.

Setelah pemeriksaan, para penumpang diminta kembali ke arah Wamena. Sementara itu, Aris Sanda tidak diperbolehkan ikut pulang dan diduga dibawa menuju kawasan Danau Habema.

“Berdasarkan informasi awal, rombongan kendaraan yang melintas dari Wamena menuju Mbua dihentikan sekelompok orang bersenjata. Kelompok tersebut kemudian memeriksa pengemudi dan penumpang,” kata Wirya dalam keterangannya di Jayapura, Rabu (16/9/2026).

Menurut keterangan tersebut, Aris kemudian dibawa menjauh dari rombongan. Ia diduga disandera dan mengalami kekerasan.

Aris Sanda Ditembak

Informasi yang dihimpun TNI menyebut Aris Sanda diduga menjadi korban kekerasan kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan OPM Kodap III Ndugama.

Dalam keterangannya, Juru Bicara OPM Sebby Sambom menyatakan pihaknya bertanggung jawab atas penembakan terhadap seorang sopir di jalur Trans Wamena-Nduga.

Sebby menyebut korban sebagai bagian dari pihak yang mereka anggap terkait dengan aktivitas militer. Pernyataan tersebut merupakan klaim dari pihak OPM, sementara rangkaian kejadian masih dalam penanganan aparat.

Aris diduga ditembak setelah dibawa menjauh dari rombongan. Ia juga disebut sempat dipaksa membuat video pernyataan sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kendaraan Aris Sanda Ditemukan Dibakar

Setelah menerima laporan mengenai adanya rombongan kendaraan yang dihentikan kelompok bersenjata, aparat TNI bergerak melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi.

Tim akhirnya menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi dibakar di kawasan Danau Habema.

Jenazah Aris Sanda ditemukan berada di dalam kendaraan tersebut dalam kondisi hangus terbakar.

Wirya mengatakan, kondisi korban masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan rangkaian luka yang dialami sebelum kendaraan terbakar.

“Ini masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut ya. Karena foto sebelum terbakarnya, kondisi luka bagian kepala robek,” ujarnya.

Jenazah Aris kemudian dievakuasi oleh personel TNI dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan kondisi di lapangan.

Selain mengevakuasi korban, aparat juga meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk membantu mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi.

TNI Kejar Kelompok Bersenjata

Koops TNI Habema menyatakan akan melakukan penanganan terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

Upaya tersebut mencakup pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat serta mendukung proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

TNI juga menyampaikan duka cita kepada keluarga Aris Sanda. Aparat menyayangkan korban menjadi sasaran kekerasan ketika sedang menjalankan pekerjaan mengangkut logistik dan melayani kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah pedalaman.

“Orang-orang yang bekerja membantu kehidupan masyarakat seharusnya dapat menjalankan tugasnya dengan aman dan tidak menjadi korban kekerasan,” kata Wirya.

Aris Sanda selama ini dikenal menjalani pekerjaan sebagai sopir kendaraan lajuran yang melintasi jalur Trans Wamena-Nduga. Jalur tersebut menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik menuju wilayah pedalaman Papua Pegunungan.

Kini, perjalanan panjang Aris di balik kemudi harus berakhir setelah dirinya ditemukan tewas di kawasan Danau Habema, dengan kendaraan yang digunakannya dalam kondisi dibakar.

Editor : Nur Pramudito
Aris Nanda kkb opm sopir papua